Kaji Era Digital, PMII Raden Intan Helat Kelas Pemikiran Kritis

Redaksi

Minggu, 21 Oktober 2018 - 17:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandarlampung (Netizenku.com): Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Raden Intan gelar Kelas Pemikiran Kritis (KPK) yang diadakan di Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) pada Jumat hingga Minggu (19-21/10).

Kelas yang mengangkat tajuk \”Membongkar Selubung Ideologi di Era Digital\” ini, diikuti oleh 19 peserta yang merupakan utusan terbaik dari 6 rayon PMII di Universitas Islam Negeri (UIN) Lampung.

Menurut Ketua PMII Komisariat Raden Intan, Dedy Indra Prayoga, KPK sendiri digelar atas keresahan keluarga besar PMII Raden Intan atas keadaan sosial, yang dimana ideologi masyarakat Indonesia dicoba untuk diselewengkan oleh oknum yang ingin mencari keuntungan dari aset Indonesia maupun masyarakat itu sendiri.

\”Anggota PMII di sini diberi bekal bekal guna melihat realitas sosial secara tajam, serta mampu menganalisis penyelewengan ideologi di tengah masyarakat. Karena arus informasi yang sangat deras ini, tak selamanya membawa dampak baik, ada saja oknum yang melaksanakan by design untuk memecah belah bangsa,\” ujar DIP-sapaan akrab-Dedi Indra Prayoga.

Baca Juga  Simulasi PTM Terbatas Sosialisasi Adaptasi Kebiasaan Baru

Ia juga mengatakan, KPK diharapkan dapat memacu anggota PMII agar mampu menciptakan sebuah keadaan untuk terus menjamin berjalannya roda organisasi, serta menjadi solusi di tengah masyarakat.

\”KPK juga dimaksudkan untuk membentengi anggota PMII dalam menangkal berita palsu atau hoax yang kerap muncul di tengah masyarakat akhir-akhir ini, dampak dari kurangnya kesadaran dalam memanfaatkan perkembangan teknologi, bisa menjadi faktor yang paling krusial dalam kasus-kasus yang akan terjadi ke depan,\” tutupnya.

Baca Juga  Herman Tanggapi Persoalan PPDB

Sementara itu, Umar Robani selaku pemateri KPK, juga mengajak masyarakat untuk lebih bisa menelaah informasi yang disajikan oleh media massa dan juga informasi yang sangat banyak di medsos.

\”Masyarakat harus bisa memilih dan memilah, mengklasifikasikan persoalan-persoalan dan menempatkannya secara objektif. Karena, tanpa peran masyarakat, hoax akan selalu menyerang orang-orang yang minim wawasan, dan itulah yang diinginkan oleh pencipta hoax,\” pungkasnya.(Agis)

Berita Terkait

Nukman Apresiasi SMA Negeri 1 Liwa, Beri Dua Tiket Umroh
PMII Cabang Bandarlampung Segera Gelar Pelantikan
PMII Pertanian dan TANGAN Lampung Bersinergi Hijaukan Tanjung Sari
PMII Rayon Pertanian Gelar RTAR
Rektor ITERA Paparkan Inovasi Riset untuk Pemberdayaan Masyarakat
Wali Murid Sekolah Alam Al-Karim Peringati Hari Guru
Reuni Akbar SMAN 3 akan Dihadiri Tokoh Pemerintahan dan Artis Alumnus
Pasca Jadi Bahasa Resmi UNESCO, Ini Tindak Lanjut Kantor Bahasa Provinsi Lampung

Berita Terkait

Sabtu, 20 April 2024 - 15:57 WIB

Wakil Ketua I DPRD Tanggamus Apresiasi Langkah Efisiensi Anggaran Pj Bupati

Rabu, 17 April 2024 - 20:18 WIB

Pemkab Tanggamus Apel Perdana Pasca Libur Lebaran

Minggu, 7 April 2024 - 22:37 WIB

Ketua IPNU Tanggamus: Pemuda Harus Dapat Memilih Pemimpin yang Tepat

Selasa, 2 April 2024 - 09:31 WIB

Meriahkan HBP ke-60 Tahun, Lapas Kotaagung Bagikan Takjil

Selasa, 2 April 2024 - 09:27 WIB

Kemenkumhan Gelar Apel Siaga Pengamanan Hari Raya seluruh Lapas

Minggu, 31 Maret 2024 - 20:18 WIB

DPRD Tanggamus Paripurna LKPj Bupati Tahun 2023

Sabtu, 23 Maret 2024 - 19:33 WIB

Dinkes Tanggamus Gelar Baksos Operasi Bibir Sumbing di RS Batin Mangunang

Jumat, 22 Maret 2024 - 19:24 WIB

Upacara HUT Ke-27 Tanggamus, Puncak Apresiasi dan Momentum Bersejarah

Berita Terbaru

Anggota Bawaslu Bandarlampung, Muhammad Muhyi. Foto: Arsip Agis.

Bandarlampung

Rekrutmen PPK, Bawaslu Beri Catatan untuk KPU Balam

Selasa, 23 Apr 2024 - 20:42 WIB