BERBAGI
Kesehatan Hutan Penting Dalam Pengelolaan Berkelanjutan
Dekan Fakuktas Pertanian Unila Prof Dr Ir Irwan Sukri Banuwa MS dalam webinar “Perkembangan Pemantauan Kesehatan Hutan Dalam Rangka Pengelolaan Hutan Berkelanjutan” Selasa (25/8). Foto: Netizenku.com

Bandarlampung (Netizenku.com): Fakultas Pertanian Jurusan Kehutanan Universitas Lampung (Unila) mengadakan kuliah umum kesehatan hutan dengan harapan dapat memberikan suatu informasi dari berbagai ilmu dan bertukar pikiran mengenai pentingnya kesehatan hutan dalam rangka pengelolaan hutan berkelanjutan.

Di Indonesia, khususnya Provinsi Lampung, kesadaran tentang pentingnya kesehatan hutan dalam mencapai pengelolaan hutan yang lestari sampai saat ini masih kurang, terutama pada berbagai fungsi hutan sehingga permasalahan kesehatan hutan sejauh ini belum mendapat perhatian yang serius.

Kuliah umum kesehatan hutan berlangsung secara berseri sampai 10 kuliah umum.

Pada  pertemuan keempat ini mengangkat tema “Perkembangan Pemantauan Kesehatan Hutan Dalam Rangka Pengelolaan Hutan Berkelanjutan”.

Acara ini diselenggarakan pada Selasa (25/8) lalu pukul 09.00-12.00 WIB secara online melalui Zoom Meeting dan Youtube dengan  Moderator Dr Ir Slamet Budi Yuwono MSi selaku Kepala Program Studi Doktor Ilmu Pertanian Pascasarjana Fakultas Pertanian Unila.

Dalam sambutannya Dekan Fakuktas Pertanian Unila Prof Dr Ir Irwan Sukri Banuwa MS menyampaikan bahwa hutan lestari masyarakat sejahtera harus diimplementasikan, sehingga kualitas maupun kuantitas hutan itu harus sehat.

“Tiga pilar yang sangat penting di dalam mengelola hutan yaitu ekologi, ekonomi, dan sosial. Ketiga pilar tersebut harus berjalan agar kelestarian hutan terjaga,” kata Prof Irwan Sukri.

Kuliah umum ini juga mengundang tiga narasumber yaitu; Dr Ir Supriyanto DEA (Peneliti Senior SEAMEO BIOTROP/ Keahlian: Bioteknologi dan Fisiologi Pohon), Mujahidin SP MSi (Koordinator Pemeliharaan Koleksi Tumbuhan/Tim Analis Kesehatan Pohon Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya – LIPI).\

Dan Dr Rahmat Safe’i SHut MSi (Pengajar Mata Kuliah Kesehatan Hutan/ Sekretaris Prodi Doktor Ilmu Pertanian Pascasarjana Fakultas Pertanian Unila).

Pembicara pertama Dr Ir Supriyanto DEA menyampaikan materi dengan judul “Penggunaan Forest Health Monitoring (FHM) dalam Pengelolaan Hutan Berkelanjutan.”

Dalam pemaparannya, Dr Supriyanto mengatakan pengelolaan hutan secara berkelanjutan atau lestari, merupakan suatu kebutuhan.

“FHM dapat diterapkan di semua sistem silvikultur untuk mendapatkan data dan informasi yang dapat dipercaya untuk pengelola dalam mengambil keputusan managemen dalam pengelolaan hutan berkelanjutan,” kata Dr Supriyanto.

“Selain itu, FHM memerlukan kerjasama dengan berbagai disiplin ilmu untuk mendukung dan memperbaiki teknologi FHM yang mengikuti perkembangan jaman,” lanjutnya.

Sementara pembicara kedua, Mujahidin menyampaikan materi dengan judul “Manajemen Pohon Berisiko: Penanganan Kerusakan Pohon Menggunakan Alat Sonic Tomograph”.

Beliau menyampaikan bahwa monitoring kesehatan pohon sangat penting untuk mengevaluasi kondisi terutama kerusakan yang terjadi pada pohon.

Hasil evaluasi juga dapat menjadi rekomendasi untuk mengambil keputusan dan menentukan kebijakan dalam penanganan pohon beresiko, serta sebagai upaya mitigasi bahaya pohon yang berisiko mengancam keselamatan manusia.

Kemudian Dr Rahmat Safe’i dengan judul “SIPUT dan SIMANTAN: Penggunaan Sistem Informasi sebagai Instrument Pengelolaan Hutan” menyampaikan bahwa penggunaan sistem informasi sebagai instrument pengelolaan hutan dapat digunakan.

“SIPUT untuk menilai dan SIMANTAN untuk memantau kesehatan hutan,” ujar Dr Rahmat.

Kuliah Umum Kesehatan Hutan ini diharapkan mampu menjadi media forum transfer informasi, ilmu dan pengalaman yang akan dibagikan kepada seluruh peserta kuliah umum, untuk menjadi bekal mewujudkan pengelolaan hutan berkelanjutan.

Oleh karena itu, Unila berkomitmen untuk terus melakukan kegiatan dalam sektor kehutanan sebagai langkah dalam pengelolaan hutan berkelanjutan. Salah satunya dengan mengadakan kuliah umum ini.

“Kuliah umum ini diharapkan dapat menumbuhkan jiwa kesadaran semua pihak agar dapat mengimplementasikan metode FHM untuk kelestarian hutan sehingga didapatkan keputusan manajemen pengelolaan hutan yang diperlukan,” ujar Susni Herwanti SHut MSi selaku Sekretaris Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Unila. (Josua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here