Pemkot Belum Vaksinasi Warga Luar Bandarlampung

Redaksi

Senin, 21 Juni 2021 - 17:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua I DPRD Kota Bandarlampung, Aderly Imelia Sari ST, menghadiri vaksinasi Covid-19 massal dalam rangka HUT Ke-339 Kota Bandarlampung di Pemkot setempat, Senin (21/6). Foto: Netizenku.com

Wakil Ketua I DPRD Kota Bandarlampung, Aderly Imelia Sari ST, menghadiri vaksinasi Covid-19 massal dalam rangka HUT Ke-339 Kota Bandarlampung di Pemkot setempat, Senin (21/6). Foto: Netizenku.com

Bandarlampung (Netizenku.com): Pemerintah Kota Bandarlampung melaksanakan vaksinasi Covid-19 bagi 3.390 masyarakat usia 18-59 tahun dalam rangka memperingati HUT Ke-339 Kota Bandarlampung.

Vaksinasi massal berlangsung di tiga lokasi; Kantor Pemkot Bandarlampung, Mapolresta Bandarlampung, Makodim 0410/KBL diikuti 31 Puskesmas di 20 Kecamatan.

Warga yang divaksinasi cukup membawa fotokopi KTP Elektronik (e-KTP) domisili setempat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wakil Ketua I DPRD Kota Bandarlampung, Aderly Imelia Sari ST, yang hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan mendukung pelaksanaan vaksinasi Covid-19 sebagai bentuk proteksi diri terhadap bahaya virus corona.

“Untuk program vaksinasi Covid-19 kita support 100% kegiatan Pemkot. Kita juga mau, biar mata rantai Covid-19 nya terputus. Dalam arti kata bukan berarti sudah divaksinasi tidak tertular tapi setidaknya ada proteksi diri,” ujar Aderly.

Baca Juga  Cuaca Panas dan Angin Kencang, Eva Dwiana Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Menurut politisi Gerindra ini, syarat fotokopi e-KTP domisili Kota Bandarlampung bagi sasaran penerima vaksin merupakan bentuk prioritas pemerintah daerah bagi warganya karena keterbatasan stok vaksin Covid-19.

“Di daerah kita prioritaskan orang daerah (setempat) dulu. Selepas ini kita lihat, pendistribusiannya kan bertahap tidak langsung sekaligus. Kalau memang stok vaksin kita ada, kita support Pemkot untuk melakukan semuanya,” kata dia.

“Tadi Bu Wali juga mempersilahkan kok ada tamu yang tidak ber-KTP Bandarlampung,” lanjut dia.

Namun Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung, Edwin Rusli, menyampaikan meskipun ketersediaan vaksin Covid-19 mencukupi, Pemkot tetap akan lebih memprioritaskan warga Kota Bandarlampung sesuai kebijakan pemerintah pusat.

“Tidak bisam tetap harus e-KTP Bandarlampung ketika pasokan vaksin mencukupi tidak bisa. Mereka yang punya wilayah ada di wilayah Jakarta,” tegas Edwin.

Baca Juga  Pemkot Bandar Lampung Salurkan Bantuan Beras untuk Warga Terdampak Kemarau

Hal senada disampaikan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kota Bandarlampung, dr Aditya M Biomed.

Menurut dr Aditya secara administrasi tidak menjadi masalah karena e-KTP berlaku secara nasional namun secara teknis dia belum menganjurkan vaksinasi Covid-19 bagi warga luar Kota Bandarlampung.

“Pasokan vaksin terbatas, ini saja kita sempat stagnan. Kalau saya lebih teknis lagi, saya takutnya begini, vaksin ini kan macam-macam,” kata dia saat dihubungi, Senin (21/6).

“Kalau misalnya pemerintah bisa jamin bahwa semua vaksin sama, itu kan lebih enak. Di awal-awal dulu kita yakin cuma ada Sinovac, sekarang mulai ada Astrazeneca,” lanjut dia.

Baca Juga  APBD Perubahan Bandar Lampung Disepakati, Pemkot Kejar Realisasi Program dalam Tiga Bulan

Dalam Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor: HK.01.07/Menkes/12758/2020 tentang Penetapan Jenis Vaksin untuk Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19, pemerintah mengumumkan 7 jenis vaksin Covid-19 yang digunakan di Indonesia yaitu Sinovac, PT Bio Farma, Novavax, Oxford-Astrazeneca, Pfizer-BioNTech, Moderna, dan Sinopharm.

Dia mengkhawatirkan, warga luar daerah Bandarlampung yang mengikuti vaksinasi Covid-19 menggunakan vaksin Sinovac tidak mendapatkan jenis vaksin yang sama saat kembali ke daerahnya.

Aditya menegaskan Pemerintah Kota Bandarlampung yang sejak awal menerima vaksin Sinovac maka ke depannya harus vaksin Sinovac juga.

“Jenis vaksin itu enggak boleh beda. Kalau nanti enggak sama vaksinnya, masalah itu, bisa dijamin enggak. Memang belum ada penelitiannya, namanya on going research, semua vaksin masih dipantau,” ujar dia. (Josua)

Berita Terkait

Cuaca Panas dan Angin Kencang, Eva Dwiana Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Gerak Jalan Beregu Pramuka Bandar Lampung Dorong Semangat Kebersamaan
APBD Perubahan Bandar Lampung Disepakati, Pemkot Kejar Realisasi Program dalam Tiga Bulan
Pemkot Bandar Lampung Salurkan Bantuan Beras untuk Warga Terdampak Kemarau
PPM Bandarlampung Gandeng Kodim 0410/KBL Gelar LKBB Tingkat SMP
Bunda Eva Siapkan 5 Sumur Bor untuk Atasi Kekeringan, Tahun Depan Tambah 50 Titik
LVRI, PIVERI, dan PPM Bandar Lampung Gelar Gathering, Rawat Semangat Perjuangan Antargenerasi
HUT Ke-81 RI, Pemkot Bandar Lampung Gelar Upacara dan Lomba Bersama Forkopimda

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:26 WIB

Andhika Wibawa Dukung Standar Akademik untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:36 WIB

Pendaftaran Ditutup, Wirahadikusumah dan Adi Kurniawan Jadi Pendaftar Tunggal Ketua PWI Lampung

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:24 WIB

Karhutla TNWK Mulai Mereda, Asap Masih Tersisa di Lahan Gambut

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:45 WIB

Andika Wibawa Dukung Larangan Vape di Sekolah, Waspadai Penyalahgunaan Narkoba

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Mikdar Ilyas Sebut Harga Singkong Rp3.150 per Kg Hasil Perjuangan Pansus

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:29 WIB

Wamenaker Ajak JARNAS.INDO Perkuat Sinergi Pembangunan Ketenagakerjaan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Demokrat Lampung Siapkan Muscab, Edy Irawan Bidik Kursi Pimpinan DPRD

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Gubernur Lampung Fokus Tangani Karhutla TNWK, Lima Hektare Dipadamkan per Hari

Berita Terbaru