Parosil : Pameran Bonsai Bisa Dongkrak Pariwisata Lambar

Redaksi

Sabtu, 17 Maret 2018 - 14:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung Barat (Netizenku): Pameran Bonsai yang digelar Lambar Bonsai Community di Kebun Raya Lowa, Kubu Perahu, Balik Bukit, berhasil memikat hati Bupati dan Wakil Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus dan Mad Hasnurin.

Dala arahannya, Parosil meyakini bahwa pencinta dan pencipta tanaman bonsai merupakan orang-orang kreatif. Menurutnya hal ini merupakan salah satu cara yang tepat dalam membangun Lambar.

\”Pencinta bonsai merupakan pecinta alam, dan secara tidak langsung semakin memperbanyak khasanah pariwisata dan yang pasti ikut serta menjaga lingkungan,\” kata Parosil, Sabtu (17/3).

Baca Juga  Evaluasi LKPJ 2025, Bupati Tubaba Perkuat Sinergi Wujudkan Visi 2029

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

\"\"

Untuk itu, Parosil berharap ke depanmya LBC mampu menggelar event pameran bahkan lomba bonsai tingkat nasional, sehingga para komunitas pencinta bonsai akan kumpul di Lambar. Sebab, selain dapat meningkatkan kunjungan wisatawan, hal ini juga berdampak pada perekonomian masyarakat.

\”Saya minta teruslah berkreasi dan menciptakan bonsai yang terbaik, dan ke depan bisa membuat event tingkat nasional. Melalui bonsai, pariwisata Lambar lebih dikenal oleh masyarakat luar,\” harapnya seraya mengatakan kreasi bonsai juga merupakan lahan edukasi bagi pelajar.

Baca Juga  Siswi SMAN 1 Liwa Raih Beasiswa Kedokteran Gigi Unsyiah

Pada pameran bonsai pertama di Lambar yang menampilkan 210 jenis tanaman yang dikerdilkan tersebut, Wakil bupati Mad Hasnurin juga memberikan apresiasi terhadap karya seni yang ditampilkan pada pameran tersebut.

\”Hanya sedikit yang mampu menghasilkan karya bonsai yang bernilai seni tinggi, dan apa yang dipamerkan saat ini sangat mengagumkan,\” kata dia.

Mad Hasnurin juga mendukung komunitas bonsai di Lambar, karena bonsai merupakan karya seni yang memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi. \”Saya dengar yang dipamerkan ada harganya yang mencapai Rp75 juta, artinya kreativitas membuat bonsai merupakan usaha yang sangat menjanjikan apabila dilakukan dengan tekun dan serius,\” ujarnya.

Baca Juga  Parosil, Jabatan Bukan Hadiah OPD Harus Inovatif

Pada Pameran bonsai yang bernilai total Rp2 Miliar tersebut, Mad Hasnurin berharap lebih banyak lagi warga Lambar yang mampu menghasilkan karya-karya terbaik dan menjadi lahan usaha baru. \”Sekarang kalau kita kreatif semua menjadi lahan usaha, apalagi saat ini pasar yang paling efektif adalah melalui media online,\” kata dia. (Iwan)

Berita Terkait

Hapkido Lampung Barat Borong 14 Medali pada Try Out Porprov
Siswi SMAN 1 Liwa Raih Beasiswa Kedokteran Gigi Unsyiah
Bambang Kusmanto Pasang Lampu Jalan untuk Warga Sukau dan Balik Bukit
Parosil, Jabatan Bukan Hadiah OPD Harus Inovatif
Evaluasi LKPJ 2025, Bupati Tubaba Perkuat Sinergi Wujudkan Visi 2029
Sekda Lampung Dukung Program BKKBN, Percepat Penurunan Stunting dan Pembangunan Keluarga Berkualitas
Birokrasi Gemuk, Kinerja Kurus: Lampung Barat Terjebak Ilusi Efisiensi
Ada Ulat di Menu MBG, Siswa Lambar Enggan Konsumsi

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:38 WIB

Kwarcab Pramuka Tubaba Lantik Pengurus PAW, Fokus Kejar Program Strategis

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:53 WIB

SDN 14 Tulang Bawang Barat Terbakar, Ruang Kelas Hangus Dilalap Api

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:46 WIB

DPRD Tubaba Sidak Proyek Irigasi Rp48,35 Miliar yang Diduga Bermasalah

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:43 WIB

Proyek Irigasi Rp48 Miliar di Tubaba Diduga Mangkrak

Minggu, 31 Mei 2026 - 21:02 WIB

Pemkab Tubaba Raih Opini WTP ke-15 Kali Berturut-turut

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:33 WIB

Tubaba Usulkan Sekolah Nasional Terintegrasi, Siapkan Kawasan Pendidikan Bertaraf Internasional

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:29 WIB

Tubaba Siapkan Tim Lintas Sektor untuk Awasi Aktivitas Usaha

Selasa, 19 Mei 2026 - 21:48 WIB

Tulang Bawang Barat Targetkan Siltap Aparatur Tiyuh Dibayar Sebelum Iduladha

Berita Terbaru