Jiwa Binatangnya Tertinggal

Leni Marlina

Minggu, 7 Juli 2024 - 16:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penulis Leni Marlina (ist/NK)

Penulis Leni Marlina (ist/NK)

“Ini yang khotbah Eid Adha untuk membuang sifat kebinatangan yang ada pada manusia kemarin kan? Huh ternyata tak sesuai dengan isi khotbahnya, jiwa binatangnya tertinggal”
Begitulah isi cemooh Netizen +62 yang tersebar di kolom komentar media sosial.

Duh urusan selangkangan agaknya membutakan Hasyim Asy’ari, hingga harus menelan pil pahit diberhentikan dari jabatannya sebagai Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), terkait kasus tindakan asusila pada Rabu kemarin, 3 Juli 2024.

Kontroversinya tak cuma sekali, tetapi hanya berujung peringatan keras DKPP. Bahkan tahapan Pemilu tuntas sudah, mulai dari Pilpres yang meloloskan batas usia Calon Wakil Presiden, dan pergi bersama ke Yogyakarta bersama Ketua Umum Partai Republik Satu atau yang disebut Wanita Emas.

Baca Juga  Di Balik Angka IPM, Ada Guru yang Terus Menjaga Api Kecerdasan Bangsa

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pelanggaran etik terus saja dilakukannya, bahkan kala tak meloloskan pencalonan Irman Gusman sebagai calon DPD, lagi-lagi hanya teguran keras, bak fosil saja dia.

Publik mensinyalir tuntas sudah “urusannya” sebagai ketua KPU, baru tindakan tegas pemecatan dilakukan. Hehe lucunya negeri ini.

Bahkan alih-alih malu menampakkan wajahnya dihadapan masyarakat, dia malah berterimakasih atas putusan DKPP.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada DKPP yang telah membebaskan saya dari tugas-tugas berat sebagai anggota KPU yang menyelenggarakan pemilu,” kata Hasyim di Gedung KPU pada Rabu, 3 Juli 2024, dilansir dari media online tempo.co.

Sementara bagaimana dengan korbannya? Terbang dari Den Haag, Belanda, CAT sosok wanita cantik itu harus berpuas dengan pemecatan Hasyim. Namun juga dirugikan dengan ingkarnya.

Baca Juga  Lampung Harus Melakukan Ini Agar Kenaikan NTP Bulanan Benar-Benar Bermakna

DKPP mengungkap bahwa Hasyim membuat surat pernyataan yang berisi lima poin janji-janji untuk CAT, perempuan anggota Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Den Haag, Belanda.

Surat pernyataan itu dibuat karena Hasyim tidak bisa memenuhi janjinya kepada CAT, untuk menikahi korban.

Berikut lima poin pokok dalam surat pernyataan yang dibuat Hasyim Asy’ari:

1. Teradu akan mengurus balik nama apartemen atas nama pengadu.
2. Membiayai keperluan pengadu di Jakarta dan Belanda sebanyak Rp30 juta per bulan.
3. Memberikan perlindungan dan menjaga nama baik pengadu seumur hidup.
4. Tidak menikah atau kawin dengan perempuan siapa pun terhitung sejak surat pernyataan dibuat.
5. Menelepon atau berkabar kepada pengadu minimal satu kali dalam sehari selama seumur hidup.

Baca Juga  Tahun Baru di Bawah Bayang Siklon: Lampung Diminta Waras di Tengah Euforia

Selain lima poin tersebut, korban meminta Hasyim menambahkan klausul yang mengatur konsekuensi apabila janji-janji itu tak ditepati. Klausul tambahan itu mewajibkan Hasyim memperbaiki tindakan yang belum dipenuhi dan membayar denda Rp4 miliar, dibayarkan dengan cara mengangsur dalam jangka waktu 4 tahun.

Berdasarkan fakta-fakta di persidangan, terungkap bahwa Hasyim merayu dan memaksa CAT untuk berhubungan badan di hotel tempatnya menginap di Belanda pada 3 Oktober 2023.

Dalam putusannya, DKPP juga meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk melaksanakan putusan DKPP paling lambat tujuh hari sejak putusan dibacakan.

Oalah semoga setimpal ya, dan juga tak ada lagi pejabat atau siapapun itu yang terjerat nafsu selangkang. Tabik.

Berita Terkait

Pabrik Etanol di Lampung: Antara Optimisme Hilirisasi dan Ujian Kenyataan
Di Bawah Larangan Kembang Api, Dini Menjajakan Harapan di Ujung Tahun
Refleksi Akhir Tahun Lampung 2025: “Cemomot” dari APBD ke BUMD, Jejak Korupsi Terbuka
Ekonomi Tumbuh, Upah Tertahan: Lampung Kalah Berani dari Sumatera Lain
Tahun Baru di Bawah Bayang Siklon: Lampung Diminta Waras di Tengah Euforia
Ekonomi Lampung dan Ilusi Stabilitas (Bagian 3in3)
Kadalistik Kebijakan dan Produksi Citra di Lampung (Bagian 2 in 3)
Penghargaan dan Anomali Fiskal Lampung (Bagian 1 in 3)

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 12:45 WIB

DPRD Lampung Dukung Kehadiran Taksi Listrik

Rabu, 14 Januari 2026 - 11:45 WIB

Pemprov Lampung Gandeng Investor Hadirkan Taksi Listrik Ramah Lingkungan

Selasa, 13 Januari 2026 - 13:28 WIB

DPRD Lampung, Jangan Klaim Wisata Besar Jika Tak Berdampak ke PAD

Selasa, 13 Januari 2026 - 12:24 WIB

Komisi V DPRD Lampung Dukung Pergub Perlindungan Guru

Senin, 12 Januari 2026 - 16:57 WIB

Warga Way Dadi Desak Penyelesaian Lahan dalam RDP DPRD Lampung

Senin, 12 Januari 2026 - 15:49 WIB

Pemprov Lampung Perkuat Kendali Inflasi Jelang Ramadan 2026

Jumat, 9 Januari 2026 - 20:52 WIB

KETUM JPPN MENGHIMBAU PEMERINTAH UNTUK MEMBELI HASIL PANEN JAGUNG PETANI SESUAI HPP

Jumat, 9 Januari 2026 - 17:42 WIB

Wagub Jihan Apresiasi Penggalangan Bumbung Kemanusiaan Pramuka Lampung

Berita Terbaru

Lampung

DPRD Lampung Dukung Kehadiran Taksi Listrik

Rabu, 14 Jan 2026 - 12:45 WIB

Lampung

Komisi V DPRD Lampung Dukung Pergub Perlindungan Guru

Selasa, 13 Jan 2026 - 12:24 WIB