ITERA Dorong Kota Manfaatkan Big Data untuk Transportasi Modern

Redaksi

Jumat, 9 Juli 2021 - 12:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ITERA menggelar webinar bertajuk Pemanfaatan Big Data Dalam Perencanaan Transportasi, yang diselenggarakan Pusat Riset dan Inovasi Big Data ITERA, Kamis (8/7). Foto: Netizenku.com

ITERA menggelar webinar bertajuk Pemanfaatan Big Data Dalam Perencanaan Transportasi, yang diselenggarakan Pusat Riset dan Inovasi Big Data ITERA, Kamis (8/7). Foto: Netizenku.com

Bandarlampung (Netizenku.com): Pemanfaatan teknologi dalam bidang transportasi semakin dibutuhkan, sehingga setiap kota perlu merancang pengembangan transportasi modern di kotanya. Pemanfaatan big data menjadi hal penting dalam pengembangan moda transportasi yang mudah diakses.

Hal tersebut menjadi intisari dari webinar bertajuk Pemanfaatan Big Data Dalam Perencanaan Transportasi, yang diselenggarakan Pusat Riset dan Inovasi Big Data Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Kamis, 8 Juli 2021.

Webinar yang diikuti lebih dari 350 peserta tersebut menghadirkan narasumber Senior Officer PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, Agung Wahyudi dan Dosen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) ITERA, Shahnaz Nabila Fuady ST MT, yang tengah menempuh pendidikan doktor di University of Natural Resources and Life Sciences, Vienna, Austria.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dosen PWK ITERA, Shahnaz Nabila Fuady menyebutkan smart transportation menjadi bagian penting dalam pengembangan smart city atau kota cerdas.

Transportasi cerdas adalah sistem transportasi yang menggunakan teknologi, termasuk penerapan big data untuk menyediakan layanan yang ramah bagi pengguna dan memudahkan manajemen lalu lintas.

Pengguna big data dalam transportasi dapat memberikan pelayanan yang lebih baik dan lebih aman, terintegrasi, dan efisien.

Contoh pemanfaatan big data dalam transportasi seperti dalam sistem e-parking, electronic road pricing, perencanaan mobility hub, automation vehicles, integrasi public transport dan pengembangan micromobility yang kini banyak diterapkan di kota-kota modern.

Shahnaz menyebutkan di Vienna, Austria, telah menggunakan transportasi berbasis smart city dengan didukung big data.

Setiap jalur pedestrian terhubung menuju tempat transportasi publik dan semua kegiatan tranportasi publik dapat dengan mudah diakses melalui ponsel cerdas.

“Pemanfaatan aplikasi yang mudah digunakan dengan pemilihan rute yang tepat dan berbagai jenis kendaraan memudahkan masyarakat Kota Vienna dalam melakukan perjalanan,” ujar Shahnaz.

Dalam perencanaan smart transportasi, Shahnaz menekankan yang menjadi pertimbangan penting adalah kecenderungan masyarakat dalam beraktivitas sehingga titik lokasi publik transportasi direncanakan secara matang.

Untuk itu perlu adanya big data yang besar yang dapat diakses setiap waktu.

Sementara Senior Officer PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, Agung Wahyudi, dalam kesempatan yang sama menjabarkan secara detail konsep big data dalam arsitektur dan transportasi.

Big data mempunyai ukuran data yang tidak terbatas dengan kecepatan pemilihan data yang akurat bahkan hitungan detik. Big data menjadi populer karena setiap informasi kegiatan sehari-hari dijadikan informasi digital yang bervariasi.

“Salah satu contoh penerapan big data dalam bidang transportasi adalah self driving car yang di kembangkan oleh perusahaan Tesla, dalam sehari di perlukan 1TB data yang diinput dalam satu mobil Tesla,” jelas Agung.

Dalam webinar yang dipandu oleh Dosen Prodi PWK ITERA, Goldie Melinda Wijayanti, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM ) ITERA, Acep Purqon PhD, dalam pengantarnya menyampaikan bahwa saat ini, pemerintah berencana untuk melakukan pembagunan di luar Jawa, terutama di Sumatera dan Kalimantan.

Sebagai institute teknologi di Sumatera, ITERA perlu berkontribusi secara maksimal untuk membantu memecahkan permasalahan yang ada termasuk di bidang transportasi.

Terlebih dengan semakin berkembangnya sistem big data, sehingga akan semakin mudah untuk mengakses suatu informasi. (Josua)

Berita Terkait

Refleksi Pendidikan Lampung 2025: Akses Hampir Universal, Kualitas Guru di Hulu Jadi Penentu
TPT SMK Lampung Tertinggi, Kolaborasi Pemprov–CSR Jadi Jalan Baru
Thomas Amirico Raih IWO Award 2025
Gubernur Mirza dan Jembatan Pendidikan Tampang Muda:  Gotong Royong Pemerintah untuk Masa Depan Anak Pelosok
Peminat Sekolah Negeri Menurun, Ini Kata Akademisi ITBA DCC
Kemendikdasmen Berencana ‘Hidupkan’ Kembali Jurusan SMA dan Kurangi Muatan Pelajaran SD-SMA
Satker Mitra Kerja Dilarang Berikan Gratifikasi ke Pegawai Kanwil DJPb Provinsi Lampung
Presiden Prabowo Wanti-wanti Mendikti Agar Mahasiswa Tidak Terhasut

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Bupati Pringsewu Ajukan R-APBD 2027 Senilai Rp1,138 Triliun

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:37 WIB

Kejari Pringsewu Tempuh Restorative Justice dalam Kasus Pencurian HP

Rabu, 30 September 2026 - 12:29 WIB

Kejari Pringsewu Musnahkan Barang Bukti dari 72 Perkara, Ada Sabu hingga Senjata Api

Selasa, 29 September 2026 - 19:39 WIB

105 Pelaku UMKM Pringsewu Ikuti Pelatihan Kemitraan Bersama Indomaret

Senin, 28 September 2026 - 19:56 WIB

Jambret Tas Berisi Rp1,6 Juta di Gadingrejo Terjatuh Saat Kabur

Kamis, 24 September 2026 - 18:58 WIB

Ekonomi Pringsewu Tumbuh 5,44 Persen, Lampaui Provinsi Lampung dan Nasional

Selasa, 22 September 2026 - 19:14 WIB

Sopir di Pringsewu Gelapkan Uang Setoran Penjualan Ayam Rp50,4 Juta

Senin, 21 September 2026 - 16:57 WIB

Motor Teman Wanita Dibawa Kabur, Pemuda di Pringsewu Ditangkap Polisi

Berita Terbaru

Pringsewu

Bupati Pringsewu Ajukan R-APBD 2027 Senilai Rp1,138 Triliun

Senin, 5 Okt 2026 - 18:09 WIB