oleh

Ketua NU Lamteng Kampanye Usai Pengajian, Panwas Surati KPU

Bandarlampung (Netizenku): Ketua Nahdlatul Ulama (NU) Lampung Tengah Imam Suhadi menjadikan pengajian peringatan Hari Lahir (Harlah) NU Ke-92 di Kecamatan Anak Tuha beberapa waktu lalu, sebagai ajang kampanye Arinal-Nunik.

Pasalnya, dalam pengajian tersebut, Imam membagikan atribut kampanye berupa baju dan kalender milik pasangan calon nomor urut tiga tersebut.

Sontak, para jamaah pengajian berebut untuk mendapatkan kalender dan baju yang ditempatkan di kendaraaan mobil Pajero putih yang diduga milik Ketua NU Lampung Tengah, Imam Suhadi.

Baca Juga  Loekman Terima Torch Relay Asian Games 2018

Koordinator Penindakan Panwas Lampung Tengah Edwin membenarkan dengan adanya pembagian atribut pasangan calon nomor urut tiga tersebut.Atribut tersebut dibagikan setelah acara pengajian, dibawa menggunakan mobil Imam Suhadi.

“Setelah kita konfirmasi ternyata benar, Ketua NU Lampung Tengah Imam Suhadi membawa atribut berupa kalender dan kaos, pembagian bukan di saat acara berlangsung namun setelah acara pengajian selesai,” ungkapnya, Sabtu (17/3).

Atas dasar itu, Panwas setempat melaporkan hal ini ke KPU untuk memberikan sanksi teguran keras kepada paslon nomor 3. “Kita sudah rekomendasikan ke KPU untuk memberikan surat teguran keras. Suratnya sudah kita sampaikan ke KPU kemarin,” katanya.

Baca Juga  Muzani Minta Warga Tidak Golput

Sementara itu, Ketua MPC NU Lampung Tengah Imam Suhadi membenarkan bahwa mobil tersebut adalah miliknya.

“Iya benar, di mobil saya memang ada atribut paslon nomor urut tiga, namun itu hanya sedikit. Karena ada yang minta ya saya kasihkan saja ke warga,” ucapnya.

Ia pun berkilah bahwa apa yang dilakukannya bukan termasuk bentuk politik praktis. Sebab ia tidak termasuk sebagai tim sukses salah satu pasangan calon.

Baca Juga  Semarak Pembukaan Konferwil NU ke-X di Lamteng

“Saya tidak ngomong di atas panggung untuk memilih paslon tiga. Selama saya mengisi tidak satu pun bahasannya ke arah sana. Cuma kebetulan saja selesai acara ada pembagian atribut. Saya rasa sih tidak masalah dan tidak termasuk politik praktis,” jelasnya. (Rio)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *