Hotel Lampung Ramai Lagi, Tapi Tamu Cuma Singgah Sebentar

Ilwadi Perkasa

Sabtu, 6 Desember 2025 - 02:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Grand Mercure Lampung, hotel berbintang 5 tertinggi di Pulau Sumatra yang terletak di pusat Kota Bandar Lampung.

Grand Mercure Lampung, hotel berbintang 5 tertinggi di Pulau Sumatra yang terletak di pusat Kota Bandar Lampung.

Pariwisata Lampung kembali ramai pada Oktober 2025. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang naik menjadi 47,26 persen, meningkat 3,89 poin dibanding September. Namun, seperti seorang penyanyi yang kembali ke panggung dengan suara belum seutuh dulu, capaian ini masih di bawah level Oktober 2024 yang mencapai 50,13 persen, menandakan pemulihan yang tampak, tapi belum total.

Kenaikan TPK bulan ini bukan sekadar hembusan angin musiman. Lonjakan didorong oleh meningkatnya kunjungan tamu domestik, yang melonjak 13,22 persen menjadi 101.032 orang. Dari jumlah itu, tamu asing hanya 672 orang, sekadar bumbu dalam sup yang didominasi selera lokal. Kelas hotel bintang empat dan lima menjadi panggung paling riuh, menambah 6.224 tamu atau tumbuh 20,12 persen dalam sebulan.

Jika dirinci, hotel kelas menengah justru tampil sebagai primadona. TPK hotel bintang tiga menembus 49,91 persen, naik tajam dari 44,08 persen pada September. Bahkan secara tahunan, hotel bintang tiga melonjak 3,53 poin ketika hotel bintang empat dan lima justru turun 5,80 poin. Wisatawan Lampung tampaknya memilih “nyaman seperti rumah” ketimbang “megah ala istana”, sebuah pertanda bagi strategi pemasaran hotel dan agen perjalanan.

Baca Juga  Pasar Karbon Indonesia Masuk Panggung Global, Kita Dapat Apa?

Fenomena lain yang mencolok adalah okupansi hotel non-bintang yang hanya 23,90 persen. Meskipun naik tipis dibanding bulan sebelumnya, capaian ini turun 3,83 poin dari tahun lalu. Segmen murah masih seperti kapal bocor yang terus ditimba, tapi belum berhasil menyaingi kapal layar besar, ditinggalkan oleh shifting preferensi dan ketatnya kompetisi akomodasi daring.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun di balik hingar-bingar kunjungan, perilaku wisatawan Lampung tetap serupa burung migran, datang, hinggap, lalu pergi cepat. Rata-rata lama menginap di hotel berbintang hanya 1,33 hari, sama dengan bulan sebelumnya. Tamu asing tinggal lebih lama, 2,74 hari, tetapi jumlah mereka terlalu kecil untuk mengubah irama.

Baca Juga  Kempeskan Ban Mobil Mahasiswa, Anggota DPRD Lampung Terancam Sidang Etik

Dengan durasi menginap sesingkat ini, pariwisata Lampung tampak mengandalkan perjalanan bisnis, pertemuan, atau transit, bukan liburan panjang yang membiarkan uang mengalir dan cerita menetap.

Kondisi ini menciptakan dua narasi bersamaan, yakni Lampung berhasil menarik lebih banyak wisatawan, namun gagal membuat mereka menanam akar. Akibatnya, lonjakan tamu belum tentu berubah menjadi lonjakan konsumsi dan pendapatan di ekosistem ekonomi turunan.

BPS mencatat total TPK hotel (bintang dan non-bintang) pada Oktober 2025 hanya 32,79 persen, meskipun naik 2,12 poin dari September. Secara tahunan, angka ini justru turun 3,25 poin. Lampu pemulihan sudah menyala, tapi masih berkedip, belum stabil.

