Pj Gubernur Lampung, Samsudin, mengapresiasi tinggi kepada Luki Pratama atas dibuatnya buku Ketika Guru Jadi Gubernur.

Putri Enjelina

Selasa, 4 Februari 2025 - 13:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Buku yang dikemas dengan gaya sederhana ala novel itu mengisahkan perjalanan seorang Penjabat (Pj) Gubernur Lampung Samsudin, yang mulanya adalah seorang guru biasa dan pada akhirnya mampu mengemban amanah menjadi seorang Gubernur di Provinsi Lampung.

Pj Gubernur Lampung, Samsudin, menyatakan kekagumannya terhadap gaya penulisan Luki yang sederhana namun mampu menggugah.

“Saya sangat mengapresiasi Mas Luki Pratama. Beliau seorang wartawan yang menulis buku Ketika Guru Jadi Gubernur. Tulisan dalam buku ini sederhana tapi menarik,” ujarnya ketika menyampaikan sambutan dalam acara peluncuran dan bedah buku Menuju Lampung Maju dan Terdepan yang diselenggarakan di Lantai 3 Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung, Senin (3/2/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia juga mengenang momen ketika Luki datang langsung ke kantornya untuk menyerahkan buku tersebut.

Baca Juga  Pemprov Lampung Sosialisasikan E-Reviu untuk Perkuat Pengawasan dan Tata Kelola Daerah

“Saat itu, dia melaporkan ke saya di kantor dan membawa buku ini. Alhamdulillah, bagi para guru yang hadir di kesempatan ini, jangan berpikir bahwa menjadi guru berarti selamanya akan tetap menjadi guru. Karena guru pun bisa menjadi gubernur, dan saya adalah buktinya,” pungkasnya sambil memotivasi para pendidik untuk terus mengembangkan potensi mereka.

Sementara itu, Penulis Buku Ketika Guru Jadi Gubernur, Luki Pratama, mengaku menulis buku ini karena terinspirasi oleh perjalanan hidup Samsudin.

“Awalnya saya skeptis terhadap kepemimpinan Pak Samsudin, tapi seiring berjalannya waktu, saya melihat berbagai gebrakan positif yang ia lakukan. Keinginan untuk menulis tentang dirinya terus tumbuh, dan akhirnya saya memutuskan untuk menulis buku ini,” kata Luki ketika diwawancarai, Selasa (4/2/2025).

Baca Juga  Elly Wahyuni Minta Disdik Tegas terhadap Sekolah yang Paksa Siswa Beli Seragam

Dalam bukunya, Luki menggambarkan bagaimana Samsudin, meski seorang guru, berhasil melihat potensi luar biasa dari setiap daerah yang dipimpinnya.

Samsudin, sambung Luki, seperti menilai setiap dinas dan daerah ibarat murid yang punya potensi untuk dikembangkan, yang menjadi ciri khas pemikirannya sebagai seorang pendidik.

“Saya berharap, buku ini tidak hanya menceritakan perjalanan seorang pejabat, tetapi juga memberi inspirasi bagi guru-guru di luar sana bahwa mereka juga bisa menjadi pemimpin, tak terbatas hanya mengajar,” sambungnya.

Proses pengumpulan bahan untuk buku tersebut tidak lepas dari tantangan. Luki mengaku harus menggali berbagai sumber, mulai dari mendengarkan podcast, membaca website, hingga menyimak berbagai media online.

“Tiap malam podcast saya dengar, baca sudah pasti. Cuma sampai buku ini terbit, saya tetap merasa kurang puas lantaran tidak wawancara langsung,” urainya mengakui keterbatasannya sebagai penulis pemula yang belum berani melakukan wawancara langsung.

Baca Juga  Jihan Dorong Penguatan Pencegahan dan Deteksi Dini Kanker di Lampung

Menariknya, Samsudin sendiri tidak mengetahui proses pembuatan buku ini hingga akhirnya terbit.

“Siapa saya mau izin untuk membuatkan buku seorang kepala daerah? Pengalaman buat buku pun belum pernah,” ungkap Luki yang merasa masih anak kemarin sore tetapi memiliki keinginan kuat untuk menulis lantaran terinspirasi.

Melalui buku ini, Luki juga berharap bisa menginspirasi banyak orang, terutama guru dan anak muda, untuk tidak ragu mewujudkan impian mereka.

“Guru bukan hanya berfungsi untuk mengajar, mereka juga bisa menjadi pemimpin. Gurulah yang membuat pemimpin lahir. Saya juga berharap buku ini dapat memotivasi mereka untuk berani bergerak dan berkarya,” tutupnya.

Berita Terkait

DPRD Lampung Apresiasi Program Pupuk Organik Cair, Dinilai Tingkatkan Hasil Panen
Mikdar Ilyas, Liburnya Program MBG Berdampak pada Harga Hasil Pertanian di Lampung
Temu Wilayah Pesantren Warnai Harlah ke-28 PKB, Perkuat Sinergi Ciptakan Lingkungan Aman
Akademisi Unila Soroti Dampak Kenaikan Tarif Tol BTB
Gubernur Lampung Dorong POC dan Hilirisasi Demi Tingkatkan Kesejahteraan Petani
Mirzani, Petani Harus Nikmati Hasil, Bukan Hanya Menanggung Risiko
Imelda Minta Publik Bijak Sikapi Informasi Gunung Anak Krakatau
Elly Wahyuni Minta Disdik Tegas terhadap Sekolah yang Paksa Siswa Beli Seragam

Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 12:55 WIB

DPRD Lampung Apresiasi Program Pupuk Organik Cair, Dinilai Tingkatkan Hasil Panen

Kamis, 9 Juli 2026 - 12:47 WIB

Mikdar Ilyas, Liburnya Program MBG Berdampak pada Harga Hasil Pertanian di Lampung

Selasa, 7 Juli 2026 - 18:07 WIB

Akademisi Unila Soroti Dampak Kenaikan Tarif Tol BTB

Selasa, 7 Juli 2026 - 16:14 WIB

Gubernur Lampung Dorong POC dan Hilirisasi Demi Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Selasa, 7 Juli 2026 - 16:05 WIB

Mirzani, Petani Harus Nikmati Hasil, Bukan Hanya Menanggung Risiko

Selasa, 7 Juli 2026 - 14:11 WIB

Imelda Minta Publik Bijak Sikapi Informasi Gunung Anak Krakatau

Senin, 6 Juli 2026 - 21:06 WIB

Elly Wahyuni Minta Disdik Tegas terhadap Sekolah yang Paksa Siswa Beli Seragam

Senin, 6 Juli 2026 - 15:32 WIB

Wahrul Fauzi Siap Maju Pimpin Karang Taruna Lampung, Usung Pemberdayaan Pemuda dan 1.000 UMKM

Berita Terbaru

Pringsewu

Wabup Pringsewu Gelar Penetrasi Pasar Kendalikan Inflasi

Kamis, 9 Jul 2026 - 11:16 WIB

Bandarlampung

Disdikbud Bandar Lampung Fasilitasi Siswa Tak Lolos PPDB

Kamis, 9 Jul 2026 - 00:05 WIB