oleh

Partisipasi Vaksinasi Lansia Rendah, IDI Sarankan Jemput Bola

Bandarlampung (Netizenku.com): Hingga saat ini angka kematian penduduk usia 60 tahun ke atas atau lanjut usia (lansia) di Provinsi Lampung masih tertinggi, dengan cakupan vaksinasi Covid-19 bagi warga lansia juga masih rendah.

Data Satgas Penanganan Covid-19 Nasional pada laman covid19.go.id pertanggal 20 Agustus 2021 menyebutkan kelompok usia 60 tahun ke atas yang terpapar Covid-19 dan meninggal mencapai 45,7%.

Persentase kematian lansia ini tertinggi di antara kelompok usia lainnya dengan kondisi penyerta penyebab kematian tertinggi Hipertensi (31,3%), Diabetes Melitus (18,8%), Penyakit Jantung (18,8%).

Sumber: Satgas Penanganan Covid-19

Pada hari yang sama, data Kementerian Kesehatan RI pertanggal 20 Agustus 2021 hingga pukul 12.00 Wib pada laman https://vaksin.kemkes.go.id/#/provinces menyebutkan penduduk lansia di Provinsi Lampung yang menerima dosis lengkap baru mencapai 39.796 orang, sementara dosis pertama 53.231 orang dengan jumlah total penduduk lansia penerima vaksin sebanyak 704.246 jiwa se-Lampung.

Baca Juga  BPBD Butuh Bantuan Alat Berat TNI untuk Hadapi Bencana Besar
Sumber: Kementerian Kesehatan RI

Penduduk lansia menjadi kelompok rentan Covid-19 karena dapat mengakibatkan infeksi berat, seiring dengan proses penuaan sistem imun pelindung tubuh juga berkurang. Selain itu, tidak sedikit lansia yang memiliki penyakit kronis, seperti penyakit jantung, diabetes, asma, atau kanker.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kota Bandarlampung, dr Aditya M.Biomed, ketika dihubungi pada Jumat (20/8) mengatakan vaksinasi lansia sebaiknya dilakukan dengan mendatangi rumah-rumah warga lansia.

“Kalau ada masalah kayak gitu, mungkin harus jemput bola. Kita mendatangi (lansia) dengan memanfaatkan teman-teman di Puskesmas,” ujar dia di Bandarlampung.

Baca Juga  Herman HN: Tim Gugus Tugas Jangan Diam Saja

Menurut dia, Puskesmas memiliki data-data warga lansia di wilayahnya yang bersumber dari jajaran di bawahnya seperti Puskesmas Pembantu (Pustu) dan Pos Kesehatan Kelurahan (Poskeskel).

“Alasannya apa karena ketidakmampuan datang ke tempat (vaksinasi). Saya rasa bisa diusulkan atau ditargetkan (jemput bola),” kata dia.

Aditya yang juga Kepala UTD PMI Provinsi Lampung menuturkan biasanya di bulan vaksinasi, petugas Puskesmas menjadi ‘tukang sapu bersih’.

“Harus mendatangi rumah warga lansia, kan bisa dijadwalkan  per-RT atau per-RW. Saya rasa bisa, insyaallah,” harap dia.

Badan Kesehatan PBB (World Health Organization) pada 18 Agustus 2021 merilis laporan situasi Covid-19 mingguan terkait situasi penilaian risiko mingguan menurut provinsi di Indonesia, per 15 Agustus 2021, menyebutkan capaian vaksinasi dosis kedua penduduk lansia di Lampung sebesar 5,5%.

Baca Juga  Bangun Fasilitas Umum, Pemkot Sertifikasi Lapangan Waydadi dan Wayhalim
Sumber: WHO

Dalam laporannya WHO juga mengatakan cakupan vaksinasi dosis kedua di antara populasi yang lebih tua, terus rendah di sebagian besar provinsi. Pada 16 Agustus, hanya DKI Jakarta yang mencatat cakupan di atas 70% di antara kelompok sasaran lansia dan 17 provinsi masih melaporkan cakupan dosis kedua di bawah 10%.

Menurut WHO dibutuhkan upaya berkelanjutan untuk lebih meningkatkan aksesibilitas dan kesadaran akan pentingnya manfaat vaksinasi Covid-19 di antara populasi yang lebih tua dan rentan, untuk mengurangi morbiditas dan mortalitas. (Josua)

Komentar