Mukhlis Basri Kecam BKSDA Soal Konflik Satwa Liar di Lampung Barat

iwan

Jumat, 11 Juli 2025 - 13:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPR RI, Mukhlis Basri. Foto: Iwan/NK.

Anggota DPR RI, Mukhlis Basri. Foto: Iwan/NK.

Anggota DPR RI, Mukhlis Basri mengecam keras sikap Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) yang dinilai membiarkan konflik antara satwa liar dan manusia terus terjadi tanpa penanganan nyata.

Lampung Barat (Netizenku.com): Mukhlis mengatakan, peristiwa tragis kembali terjadi di Lampung Barat. Seorang warga ditemukan tewas, diduga menjadi korban serangan harimau. Ironisnya, kata dia, hingga kini BKSDA belum menunjukkan upaya konkret untuk menyelesaikan konflik tersebut.

“Saya mengecam keras pembiaran yang dilakukan BKSDA terhadap konflik antara manusia dan satwa liar. Dari tahun lalu sudah ada lima korban jiwa, tapi apa tindakan mereka? Tidak ada,” tegas Mukhlis, Kamis (11/7/2025).

Baca Juga  Viral Jalan Rusak, Sepi Tanggung Jawab: Alarm Keras untuk Evaluasi Kabinet

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mukhlis menyebut korban terbaru merupakan warga musiman asal Pemalang, Jawa Tengah, yang datang ke Lampung Barat saat musim kerja tiba. Meski bukan penduduk tetap, menurutnya, korban tetap bagian dari anak bangsa yang harus dilindungi.

“Walaupun korban berasal dari luar Lampung Barat, mereka tetap warga negara yang wajib mendapat perhatian. Bisa jadi mereka ke sini hanya untuk mencari penghidupan. Tapi dari informasi yang saya terima, BKSDA justru lalai menjalankan tugasnya,” ujarnya.

Baca Juga  Pemkab Lambar Siap Terapkan WFH Setiap Jumat, Tunggu Aturan Resmi

Politisi asal Lampung Barat yang juga mantan Bupati Lampung Barat dua periode itu, turut menyoroti pernyataan sepihak BKSDA yang cenderung menyalahkan masyarakat dalam konflik tersebut.

“BKSDA selalu menuding warga membuka kebun di kawasan hutan. Padahal, lahan itu sudah lebih dulu dibuka masyarakat sebelum ditetapkan sebagai kawasan. Bahkan, di wilayah tersebut kini sudah ada fasilitas umum seperti sekolah dan sarana kesehatan,” tandasnya.

Baca Juga  Iuran KPN Naik, PDAM Mandek, Sampah Membusuk, Warga Lambar Dipaksa Maklum

Diketahui, seorang warga bernama Misni (62), asal Pekon Sukabumi, Kecamatan Batu Brak, Lampung Barat, ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan, Kamis (10/7/2025) malam. Korban diduga kuat menjadi mangsa satwa liar, kemungkinan besar harimau, saat berada di kebun miliknya yang berdekatan dengan kawasan hutan lindung Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS). (*)

Berita Terkait

Sekda Lampung Dukung Program BKKBN, Percepat Penurunan Stunting dan Pembangunan Keluarga Berkualitas
Birokrasi Gemuk, Kinerja Kurus: Lampung Barat Terjebak Ilusi Efisiensi
Ada Ulat di Menu MBG, Siswa Lambar Enggan Konsumsi
Saat Struktur Lebih Gemuk dari Kinerja: Lampung Barat Butuh Perombakan
Iuran KPN Naik, PDAM Mandek, Sampah Membusuk, Warga Lambar Dipaksa Maklum
KPN Sai Betik Lampung Barat: Tanpa Rapat, Tanpa Sepakat Iuran Naik Seenaknya
Pemkab Lambar Siap Terapkan WFH Setiap Jumat, Tunggu Aturan Resmi
SMAN 1 Liwa Ditarget Masuk Lima Besar Sekolah Unggulan di Lampung

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 12:41 WIB

MBG Lampung Beruntung “Dikawal” Duet Kakak Beradik

Kamis, 23 April 2026 - 08:59 WIB

MBG Lampung Gamang Wujudkan Asta Cita Prabowo

Selasa, 21 April 2026 - 12:42 WIB

Birokrasi Gemuk, Kinerja Kurus: Lampung Barat Terjebak Ilusi Efisiensi

Senin, 20 April 2026 - 11:21 WIB

Lampung Dapat Apa dari MBG?

Minggu, 12 April 2026 - 08:10 WIB

Saat Struktur Lebih Gemuk dari Kinerja: Lampung Barat Butuh Perombakan

Minggu, 5 April 2026 - 19:59 WIB

Iuran KPN Naik, PDAM Mandek, Sampah Membusuk, Warga Lambar Dipaksa Maklum

Kamis, 2 April 2026 - 15:58 WIB

KPN Sai Betik Lampung Barat: Tanpa Rapat, Tanpa Sepakat Iuran Naik Seenaknya

Kamis, 8 Januari 2026 - 20:23 WIB

Dari Dapur MBG ke Meja Anak: Siapa yang Kenyang Sebenarnya?

Berita Terbaru

Lampung Selatan

Lampung Selatan Raih Juara 2 Nasional Creative Financing 2026

Minggu, 26 Apr 2026 - 13:35 WIB