oleh

Pelaku Curas di Tanggamus Terancaman 9 Tahun Penjara

Tanggamus (Netizenku.com): Polsek Talang Padang, Polres Tanggamus, menangkap LHS alias Lexa (19) seorang tersangka pencurian dengan kekerasan (Curas), Selasa (26/11).

Dari tangan tersangka yang beralamat di Pekon Negeri Agung, Kecamatan Talang Padang, Kabupaten Tanggamus itu, petugas juga mengamankan barang bukti Handphone Realmi C2 warna hitam berlian milik korbannya, Suhairi (49).

Kapolsek Talang Padang, Polres Tanggamus, AKP Khairul Yassin Ariga, S.Kom mengatakan, tersangka ditangkap berdasarkan penyelidikan laporan korban tanggal 1 September 2019.

\”Berdasarkan penyelidikan laporan tersebut, tersangka berhasil diidentifikasi dan ditangkap saat berada di rumahnya pada pukul 10.00 Wib,\” kata Iptu Khairul Yassin mewakili Kapolres Tanggamus, AKBP Hesmu Baroto, SIK. MM., Rabu (27/11).

Baca Juga  Kaban RSDM Kementerian Perikanan Saksikan Panen Raya Udang SUPM Tanggamus

Iptu Khairul Yassin menjelaskan, kronologis kejadian yang dilakukan tersangka, pada hari Minggu tanggal 1 September 2019 sekira pukul 07.00 Wib, TKP di depan warnet kopi net, Pekon Sukarame, Kecamatan Talang Padang, Kabupaten Tanggamus.

Bermula saat anak korban sedang bermain handphone di depan kopi net, tersangka datang menghampiri dengan menggunakan sepeda motor Honda Revo, tersangka berpura-pura menanyakan kapan bukanya warnet tersebut.

Baca Juga  Bupati Tanggamus Lantik 220 Kapekon Secara Virtual

Tersangka yang masih duduk di atas sepeda motornya langsung mengambil paksa handphone anak korban dan langsung melarikan diri, sehingga korban mengalami kerugian 1 unit handphone Realmi C2 senilai Rp1,8 juta.

\”Modusnya, tersangka berpura-pura akan bermain di warnet. Ketika anak korban yang sedang bermain handphone lengah. Tersangka langsung merebutnya dan kabur dari TKP,\” jelasnya.

Saat ini tersangka dan barang bukti berupa handphone dan sepeda motor B 6254 CTY yang digunakan melancarkan aksinya diamankan di Polsek Talang Padang guna proses penyidikan lebih lanjut.

Baca Juga  Tanggamus Terima Opini WTP ke Lima dari BPK RI

\”Atas kejahatannya, tersangka dijerat pasal 363 KUHPidana, ancaman maksimal 9 tahun penjara,\” imbuhnya.

Sementara itu, tersangka dalam penuturannya mengaku awalnya tidak berniat mengambil handphone anak korban, namun karena melihat anak korban lengah sehingga ada kesempatan.

Ia juga berdalih, baru sekali melakukan kejahatan sejenis, hal itu dilakukannya karena ingin memiliki handphone yang akan dipergunakannya sendiri.

\”Awalnya ngga niat pak, cuma ada kesempatan. Handphone mau saya pakai sendiri,\” ucap tersangka di hadapan penyidik. (Arj)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *