Pemkot Bandarlampung Tingkatkan 3T dan Vaksinasi

Redaksi

Selasa, 8 Februari 2022 - 15:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas medis dari Dinas Kesehatan Bandarlampung memeriksa kesehatan salah satu supir angkutan umum sebelum divaksinasi Covid-19, Selasa (8/2). Foto: Netizenku.com

Petugas medis dari Dinas Kesehatan Bandarlampung memeriksa kesehatan salah satu supir angkutan umum sebelum divaksinasi Covid-19, Selasa (8/2). Foto: Netizenku.com

Bandarlampung (Netizenku.com): Pemkot Bandarlampung meningkatkan testing, tracing, dan treatment (3T), serta vaksinasi Covid-19 seiring lonjakan kasus Covid-19 di kota setempat.

Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana saat meninjau vaksinasi Covid-19 dosis satu, dua, dan booster di Pasar Bambu Kuning menjelaskan peningkatan kasus Covid-19 sebagian besar disebabkan riwayat perjalanan dari luar daerah.

Hasil pemeriksaan tes usap antigen kepada para pedagang Pasar Bambu Kuning, sedikitnya 9 orang reaktif dari 35 pedagang yang diperiksa. Dari 9 orang tersebut, 7 pedagang mengaku melakukan perjalanan ke Jakarta untuk keperluan berbelanja.

Baca Juga  Biawak di Jendela, Sanca Bersembunyi di Bawah Meja

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga: Pedagang Bambu Kuning Enggan Dites Usap Antigen 

“Ini kita harus antisipasi bersama-sama, kalau mereka menularkan ke keluarga besarnya bagaimana? Apalagi tadi ada yang sakit orangtuanya,” kata Eva Dwiana.

Untuk memutus rantai penularan Covid-19, Eva Dwiana selaku Kepala Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Bandarlampung mengintruksikan seluruh puskesmas untuk melakukan 3T dan memantau perkembangan masyarakat yang menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah.

Baca Juga  Disdikbud Bandar Lampung Fasilitasi Siswa Tak Lolos PPDB

“Kita langsung lapor ke puskesmas masing-masing, mereka isoman di rumah dulu, tanpa gejala. Mereka merasa dirinya baik semua makanya tadi tidak mau diantigen,” ujar dia.

Meski terdapat 9 pedagang reaktif Covid-19, Pasar Bambu Kuning masih tetap dibuka untuk sementara dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Kita lihat perkembangannya, kalau meningkat ya antisipasi, akan kita tutup,” kata dia.

Baca Juga  PSEL Lampung Raya Mulai Dimatangkan

Eva Dwiana menuturkan hasil penelusuran yang dilakukan Tim Satgas Covid-19 di pusat-pusat perbelanjaan ditemukan satu orang terpapar Covid-19 di Chandra, 7 orang di Simpur, dan 6 orang di kawasan Teluk.

“Ini masih lanjut kita keliling. Kalau kita tahu dari awal, insyaallah langsung kita obati, dan yang lain bisa waspada. Jangan main-main dengan Omicron,” tutup dia. (Josua)

Berita Terkait

LVRI, PIVERI, dan PPM Bandar Lampung Gelar Gathering, Rawat Semangat Perjuangan Antargenerasi
HUT Ke-81 RI, Pemkot Bandar Lampung Gelar Upacara dan Lomba Bersama Forkopimda
Bandar Lampung Peroleh Bantuan 300 Bedah Rumah BSPS
Pemkot Ajak Warga Jaga Kerukunan, Rawat Perbedaan
Pemkot Perkuat Tata Kelola Program
1,19 Juta Wisatawan Datang ke Bandar Lampung
292 Alat Bantu untuk Warga Bandar Lampung
PSEL Lampung Raya Mulai Dimatangkan

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 00:19 WIB

HUT Ke-81 RI, Pemkot Bandar Lampung Gelar Upacara dan Lomba Bersama Forkopimda

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:32 WIB

Bandar Lampung Peroleh Bantuan 300 Bedah Rumah BSPS

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:30 WIB

Pemkot Ajak Warga Jaga Kerukunan, Rawat Perbedaan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 22:51 WIB

Pemkot Perkuat Tata Kelola Program

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:19 WIB

1,19 Juta Wisatawan Datang ke Bandar Lampung

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:17 WIB

292 Alat Bantu untuk Warga Bandar Lampung

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:26 WIB

PSEL Lampung Raya Mulai Dimatangkan

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:23 WIB

Kodam XXI/Radin Inten Genap Satu Tahun

Berita Terbaru

Pringsewu

Polisi Tetapkan FD Tersangka Kasus Pelajar di Kos

Selasa, 25 Agu 2026 - 20:02 WIB