oleh

Kaji Era Digital, PMII Raden Intan Helat Kelas Pemikiran Kritis

Bandarlampung (Netizenku.com): Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Raden Intan gelar Kelas Pemikiran Kritis (KPK) yang diadakan di Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) pada Jumat hingga Minggu (19-21/10).

Kelas yang mengangkat tajuk \”Membongkar Selubung Ideologi di Era Digital\” ini, diikuti oleh 19 peserta yang merupakan utusan terbaik dari 6 rayon PMII di Universitas Islam Negeri (UIN) Lampung.

Menurut Ketua PMII Komisariat Raden Intan, Dedy Indra Prayoga, KPK sendiri digelar atas keresahan keluarga besar PMII Raden Intan atas keadaan sosial, yang dimana ideologi masyarakat Indonesia dicoba untuk diselewengkan oleh oknum yang ingin mencari keuntungan dari aset Indonesia maupun masyarakat itu sendiri.

Baca Juga  PMII Rayon Keguruan, Jaring Pemimpin Lewat Debat Kandidat.

\”Anggota PMII di sini diberi bekal bekal guna melihat realitas sosial secara tajam, serta mampu menganalisis penyelewengan ideologi di tengah masyarakat. Karena arus informasi yang sangat deras ini, tak selamanya membawa dampak baik, ada saja oknum yang melaksanakan by design untuk memecah belah bangsa,\” ujar DIP-sapaan akrab-Dedi Indra Prayoga.

Ia juga mengatakan, KPK diharapkan dapat memacu anggota PMII agar mampu menciptakan sebuah keadaan untuk terus menjamin berjalannya roda organisasi, serta menjadi solusi di tengah masyarakat.

Baca Juga  UML-Waykanan Jajaki Kerjasama Pemberian Beasiswa bagi Masyarakat Kurang Mampu

\”KPK juga dimaksudkan untuk membentengi anggota PMII dalam menangkal berita palsu atau hoax yang kerap muncul di tengah masyarakat akhir-akhir ini, dampak dari kurangnya kesadaran dalam memanfaatkan perkembangan teknologi, bisa menjadi faktor yang paling krusial dalam kasus-kasus yang akan terjadi ke depan,\” tutupnya.

Sementara itu, Umar Robani selaku pemateri KPK, juga mengajak masyarakat untuk lebih bisa menelaah informasi yang disajikan oleh media massa dan juga informasi yang sangat banyak di medsos.

Baca Juga  OAIL Itera Siarkan Langsung Gerhana Bulan Penumbra

\”Masyarakat harus bisa memilih dan memilah, mengklasifikasikan persoalan-persoalan dan menempatkannya secara objektif. Karena, tanpa peran masyarakat, hoax akan selalu menyerang orang-orang yang minim wawasan, dan itulah yang diinginkan oleh pencipta hoax,\” pungkasnya.(Agis)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *