Lima Fraksi DPRD Lambar Kompak Kritisi Penggunaan Anggaran Covid-19

Redaksi

Selasa, 8 Juni 2021 - 19:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Liwa (Netizenku.com): Rapat paripurna DPRD Kabupaten Lampung Barat, dengan agenda penyampaian pandangan umum fraksi terhadap Laporan Pertanggungjawaban (LPj) APBD TA 2020, menjadi lahan anggota legislatif mengkritisi baik kehadiran pejabat maupun program kerja.

Rapat paripurna dihadiri Wakil Bupati, Mad Hasnurin, Pimpinan Sidang Wakil Ketua I DPRD, Sutikno, menyatakan sudah tradisi apabila rapat paripurna hanya dihadiri wakil bupati, maka banyak pejabat yang tidak hadir. Seperti saat ini hanya dua camat, yakni camat Balikbukit dan Lumbok Seminung.

Sementara Fraksi Partai Demokrat (FPD) yang diwakili Heri Gunawan, mengatakan pelaksanaan APBD TA 2020 belum sempurna, karena penyerapan anggaran tidak 100 persen. Selain itu anggaran penanganan Covid-19 senilai Rp22,10 miliar laporan yang disampaikan tidak jelas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu yang juga dikritisi FPD terkait banyak program pembangunan yang tidak berjalan, atau ditunda dengan alasan anggaran dialihkan untuk penanganan pencegahan dan dampak Covid-19, tetapi nyatanya masih ada silpa Rp57 miliar lebih. Pihaknya juga dia meminta penjelasan tentang program pengangkatan satu pekon satu perawat, penggunaan Biaya Tidak Terduga (BTT) digunakan untuk mengembalikan kerugian dengan disimpangkannya Dana Desa oleh peratin Pekon Teba Liokh.

Baca Juga  Pemkab Lambar Siap Terapkan WFH Setiap Jumat, Tunggu Aturan Resmi

“Anggota DPRD belum pernah menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) oleh BPK, padahal itu wajib diberikan kepada kami, untuk semua pandangan umum dari FPD kami minta agar mendapat jawaban yang akuntabel, dalam rangka penyelenggaraan pemerintah Kabupaten Lampung Barat yang bersih,” kata Heri, seraya mengatakan bupati tidak pernah menjelaskan sumbangan bantuan terkait wabah Covid-19 dari pihak ketiga.

Apa yang menjadi sorotan FPD, hampir sama dengan pandangan umum Fraksi Partai Golkar (FPG) yang disampaikan Ismun Zani, yakni tentang tidak ada LHP setiap penyampaian LPj bupati, satu pekon satu perawat, penggunaan dana untuk penanganan pencegahan dan dampak Covid-19. Lalu, sumbangan dari pihak ketiga atas dampak Covid-19 dan anggaran pengadaan sembako untuk ASN golongan II dan THLS.

Baca Juga  Viral Jalan Rusak, Sepi Tanggung Jawab: Alarm Keras untuk Evaluasi Kabinet

“Kami sangat apresiasi Pemkab dengan cepat melakukan langkah untuk Penanganan Covid-19 dengan melakukan refocusing, tetapi kami menilai banyak kejanggalan dalam penggunaan anggarannya, untuk itu kami minta penjelasan dari bupati, sehingga dana yang digunakan betul-betul dapat dipertanggungjawabkan,” harap Ismun.

Seperti program pengadaan 14 ribu paket sembako yang dianggarkan dalam APBD TA 2020, tetapi kenyataannya tidak sesuai sasaran. Serta BTT digunakan untuk mengembalikan kerugian uang negara akibat disimpangkan oleh Peratin Tebaliokh sebesar Rp331.287.200.

“Informasi yang berhasil dihimpun FPG, program pengadaan sembako yang biasanya diberikan menjelang hari raya Idulfitri tidak tepat sasaran, untuk itu kami minta laporan penerima sesuai dengan by name by adress, serta minta penjelasan dasar hukumnya dana BTT digunakan untuk mengganti Dana Desa Pekon Tebaliokh yang diselewengkan oleh peratinnya,” kata Ismun seraya berharap kritikan dari anggota DPRD tidak ditangkap sebagai ungkapan rasa benci.

Baca Juga  Evaluasi LKPJ 2025, Bupati Tubaba Perkuat Sinergi Wujudkan Visi 2029

Kritikan tajam terkait pelaksanaan dan pertanggungjawaban APBD TA 2020, juga disampaikan Fraksi Partai Gerindra, Fraksi PKS Bersatu dan Fraksi Restorasi Pembangunan Bangsa (FRPB). Juru Bicara, Erwin Suhendra, mengatakan kepala OPD jangan menganggap sidang paripurna sebagai rapat dagelan.

“Rapat paripurna ini merupakan agenda yang sangat penting, tetapi kenyataannya walaupun sudah disampaikan berulang kali tetapi sampai saat ini tidak ada perubahan, jadi jangan sampai kegiatan merupakan dagelan saja. Dari semua OPD di Lampung Barat semua raportnya merah, hanya Dinas Kependudukan dan Capil yang sudah berjalan dengan baik, dan kami berikan apresiasi dengan inovasi CODnya,” kata Erwin. (Iwan/len)

Berita Terkait

Parosil, Jabatan Bukan Hadiah OPD Harus Inovatif
Evaluasi LKPJ 2025, Bupati Tubaba Perkuat Sinergi Wujudkan Visi 2029
Sekda Lampung Dukung Program BKKBN, Percepat Penurunan Stunting dan Pembangunan Keluarga Berkualitas
Birokrasi Gemuk, Kinerja Kurus: Lampung Barat Terjebak Ilusi Efisiensi
Ada Ulat di Menu MBG, Siswa Lambar Enggan Konsumsi
Saat Struktur Lebih Gemuk dari Kinerja: Lampung Barat Butuh Perombakan
Iuran KPN Naik, PDAM Mandek, Sampah Membusuk, Warga Lambar Dipaksa Maklum
KPN Sai Betik Lampung Barat: Tanpa Rapat, Tanpa Sepakat Iuran Naik Seenaknya

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 22:25 WIB

Pansus DPRD Lampung Soroti LKPJ 2026, Minim Data dan Indikator Kinerja

Selasa, 12 Mei 2026 - 19:56 WIB

DPRD Lampung Soroti Pengawasan Lapak Kurban Musiman Jelang Iduladha

Selasa, 12 Mei 2026 - 19:14 WIB

Korban TPPO Dipulangkan, Dewi Mayang Suri Djausal Apresiasi Polda Lampung

Selasa, 12 Mei 2026 - 17:43 WIB

Rakerda 2026, Jihan Ajak Pramuka Perkuat Karakter Pemuda

Selasa, 12 Mei 2026 - 16:42 WIB

DPRD Lampung Dukung Proyek PSEL, Ubah 1.100 Ton Sampah Jadi Energi Listrik

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:12 WIB

MBG Lampung 2026 Diprediksi Datangkan Rp12 Triliun

Senin, 11 Mei 2026 - 20:25 WIB

DPRD Lampung Siapkan Raperda Urban Farming

Senin, 11 Mei 2026 - 20:19 WIB

Gubernur Mirza Kawal Percepatan PSEL Lampung Raya

Berita Terbaru

Lampung Selatan

Pemkab Lampung Selatan Percepat Transformasi Sistem Kerja ASN

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:41 WIB

Lampung Selatan

Lampung Selatan Tuntaskan 99,9 Persen Imunisasi Zero Dose 2026

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:38 WIB

Tulang Bawang Barat

Kementan Salurkan Bantuan Tebu, Kopi, dan Kakao untuk Petani Tubaba

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:11 WIB