Di tengah duka warga Pekon Banding Agung, Suoh, dan Bandar Agung, Kecamatan Bandar Negeri Suoh (BNS), Lampung Barat, akibat banjir besar, Mukhlis Basri hadir sebagai satu-satunya anggota DPR RI yang turun langsung ke lokasi dan menjadi harapan di tengah keputusasaan.
Lampung Barat (Netizenku.com): Mukhlis merupakan anggota Fraksi PDI Perjuangan yang menunjukkan kepeduliannya dengan meninjau langsung warga terdampak banjir di dua kecamatan tersebut. Didampingi Wakil Bupati Mad Hasnurin, Mukhlis tak hanya membawa bantuan, tetapi juga mengajak Kepala Balai Sumber Daya Air (SDA) Way Sekampung dan Way Mesuji untuk melihat kondisi lapangan.
“Saya minta maaf baru bisa datang. Semoga bantuan ini bisa sedikit meringankan beban warga. Tapi yang paling penting adalah penanganan cepat dan permanen dari pihak terkait,” ujar Mukhlis saat menyerahkan bantuan, Kamis (12/9/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kunjungannya, Mukhlis meminta Balai SDA segera melakukan kajian dan penanganan terhadap kerusakan bendungan serta irigasi yang terdampak banjir. Menurutnya, fasilitas tersebut vital karena mengairi lebih dari 50 hektare sawah milik warga.
“Kerusakan ini harus segera diperbaiki. Normalisasi sungai juga penting dilakukan karena pendangkalan akibat banjir akan berdampak kedepan,” tegasnya.
Kepedulian Mukhlis mendapat apresiasi dari Wakil Bupati. Ia mengaku bangga masih ada anggota DPR RI yang benar-benar hadir saat masyarakat menghadapi musibah.
“Terima kasih Pak Mukhlis. Kehadiran Bapak menjadi penguat bagi warga kami yang sedang terkena musibah,” kata Hasnurin.
Sayangnya, dari sepuluh anggota DPR RI yang mewakili Dapil Lampung I, hanya Mukhlis Basri yang hadir dan memberikan perhatian langsung. Padahal, setiap anggota DPR RI menerima dana aspirasi dan reses miliaran rupiah yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk membantu konstituen ketika terjadi bencana.
Diketahui, banjir yang melanda wilayah Suoh dan BNS mencapai ketinggian 1 hingga 1,5 meter. Akibatnya, empat rumah hanyut, delapan rusak berat, sebelas rusak ringan, dan sekitar 60 rumah terdampak. Hingga kini, warga masih berupaya memulihkan kondisi dengan segala keterbatasan. (*)








