Hujan Tak Surutkan Antusias Warga Sumur Kumbang Ikuti Sedekah Bumi yang Berusia 206 Tahun

eko

Senin, 10 Agustus 2026 - 13:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Guyuran hujan yang membasahi Desa Sumur Kumbang, Kecamatan Kalianda, Jumat pagi (31/7/2026), tidak menyurutkan antusiasme masyarakat mengikuti tradisi Sedekah Bumi atau Paperahan.

Lampung Selatan (Netizenku.com): Tradisi yang telah berlangsung selama 206 tahun sejak 1820 itu tetap digelar dengan meriah. Kehadiran Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama yang membersamai masyarakat sejak pagi hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai turut menambah semarak perayaan adat tersebut.

Meski cuaca sempat mendung dan diguyur hujan, warga dari berbagai kalangan tetap memadati lokasi kegiatan. Setelah hujan reda dan matahari kembali bersinar, antusiasme masyarakat semakin terlihat. Mereka mengikuti setiap prosesi sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan hasil bumi sekaligus bentuk kecintaan terhadap tradisi warisan leluhur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Suasana semakin hangat ketika Bupati Radityo Egi Pratama tiba di lokasi. Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Lampung Selatan itu disambut antusias oleh masyarakat yang sejak pagi bergotong royong mempersiapkan seluruh rangkaian kegiatan.

Baca Juga  Gunung Anak Krakatau Level III, Pemkab Lampung Selatan Imbau Warga Tetap Tenang dan Waspada

Kehadiran Bupati Egi sekaligus menjadi bentuk perhatian dan dukungan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan terhadap upaya pelestarian budaya lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Bagi masyarakat Desa Sumur Kumbang, Sedekah Bumi bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga memiliki nilai religius, sosial, dan budaya yang kuat. Tradisi tersebut menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan sekaligus mengungkapkan rasa syukur atas hasil panen, kesehatan, dan rezeki yang diterima masyarakat.

Kepala Desa Sumur Kumbang, Armad, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati Lampung Selatan beserta jajaran. Menurutnya, dukungan pemerintah daerah menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus menjaga tradisi yang telah menjadi identitas desa.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati Lampung Selatan beserta seluruh jajaran. Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi merupakan tradisi turun-temurun yang harus terus dijaga. Bagi kami, Sedekah Bumi adalah wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat rezeki, hasil panen, dan kesehatan yang telah diberikan,” ujar Armad.

Baca Juga  Zulkifli Hasan Pastikan Bantuan Pangan Beras Berlanjut hingga Akhir 2026

Rasa syukur juga dirasakan masyarakat yang mengikuti kegiatan tersebut. Salah seorang warga, Nur Astuti, mengaku terharu karena untuk pertama kalinya tradisi Sedekah Bumi di Desa Sumur Kumbang dihadiri langsung oleh Bupati Lampung Selatan.

“Alhamdulillah tahun ini Pak Bupati hadir. Kami sangat berterima kasih karena Pak Bupati telah memberikan dukungan dan semangat kepada masyarakat untuk terus melestarikan tradisi Sedekah Bumi ini,” kata Nur Astuti.

Menurutnya, tradisi Sedekah Bumi yang rutin dilaksanakan setiap bulan Muharam bukan hanya perayaan tahunan. Tradisi tersebut merupakan wujud rasa syukur masyarakat kepada Allah SWT atas hasil panen, kesehatan, dan rezeki yang diterima.

Karena itu, Sedekah Bumi telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Desa Sumur Kumbang dan terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

Baca Juga  Pemkab Lamsel Dorong Jurnalis Televisi Perkuat Profesionalisme dan Jurnalisme Positif

Hal senada disampaikan salah seorang pemuda desa, Agus. Ia menilai kehadiran Bupati Lampung Selatan menjadi dorongan moral bagi generasi muda untuk ikut menjaga dan melestarikan tradisi leluhur.

“Kami senang dan bangga karena Pak Bupati bisa hadir langsung di tengah masyarakat. Kehadiran beliau menjadi motivasi bagi kami sebagai generasi muda untuk terus menjaga tradisi ini agar tidak hilang dan tetap dikenal oleh anak cucu nanti,” ujar Agus.

Masyarakat berharap perhatian dan dukungan Pemkab Lampung Selatan terhadap pelestarian budaya lokal dapat terus berlanjut.

Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, tradisi Sedekah Bumi atau Paperahan di Desa Sumur Kumbang diharapkan tetap lestari, sekaligus menjadi salah satu kekayaan budaya yang dapat memperkuat identitas Kabupaten Lampung Selatan dan diwariskan kepada generasi mendatang. (*)

Berita Terkait

PUPR Lampung Selatan Sertifikasi 100 Tenaga Kerja Konstruksi
Bukan karena Anggaran, Gaji PPPK Paruh Waktu Lamsel Tertunda Tunggu SK
PWI Lampung Selatan Jalin Sinergi dengan Grand Elty Krakatoa untuk Promosi Wisata
Got Talent 2026 Jadi Panggung Talenta Muda Lampung Selatan
Tim Domino PWI Lampung Juara Turnamen 101 Piala Panglima TNI
ASDP Bakauheni Dukung Pelaksanaan HPN dan Porwanas 2027 di Lampung
PWI Lampung Selatan Jenguk Sodu Sinaga, Beri Dukungan di Masa Pemulihan
Pertumbuhan Ekonomi Lampung Selatan 5,71 Persen, Egi Dorong Dampaknya Dirasakan Masyarakat

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:11 WIB

Jihan Nurlela Perkuat Penanganan Karhutla TNWK, 350 Personel Gabungan Dikerahkan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:24 WIB

HUT ke-18 PIRA Lampung, Salurkan 100 Paket Sembako dan Tebar Benih Ikan di Pesawaran

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:10 WIB

Batin Wulan Promosikan Mocaf dan Ikan Cobia Lampung di Ajang Kuliner Internasional

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 12:58 WIB

Rezki Wirmandi: Di Balik Kesibukan Politik, Keluarga Tetap Jadi Rumah untuk Pulang

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:33 WIB

Pemprov Lampung Targetkan Groundbreaking Kawasan Industri Katibung pada 2027

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Gubernur Mirza Apresiasi Helfi Assegaf, Sambut Kapolda Lampung Yustan Alpiani

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:19 WIB

Lampung Perkuat Hilirisasi Kakao Pesawaran untuk Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:08 WIB

Gubernur Lampung Raih Penghargaan Pendukung Zakat Terbaik di Grand BAZNAS Awards 2026

Berita Terbaru

Tulang Bawang Barat

PWI Tubaba Tegaskan Dukungan Penuh untuk Wirahadikusumah dan Adi Kurniawan

Minggu, 18 Okt 2026 - 13:56 WIB