Pelayanan Hingga Tarif RSUD Pesawaran Dikeluhkan Warga

Redaksi

Rabu, 13 Maret 2019 - 16:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesawaran (Netizenku.com): Sejumlah elemen masyarakat yang tergabung di Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang ada di wilayah Kabupaten Pesawaran mendatangi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) setempat, Rabu (13/3).

Kedatangan mereka ini ingin mengkritisi dan salurkan aspirasi tentang keluhan masyarakat terkait pelayanan yang diberikan pihak rumah sakit, yang selama ini dinilai masih kurang sangat maksimal.

\”Banyak hal yang kita disampaikan di sini terutama tentang kritikan dalam segi  pelayanan yang ada di RSUD ini,\” kata Sabturizal, koordinator LSM dalam kunjungan ke RSUD tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

selain masalah pelayanan yang kurang maksinal, mereka juga mempertanyakan   tingginya biaya ambulan yang mencapai Rp400 ribu.

\”Persoalan ini datangnya dari masyarakat, terutama masalah buruknya pelayanan dan tingginya tarip ambulan yang di bandrol pihak RSUD dan ini sangat kami sayangkan,\” katanya.

Dalam kesempatan tersebut pihaknya juga sangat menyayangkan tarif pasien rawat inap yang menggunakan fasilitas umum non BPJS, lantaran sangat mahal dibandingkan di RSU swasta yang ada di wilayah Pesawaran, serta yang sangat disayangkan saat pembayaran tidak menggunakan struk hanya berupa kwitansi biasa.

Baca Juga  Warga Bernung Keluhkan Bau Limbah Dapur MBG Dekat Permukiman dan Musala

\”Masa ia sebuah rumah sakit besar seperti ini, karena salah satu hak pasien adalah pelayanan. Ini yang didapat oleh pasien pelayannya songong alias judes, ini kan ga benar,\” ucapnya.

Lebih lanjut dia mengutarakan, selain beberapa poin diatas tersebut ada juga yang dikeluhkan masyarakat terutama keluarga pasien yakni tentang kondisi lampu jalan yang hampir semuanya mati dan tidak adanya kipas angin dirungan pasien. Banyaknya plapon di RSUD yang jebol serta masalah sampah yang berserakan dimana-mana.

\”Kenyamanan lampu juga sangat penting di sini. Karena ada pasien yang bawa senter lantaran gelap dan itu bisa dibuktikan cuma ada satu lampu yang hidup di RSUD ini ditambah lagi banyak toilet yang tersumbat dan itu dibiarkan oleh pihak rumah sakit. Itu menjadi keluhan juga. Untuk masalah kebersihan itu juga luar biasa sampah berserakan kok bisa?. Dimana petugasnya, kalau memang kurang tenaga kebersihan ditamba, lihat rumah sakit lain satu puntung rokok pun ga ada, jalannya juga becek itu ga pantas Untuk rumah sakit semegah ini,bahkan yang lebih parahnya lagi dokter nya juga jarang ada ditempat, ini luar biasa jadi kami disini mewakili rakyat pesawaran,kalau ada pasien tangani dulu jangan cuma dilap- lap aja,karena kita tau alat dirumah sakit ini sudah lumayan lengkap, jangan karena kecelakaan lecet sedikit langsung dirujuk,\” pintanya.

Baca Juga  Warga Bernung Keluhkan Bau Limbah Dapur MBG Dekat Permukiman dan Musala

Menanggapi hal itu, Direktur RSUD Pesawaran Yasmin, sangat menyambut baik atas kritikan dan masukan yang diberikan kepada pihaknya selalu pimpinan di RSUD Pesawaran.

\”Kami sangat terbuka dan siap menerima kritikan dari masyarakat, selagi kritikan itu tujuannya  untuk membangun. Kami juga sadar masih banyak kekurangan di RSUD ini, karena sempet rumah sakit ini antara hidup dan mati ,baru mulai berjalan satu tahun ini masih banyak pembenahan -pembenahan yang harus kita lakukan,\” ungkapnya.

Baca Juga  Warga Bernung Keluhkan Bau Limbah Dapur MBG Dekat Permukiman dan Musala

Sedangkan mengenai masalah tarif ambulan yang dianggap masyarakat terlalu besar sehingga membebankan keluarga pasien, pihaknya kembali menjelaskan bahwa tarip tersebut sudah berdasarkan perda.

\”Tarif ambulan ini sudah ada perdanya, karena saya bekerja disini berdasarkan aturan, Rp400 ribu dalam perda karena kita di sini juga  ditargerkan oleh dewan untuk PAD Rp250 juta pertahun. Maka untuk itu saya sarankan apabila ada masyakat yang merasa keberatan dengan nominal itu sebaiknya mengajukan keberatan secara tertulis jangan lisan yang itu nanti nya sebagai dasar merevsisi perda tarip ambulan itu,\” pungkasnya. (Soheh)

Berita Terkait

Warga Bernung Keluhkan Bau Limbah Dapur MBG Dekat Permukiman dan Musala
Pemkab Pesawaran Gelar FGD Penyusunan ADEM
Tekan Stunting, Pemkab Pesawaran Sosialisasikan Perencanaan Keluarga
Rakor Kades, Bupati Pesawaran Tekankan Respons Cepat dan Optimalisasi PBB
Ground Breaking Jalan Pesisir Pesawaran Dimulai, Akses Wisata Ditargetkan Lebih Lancar
BPS Pesawaran Canangkan Desa Cantik 2026
Bimtek Posyandu di Pesawaran, Perkuat Sinergi Layanan Kesehatan
Kejuaraan Pencak Silat Bupati Cup III IPSI Pesawaran Resmi Ditutup

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:29 WIB

HUT Bandar Lampung ke-344, Budiman As Minta Drainase dan Wisata Jadi Prioritas

Senin, 15 Juni 2026 - 15:15 WIB

APBD Seret Bukan Alasan! Warga Linggapura Nekat Bangun Jalan Sendiri

Senin, 15 Juni 2026 - 14:31 WIB

Budiman AS Ramaikan Bursa Calon Ketua DPD Partai Demokrat Lampung

Senin, 15 Juni 2026 - 12:47 WIB

Demo Mahasiswa di Pemprov Lampung Memanas, Massa Desak Masuk Halaman Kantor

Minggu, 14 Juni 2026 - 21:08 WIB

Menuju Pesantren Ramah Anak, PKB Lampung Gagas Sistem Perlindungan Santri

Jumat, 12 Juni 2026 - 21:03 WIB

Ketok Palu! DPRD Targetkan 16 Raperda Prioritas dalam Propemperda Lampung 2026

Jumat, 12 Juni 2026 - 13:47 WIB

Lampung Raih WTP ke-12 Berturut-turut

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:22 WIB

PKB Lampung Panaskan Mesin Politik, DPP Resmi Tetapkan 15 Ketua DPC Baru

Berita Terbaru