BERBAGI

Tulangbawang Barat (Netizenku.com): Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) berjanji akan memanggil Dinas Pol PP dan Pemadam Kebakaran kabupaten setempat terkait kurang maksimalnya penanganan musibah kebakaran di rumah warga di Tiyuh Panaragan Jaya Indah Kecamatan Tulangbawang Tengah.

Selain itu, sarana mobil pemadam ebakaran (Damkar) milik Pemkab Tubaba juga selalu mengalami trouble (kerusakan) saat menangani kebakaran. Seperti yang terjadi pada Senin malam, (11/11) mesin generator pelontar air mengalami kehabisan bahan bakar, dan macet, disamping itu selang pemadam patah, dan kurangnya pasokan air.

“Ya, akan kita panggil pihak terkait, Senin (18/11) mendatang, apa kendala di lapangan, serta kendala di sarana prasarananya kenapa kerjanya kurang maksimal,” singkat Ponco Nugroho, ST Ketua DPRD Tubaba saat dikonfirmasi Netizenku.com melalui telpon selulernya, Selasa (12/11).

Di lain pihak, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran pada Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Pemkab Tubaba Nurbudiman mengatakan pihaknya telah berupaya semaksimal mungkin dalam menangani kejadian kebakaran di wilayah Kabupaten Tubaba.

“Pada Senin (11/11) Kami sejak pukul 16.00 Wib melakukan penanganan kebakaran di kebun karet milik PT HIM di daerah perbatasan dengan Kabupaten Tuba menggunakan 1 unit Damkar hingga malam. Dan sekitar pukul 20.40 Wib kami mendapat laporan terjadi kebakaran di Tiyuh Panaragan Jaya Indah dan langsung mengarahkan 2 unit Damkar ke lokasi tersebut. Dalam perjalanan kami dibantu Damkar dari Kabupaten Tuba dan Mobil Tanki Dinas Perkimta Tubaba. Sementara api berhasil dipadamkan dan dilakukan pendinginan sekitar pukul 22.00 Wib,” terangnya saat ditemui di ruang kerjanya.

Pihaknya mengaku sudah berupaya maksimal dalam melakukan penanganan kebakaran milik warga tersebut, akan tetapi sarana dan prasarana Pemadam Kebakaran Kabupaten Tubaba belum memadai bahkan ada kerusakan di beberapa unit peralatan.

“Mesin pendorong power engine yang terkoneksi langsung dengan mesin Mobil Isuzu BE8004QZ rusak, sementara sekarang ini memang kami bantu menggunakan Allkon. Dan peralatan di mobil ini memang harus diremajakan agar kerja kami bisa maksimal, sebab mobil Damkar ini sudah digunakan sejak 2011 silam,” paparnya.

Untuk memenuhi Standar Pelayanan Prosedur (SOP) Pemadam Kebakaran sesuai hasil kunjungan Personil Pemadam Kebakaran Indonesia Bapak Sugiarto ke Tubaba, Pemadam Kebakaran Pemkab Tubaba membutuhkan sarana dan prasaran pendukung agar dapat melaksanakan tugas pemadam kebakaran dengan baik dan sukses dengan melakukan peremajaan peralatan di dua unit mobil Damkar milik pemkab Tubaba yang dimiliki saat ini, dan pengadaan 2 unit Damkar baru dengan estimasi kebutuhan anggaran mencapai Rp4,1 miliar.

Budiman merinci, untuk kendaraan Damkar yang dibeli tahun 2011 merek Isuzu Nopol BE8004QZ membutuhkan peremajaan peralatan mencapai Rp400-an juta yakni pengadaan ruber fire hosered cobra 2.5 sebanyak 2 rol, 1 unit pistol grip nozzel nozzpro multipurpose style 8611, 1 unit fire monitor, 1 unit pemadam portabel OFL-23 HP, 1 unit water streder floating pump, 1 unit lampu lighbar, dan 1 unit HT Motorolla CP-1300 VHF, dan Servis pintu.

Sementara untuk kendaraan Damkar merk Hino Nopol BE9050QZ untuk peremajaan beberapa unit peralatan membutuhkan anggaran Rp165 jutaan dengan rincian yakni ruber fire hosered cobra sebanyak 2 rol, pistol grip nozzel nozzpro multipurpose style 1 unit, water treder floating pump 11 hp-1300Lpm 1 unit. Lampu lighbar c/w sirine 1 unit. HT Motorolla CP 1300VHF 1 unit, dan servis pintu.

“Itu hasil estimasi penghitungan pihak Pemadam Kebakaran Indonesia mengacu pada SOP. Sementara 2 unit mobil Damkar yang dimiliki Pemkab Tubaba saat ini kondisinya masih baik, baik mesin, kaki-kaki, maupun sasis kendaraannya, jadi Pemkab masih bisa melakukan peremajaan peralatannya saja,” terangnya.

Kebutuhan anggaran tersebut, lanjut dia, ditambah pengadaan 2 unit kendaraan Damkar baru jenis Mobil Hino Fire Engine chasis 130PS 1 unit dengan nilai Rp1,6 Miliar, dan  Mobil water supply pemadam 8500 liter Chasis Hino 235PS 1 unit dengan nilai Rp1,9 miliar.

“Kebutuhan tersebut sudah kami usulkan sejak 2018, dan di akomodir di 2019 dengan dianggarkan untuk pembelian Mobil Damkar Hino Fire Engine chasis 130PS 1 unit. Namun, dalam perjalanan Pemkab Tubaba saat ini tengah menunggu proses pengiriman 2 unit Damkar hasil Hibah Pemerintah Jepang yang rencananya sampai ke Tubaba sekitar 18 November mendatang,” tukasnya.(Arie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here