Baca Juga  Safari Ramadan, Mirza Ajak Warga Bandar Lampung Perkuat Gotong Royong

Dalam lanskap ekonomi daerah, pariwisata Lampung berjalan di jalan dua arah pemulihan pascapandemi yang lambat dan persaingan destinasi yang makin bising. Lampung punya posisi strategis sebagai pintu gerbang Sumatera, hanya sebentar dari Jakarta. Namun tanpa upaya memperpanjang masa tinggal wisatawan, atraksi, event, konektivitas, hingga paket wisata, angka kunjungan hanya menjadi deretan angka yang cantik, tapi miskin dampak ekonomi.

Oktober ini memperlihatkan nafas panjang yang mulai kembali. Tetapi di balik lonjakan tamu dan okupansi hotel, tantangan utamanya bukan sekadar menarik orang datang, melainkan membuat mereka betah, mengeluarkan uang, dan ingin kembali lagi. Pemulihan mungkin tampak seperti langit cerah setelah hujan, tetapi membangun ekonomi wisata butuh lebih dari sekadar cuaca baik. Ia butuh alasan bagi orang untuk menetap lebih lama dari sekadar singgah.***

Berita Terkait

Wagub Jihan Lepas Purna Bakti Kadis Perkebunan Lampung
Motor Wartawan Pemprov Lampung Dicuri di Depan Balai Keratun Saat Jam Kerja
ESDM Lampung Pastikan Stok BBM dan LPG Aman Jelang Ramadhan–Lebaran
Gubernur Lampung Tinjau Jalan Jatimulyo, Dorong Perbaikan Drainase
Safari Ramadan, Mirza Ajak Warga Bandar Lampung Perkuat Gotong Royong
Pemprov Lampung Mulai Susun RKPD 2027
Marindo Dorong ASN Lampung Segera Lapor SPT via Coretax
Wagub Jihan Tinjau Perbaikan Jalan Pringsewu–Pardasuka, Target Rigid Beton Maret 2026

Berita Terkait

Minggu, 1 Maret 2026 - 03:54 WIB

Pasca Banjir, Bupati Pringsewu Turunkan Alat Berat Bersihkan Drainase

Jumat, 27 Februari 2026 - 23:39 WIB

Bupati Hadiri Buka Puasa Bersama PWI Pringsewu

Kamis, 26 Februari 2026 - 22:18 WIB

Jaksa Tuntut Dua Terdakwa Korupsi Kegiatan Bimtek Aparatur Desa Pringsewu

Rabu, 25 Februari 2026 - 21:57 WIB

Siswa Kelas 2 SD Muhammadiyah Pringsewu Berbagi Takjil, Tanamkan Kepedulian Sejak Dini

Rabu, 25 Februari 2026 - 21:13 WIB

Safari Ramadhan Jadi Momentum Sinergi Pemprov dan Pringsewu

Selasa, 24 Februari 2026 - 19:30 WIB

Pemkab Pringsewu Awali Safari Ramadan 2026 di Kecamatan Ambarawa

Senin, 23 Februari 2026 - 19:27 WIB

Polres Pringsewu Raih Penghargaan Perlindungan Anak

Sabtu, 21 Februari 2026 - 08:03 WIB

Bupati Pringsewu Paparkan Capaian Satu Tahun Kepemimpinan pada Buka Bersama Insan Pers

Berita Terbaru

Pesawaran

Berkah Ramadan, NasDem Pesawaran Bagikan 1.000 Takjil

Minggu, 1 Mar 2026 - 07:57 WIB

Lampung Barat

Mukhlis Basri, Dapat Penugasan Baru Sebagai Ketua Ranting

Minggu, 1 Mar 2026 - 07:33 WIB

Tanggamus

Sekcam Kota Agung Timur Kukuhkan 9 Anggota BHP Kampung Baru

Jumat, 27 Feb 2026 - 23:43 WIB

Pringsewu

Bupati Hadiri Buka Puasa Bersama PWI Pringsewu

Jumat, 27 Feb 2026 - 23:39 WIB