oleh

Money Politics Bersiap Denda Rp36 Juta atau Penjara 3 Tahun

Pesawaran (Netizenku.com): Siapa saja bagi pelaku money politics, akan ditindak tegas.

Ini ditegaskan Wakapolda Brigjen Tedi Minahasa, saat menggelar talk show dalam rangka menciptakan pileg dan pilpres aman, damai dan sejuk di Kabupaten Pesawaran bersama bupati Pesawaran, kapolres, ketua KPUD Provinsi Lampung, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, LSM dan insan pers di halaman rumah dinas bupati Pesawaran, Desa Kurungan Nyawa Gedongtataan, Rabu sore (27/3).

Wakapolda menerangkan, pelakunya akan dikenakan pidana maksimal 3 tahun kurungan dan denda maksimal Rp36 juta. Hal ini telah diatur secara tegas dalam pasal 515 undang-undang No.7 tahun 2017.

\”Dalam undang-undang tersebut diterangkan bahwa orang dengan sengaja pada saat penyelenggaraan pemilu menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya kepada orang lain untuk tidak menggunakan  hak suaranya atau menggunakan hak suaranya untuk memilih pasangan calon tertentu, atau calon tertentu itu dipidanan maksimal 3 tahun dan denda maksimal Rp36 juta,\” katanya.

Baca Juga  20 Bintara Polres Pesawaran Tes Urine, ini Hasilnya

Sedangkan mengenai harapan tentang pelaksanaan pemilu sendiri diutarakan dia, tentunya wajib hukumnya sepakat bahwa pemilu harus berjalan aman lancar damai dan sejuk serta betul betul pemilu itu dilaksanakan secara luber dan jurdil.Serta tentunya meningkatkan pastisipasi publik untuk sama-sama bisa hadir di TPS menggunakan hal pilihnya.

\”Mari kita hindari yang namanya golput karena kita ingin ditahun ini masyarakat betul -betul meningkatkan kualitas demokrasi bangsa indonesia di mata dunia,\” tambahnya.

Baca Juga  PUPR: Banjir Penyebab Tanggul Way Kunyaian Jebol, Bukan Karena Kualitas!

Pihaknya juga berharap dalam penyelenggaraan pemilu ini dihindari betul namanya praktek politik identitas seperti salah satunya unsur sara itu memang berpotensi besar dalam timbulnya konplik sosial serta kerusuhan masal yang akhirnya mengganggu persatuan bangsa dan keutuhan NKRI.

Dalam perspektif kepolisan bahwa polri adalah institusi yang memilki tupoksi mejamin kemanan dalam proses pemilu. Dan kita sadari betul bahwa dalam proses pengamanan  pelenyelenggaraan pemilu ini kita masih banyak dengan keterbatasan, apakah itu keterbatsan dalam hal kuantitas, personila kualitas personil, sarana komunikasi serta sarana transportasi dan lainnya. Oleh karena itu dalam lubuk hati yang paling dalam mewakili bapak kapolda saya berharap pastisipasi seluruh potensi masyarakat dan stekholder, agar betul-betul bisa bersinergi dengan sesama aparat keamanan.

Baca Juga  2018, Inspektorat Banyak Tangani Kasus DD

\”Dan semoga hajatan politik di Indonesia ini betul betul berjalan dengan suskses untuk bisa memilih calon pemimpin nasional dan wakil wakil rakyat yang akan membawa bangsa indonesai sebagai bangsa yang maju, memiliki keungugulan dibandingkan dengan bangsa lain di dunia,\” ungkapnya.

Sementara sebelum menggelar talk show Wakapolda sempat singgah di Polres Pesawaran untuk melakukan kunjungan kerja guna memberikan arahan kepada para personil  Polres Pesawaran. (Soheh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *