oleh

Lagi, Warga Keluhkan Kinerja-Pelayanan RSUD Pesawaran Lampung

Pesawaran (Netizenku.com) : Masyarakat kembali mengeluhkan kinerja oknum pegawai dan pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pesawaran, Lampung.

Kali ini, warga Desa Bernung, Kecamatan Gedongtataan, Romani yang mengeluh, saat putranya bernama Nando Saputra mengalami kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) pada Rabu (4/10/2018).

\”Saat itu anak saya dibawa ke RSUD Pesawaran karena mengalami luka di bagian jari tengah tangan. Tapi para perawat terkesan memberikan pelayanan ala kadarnya,\” ujar dia kepada Netizenku.com, Minggu (7/10/2018).

Bahkan, lanjut Romani, mereka melayani sambil makan, terkesan meremehkan pasien.

Baca Juga  2019, Bupati Tuba Lampung Terapkan Sistem Keuangan Ekstra Ketat

Anehnya, perawat mengatakan jika anaknya harus dirujuk ke rumah sakit lain, karena luka di jari anaknya harus dioperasi akibat mengalami patah.

\”Anak bapak ini harus segera dioperasi dengan biaya Rp 5 juta. Tapi di sini (RSUD Pesawaran) tidak bisa melakukannya. Kami hanya memberikan surat rujukan saja,\” kata Romani, menirukan ucapan perawat tersebut.

\”Di sini (RSUD Pesawaran) luka di jari anak saya itu hanya diberi obat berwarna merah dan disuntik anti nyeri di bagian lengannya lalu lukanya diperban,\” imbuh dia.

Baca Juga  Forum Masyarakat Lampung Unsur Pribumi-Non Pribumi Dibentuk di Pesawaran

Romani lalu membawa anaknya ke Rumah Sakit Bintang Amin di Bandar Lampung.

\”Yang membuat kami heran, di RSUD Pesawaran itu kami disodorkan tagihan sebesar Rp 450 ribu, karena menurut pegawai RSUD itu untuk pasien kecelakaan tidak bisa menggunakan BPJS, tapi Jasa Raharja,\” ungkapnya.

Dengan terpaksa Romani pun membayar.

Namun lucunya, dokter di RS Bintang Amin mengatakan jika luka di jari anaknya itu tidak perlu dilakukan operasi, karena hanya mengalami luka ringan tidak patah, hanya pecah dan cukup dijahit saja.

Baca Juga  Popon: Kenaikan Pangkat Sebagai Penghargaan dari Penilaian kinerja dan Tingkahlaku

\”Alhamdulilah, sekarang anak sudah pulang, hanya tinggal menunggu proses penyembuhan saja. Biayanya untuk rontgen, jahitan, perban dan obat hanya Rp 450 ribu,\” terang Romani.

Dia berharap kepada pàra perawat dan dokter di RSUD Pesawaran agar bekerja profesional, sesuia dengan sumpah dan janji.

Bahkan, bupati Pesawaran berjanji akan lebih memprioritaskan kesehatan masyarakat, terutama dalam segi pelayanan.

\”Hendaknya masyarakat dilayani dengan baik. Tapi ini terkesan kami diperas,\” keluhnya. (soheh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *