oleh

Pemkab Tanggamus The Best PPD Lampung 2018

Bandarlampung (Netizenku.com): Upaya keras dan inovasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Tanggamus bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam menyusun RKPD, berbuah manis. Setelah semua kerja cerdas, ikhlas, dan kerja keras BAPPEDA itu, akhirnya Kabupaten Tanggamus meraih Penghargaan Terbaik I Perencanaan Pembangunan Daerah (PPD) Lampung 2018.

Piala penghargaan langsung diberikan oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo kepada Penjabat Bupati Tanggamus Ir. Zainal Abidin saat pelaksanaan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Lampung bertemakan Memantapkan Pertumbuhan yang Berkualitas, Berdaya Saing, dan Berkeadilan, Rabu (11/4).

Baca Juga  2 Bulan, Satreskrim Lambar Amankan 10 Tersangka

Selain Tanggamus, Terbaik II diraih Kabupaten Lampung Barat, dan Terbaik III diraih Kabupaten Lampung Selatan.

Untuk OPD lingkup pemprov, Penghargaan Perencanaan Pembangunan Terbaik diberikan pada Dinas Ketahanan Pangan Lampung.

Kepala BAPPEDA Tanggamus, Hi. Hendra Wijaya Mega yang berkesempatan mendampingi Pj. Bupati Zainal Abidin melalui pesan singkatnya mengatakan, ada beberapa poin penting yang disampaikan Mendagri dalam sambutannya.

Baca Juga  Tembus Kabut GLD Lambar Bagikan Sembako ke Petugas Kebersihan

\”Bapak Mendagri tadi, dalam sambutannya menyampaikan, perencanaan pembangunan harus terencana dan terukur serta selaras dan seiring dengan program Pemerintah Pusat. Kemudian, harus sinkron dengan program pemerintah provinsi dan kabupaten/kota,\” ujar Hendra Wijaya mengutip sambutan mendagri.

Poin berikutnya, kata dia, pemerintahan era Presiden Joko Widodo terus memperkuat otonomi daerah. Terlebih Lampung merupakan provinsi yang sangat strategis. Kemudian, di dalam sebuah pemerintah daerah, bukan hanya ada bupati. Tetapi juga ada TNI/POLRI, Kejaksaan, Pengadilan, dan pastinya DPRD kabupaten/kota.

Baca Juga  Kodim 0422 Lampung Barat bersama KBT Gelar Buka Bersama

\”Untuk itu, satu kesatuan harus dibangun dalam sebuah lembaga pemerintah daerah bersama semua unsur tersebut. Pembentukan sinergi itu juga harus melibatkan perguruan tinggi, tokoh agama, tokoh masyarakat, bahkan media massa dan organisasi lembaga swadaya masyarakat,\” ajak Tjahjo. (Rapik/Aby)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *