Kehadiran Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, di tengah korban banjir yang melanda dua pekon di Kecamatan Suoh dan Bandar Negeri Suoh (BNS), bukan hanya sebatas menyampaikan duka cita. Ia juga membawa harapan baru bagi warga terdampak.
Lampung Barat (Netizenku.com): Parosil memastikan empat keluarga yang kehilangan rumah akibat hanyut terbawa arus akan mendapatkan hunian baru dari pemerintah daerah. “Kami ucapkan rasa duka yang mendalam. Empat unit rumah warga yang hanyut akan dibangunkan kembali oleh pemerintah daerah. Tolong carikan lahan di tempat lain, yang aman dari banjir dan tidak bermasalah secara hukum,” ujarnya.
Selain itu, Bupati menekankan pentingnya pelayanan kesehatan yang siaga 24 jam, kelancaran proses belajar mengajar, serta ketersediaan logistik makanan. Hal ini agar para korban dapat lebih fokus pada pemulihan pasca banjir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Puluhan keluarga terdampak berpotensi mengalami gangguan kesehatan, jadi posko kesehatan harus standby 24 jam. Sekolah tetap buka, guru juga diharapkan bisa memberikan hiburan untuk membantu mengobati trauma anak-anak,” kata Parosil.
Berbeda dari kunjungan pejabat yang sering hanya bersifat simbolis, Parosil benar-benar terlibat langsung. Didampingi Dandim 0422 Letkol Inf. Rizky Kurniawan dan Kapolres Lampung Barat AKBP Rinaldo Aser, ia ikut membantu membersihkan rumah warga dari lumpur, menyapa satu per satu korban, serta menyerahkan bantuan sembako secara langsung. Wajahnya tampak lelah, namun empatinya tidak surut.
“Kami tidak datang hanya untuk melihat-lihat. Kami hadir membawa solusi dan memastikan pemerintah ada di saat rakyat membutuhkan. Hari ini, kami ingin mendengar langsung dari masyarakat: apa yang paling dibutuhkan saat ini dan apa langkah ke depan yang harus diambil,” tegasnya.
Diketahui, banjir yang melanda Pekon Banding Agung, Suoh, dan Bandar Agung, BNS, sejak dua hari lalu dengan ketinggian air 1–1,5 meter telah merusak 60 rumah warga, menghanyutkan empat rumah, serta merendam puluhan hektare sawah yang berpotensi menyebabkan gagal panen. (*)








