Kemendag – Kemenko Perekonomian Siap Bahas Larangan Impor Singkong

Suryani

Sabtu, 10 Mei 2025 - 12:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua DPW PAN Lampung, Suprapto, Foto: Ist.

Wakil Ketua DPW PAN Lampung, Suprapto, Foto: Ist.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyatakan siap membahas usulan larangan dan pembatasan (lartas) impor singkong dan tapioka bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Pembahasan tersebut akan dilakukan sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 29 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Perdagangan.

Bandar Lampung (Netizenku.com): Aturan tersebut menegaskan bahwa kebijakan ekspor-impor harus didasarkan pada keputusan rapat koordinasi yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

Plt. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Isy Karim, mengatakan pihaknya telah membahas usulan lartas ini secara internal. Menurutnya, Kemendag terbuka terhadap evaluasi dan masukan dari berbagai pihak, termasuk mempertimbangkan situasi perekonomian nasional dan global.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kemendag siap melakukan pembahasan usulan lartas tersebut di Kemenko Perekonomian. Tentu dengan mempertimbangkan perkembangan ekonomi nasional dan dunia yang semakin dinamis,” ujar Isy, Jumat (9/5/2025).

Baca Juga  PPM Bandarlampung Gandeng Kodim 0410/KBL Gelar LKBB Tingkat SMP

Ia menambahkan, Kemenko Perekonomian akan menindaklanjuti pembahasan ini jika kondisi ekonomi global sudah lebih stabil.

“Keputusan lartas impor singkong dan tapioka akan segera dilakukan begitu waktunya memungkinkan, dengan memperhatikan masukan dari para pemangku kepentingan,” kata Isy.

Respons Terhadap Aksi PMII dan Tudingan ke Zulkifli Hasan

Di sisi lain, pernyataan Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bandarlampung yang menuding Menko Pangan Zulkifli Hasan sebagai penyebab anjloknya harga singkong di Lampung menuai kritik. Tudingan tersebut dinilai tidak berdasar dan sarat kepentingan kelompok tertentu.

Wakil Ketua DPW PAN Lampung, Suprapto, menyayangkan aksi yang justru terkesan memecah belah. Menurutnya, seharusnya masyarakat Lampung bersatu mendukung tokoh-tokoh daerah, termasuk Gubernur Lampung dan Zulkifli Hasan, dalam mencari solusi untuk permasalahan petani.

Baca Juga  APBD Perubahan Bandar Lampung Disepakati, Pemkot Kejar Realisasi Program dalam Tiga Bulan

“Aksi massa untuk menuntut harga singkong tetap stabil patut diapresiasi. Tapi jangan sampai berkembang menjadi isu yang memecah belah, seolah Bang Zul tidak sejalan dengan Gubernur Iyai Mirza. Warga Lampung seharusnya kompak,” kata aktivis 98 itu.

Suprapto juga menegaskan bahwa kebijakan impor bukan berada di tangan Menko Pangan, melainkan di bawah kewenangan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menghentikan impor tepung tapioka demi melindungi petani lokal.

“Gerakan membela petani harus terus disuarakan, tapi jangan sampai ditunggangi kepentingan pragmatis,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar mahasiswa sebagai intelektual muda menyampaikan pendapat berdasarkan data dan solusi, bukan sekadar tudingan tanpa dasar.

“Jangan saling menyalahkan, tapi mari tawarkan solusi yang konstruktif,” katanya.

Baca Juga  Gerak Jalan Beregu Pramuka Bandar Lampung Dorong Semangat Kebersamaan

Ajak Semua Pihak Dukung Petani Singkong

Hal senada disampaikan Wakil Ketua DPW Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) Lampung, Naufal Caya. Ia menilai tudingan yang mengadu domba tokoh Lampung seperti Zulkifli Hasan dan Gubernur Lampung sangat disayangkan.

“Bang Zul justru menjadi garda terdepan dalam upaya mewujudkan swasembada pangan, termasuk menangani persoalan singkong di Lampung,” ujar mantan aktivis mahasiswa itu.

Naufal mendorong seluruh elemen masyarakat dan tokoh daerah untuk saling mendukung dan bergotong royong menyelesaikan persoalan harga singkong, bukan malah saling menyalahkan.

Sebelumnya, PMII Bandarlampung dalam aksi unjuk rasa menuding Zulkifli Hasan sebagai pihak yang bertanggung jawab atas anjloknya harga singkong, yang menyebabkan kerugian besar bagi para petani di Lampung. (*)

Berita Terkait

Gerak Jalan Beregu Pramuka Bandar Lampung Dorong Semangat Kebersamaan
APBD Perubahan Bandar Lampung Disepakati, Pemkot Kejar Realisasi Program dalam Tiga Bulan
Pemkot Bandar Lampung Salurkan Bantuan Beras untuk Warga Terdampak Kemarau
PPM Bandarlampung Gandeng Kodim 0410/KBL Gelar LKBB Tingkat SMP
Bunda Eva Siapkan 5 Sumur Bor untuk Atasi Kekeringan, Tahun Depan Tambah 50 Titik
LVRI, PIVERI, dan PPM Bandar Lampung Gelar Gathering, Rawat Semangat Perjuangan Antargenerasi
HUT Ke-81 RI, Pemkot Bandar Lampung Gelar Upacara dan Lomba Bersama Forkopimda
Eva Dwiana jadi inspektur upacara HUT ke-81 RI

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:06 WIB

PWI Lampung Selatan dan Grand Elty Krakatoa Jajaki Kerja Sama Promosi Wisata

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:44 WIB

Pemkab Lampung Selatan Perkuat Pemantauan Harga Cabai untuk Kendalikan Inflasi

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:37 WIB

Pemkab Lampung Selatan Gandeng ITB, Empat Desa Pesisir Disiapkan Hadapi Tsunami

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:45 WIB

PUPR Lampung Selatan Sertifikasi 100 Tenaga Kerja Konstruksi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:44 WIB

Bukan karena Anggaran, Gaji PPPK Paruh Waktu Lamsel Tertunda Tunggu SK

Rabu, 30 September 2026 - 20:09 WIB

PWI Lampung Selatan Jalin Sinergi dengan Grand Elty Krakatoa untuk Promosi Wisata

Rabu, 30 September 2026 - 20:05 WIB

Got Talent 2026 Jadi Panggung Talenta Muda Lampung Selatan

Senin, 28 September 2026 - 15:31 WIB

Tim Domino PWI Lampung Juara Turnamen 101 Piala Panglima TNI

Berita Terbaru

Pringsewu

Wabup Pringsewu Imbau Orangtua Hargai Proses Tumbuh Kembang Anak

Selasa, 20 Okt 2026 - 19:13 WIB