Liwa (Netizenku.com): Lembaga Independent Penyelenggara Akreditasi (LIPA) yang ditunjuk oleh Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI dalam hal ini Lembaga Akreditasi Rumah Sakit (LARS), melakukan proses akreditasi Rumah Sakit Umum Daerah Alimudin Umar (RSUDAU) Lampung Barat, Selasa (8/11).
Iman Hendarman, mengatakan, penilaian akreditasi dilakukan dua tahap, tahap pertama hari ini dilakukan secara Daring dengan melakukan wawancara terhadap bupati, dewan pengawas, direktur, komite dan pejabat Struktural Rumah Sakit dan terhadap 15 Pokja yang ada di RSUDAU, serta telusur dokumen. Tahap kedua akan dilakukan penilaian telusur lapangan oleh tim surveyor.
“Pihak surveyor telah mewawancara langsung terhadap pak bupati yang diwakili oleh Asisten I Pak Adi Utama, juga terhadap saya selaku direktur, komite, pejabat struktural, tiga orang dewan pengawas dan 15 Pokja yang ada di rumah sakit, serta melakukan penelusuran terhadap dokumen,” kata dia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara pada tanggal 14-15 November mendatang, kata Iman, tim surveyor akan datang langsung ke RSUDAU untuk melihat secara langsung atau melakukan verifikasi faktual fasilitas atau sarana dan prasarana, dokumen dan sistem pelayanan.
“Dari segi pelayanan, dokumen dan fasiltas yang ada di RSUDAU, kami sangat optimis status sebagai rumah sakit paripurna akan dapat kita pertahankan seperti yang kita capai pada Tahun 2017, karena dari tahun ke tahun kita terus meningkatkan dalam segi pelayanan dan fasilitas,” ujarnya, seraya mengatakan memang ada perubahan elemen penilaian.
Akreditasi kata Iman Hendarman yang juga dokter spesialis anak tersebut merupakan pengakuan terhadap mutu pelayanan rumah sakit, bahwa rumah sakit telah memenuhi standar akreditasi yang disetujui oleh pemerintah, yang mempunyai dampak positif.
“Penerapan standar akreditasi mendorong perubahan pelayanan rumah sakit yang lebih berkualitas dan peningkatan kerja sama antara displin profesi dalam perawatan pasien, yang dapat meningkatkan mutu pelayanan dan menambah kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit,” jelasnya. (Iwan/Len)








