Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional di Mata ‘Satria Biru’

Redaksi

Kamis, 26 April 2018 - 18:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dokumentasi BPBD Bandarlampung.

Dokumentasi BPBD Bandarlampung.

Bandarlampung (Netizenku.com): Jikalau mendengar Hari Kartini atau Hari Pahlawan, masyarakat Indonesia pastinya sudah sangat familiar dengan 2 hari besar tersebut. Lain halnya dengan hari-hari besar nasional di atas, ternyata Indonesia memiliki hari besar yang jatuh pada tanggal 26 April, yaitu Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN).

Awalnya, HKBN hanya diperingati di internal Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) se-Indonesia, hingga akhirnya Gema HKBN terdengar sedikit lebih jelas pada sosialisasi yang dilakukan oleh BNPB di 2017 lalu, dan mendapatkan dukungan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

\"\"

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Turut merasakan semangat HKBN, Netizenku.com pun menemui para ‘Satria Biru’ (julukan masyarakat untuk anggota BPBD) untuk mendapati makna HKBN dari orang-orang yang selalu terlihat di lokasi bencana ini.

Baca Juga  Pompa Air di Perum Bukit Beringin Raya Rusak, Kadis Perkim Minta PT Sinar Waluyo Tanggung Jawab

Komandan Kompi (Danki) BPBD Bandarlampung, Gatot Sugianto, memaknai HKBN lebih kepada semangat kesadaran bersama dalam mewaspadai bencana yang pastinya tidak dikehendaki oleh siapapun. “HKBN bagi saya lebih kepada kesadaran bersama terhdap bencana. Bukan hanya BPBD, masyarakat pun harus turut waspada akan datangnya bencana,” kata Gatot saat ditemui di Kantor BPBD Bandarlampung, Kamis (26/4).

\"\"

Pria yang membawahi 3 pleton dengan masing-masing anggota sebanyak 65 orang ini, juga mengkisahkan kejadian lucu yang didapati di lapangan. “Banyak yang lucu mah Mas, masyarakat kita ini kadang-kadang aneh. Sempat kami terjun ke rumah warga hanya untuk menyelamatkan kucing yang masuk ke sumur. Pernah juga pas musim batu cincin, ada orangtua yang bawa anaknya kesini, karena cincinnya tidak bisa dilepas dari jari anaknya,” ujar pria yang telah mengabdikan diri selama 21 tahun di BPBD Bandarlampung ini.

Baca Juga  Pompa Air di Perum Bukit Beringin Raya Rusak, Kadis Perkim Minta PT Sinar Waluyo Tanggung Jawab

Kemudian, Komandan Pleton (Danton) B, BPBD Bandarlampung, Muhadi, memaknai HKBN lebih kepada semangat anggota untuk terus memberikan yang terbaik bagi masyarakat, walaupun terkadang sering diremehkan.

\"\"

\”Kalau saya sih lebih memaknainya sebagai semangat untuk terus berbuat baik walaupun terkadang ada saja yang meremehkan. Misalnya kalau kita turun ke lokasi kebakaran dengan medan yang cukup sulit. Air yang kita bawa di mobil pemadam itu kan biasanya hanya bertahan sepuluh menit, karena api belum padam, ada aja yang nyeletuk ‘kok bawa air cuma lima ember’, kami sih sudah biasa yang begitu, pura-pura tuli aja,” ucap Muhadi seraya tersenyum.

Baca Juga  Pompa Air di Perum Bukit Beringin Raya Rusak, Kadis Perkim Minta PT Sinar Waluyo Tanggung Jawab

Sementara itu, Kepala Bidang Kesiapsiagaan dan Penanggulangan Bencana, M Rizky mengaku akan melakukan sosialisasi secara masif, guna mengajak masyarakat untuk waspada akan bencana. “Kalau pemaknaan kurang lebih sama lah. Mudah-mudahan HKBN juga dikenal dan lebih familiar di telinga masyarakat, agar semangat sadar bencana dapat bermanfaat dalam kehidupan,” pungkasnya.(Agis)

 

 

 

Berita Terkait

Pompa Air di Perum Bukit Beringin Raya Rusak, Kadis Perkim Minta PT Sinar Waluyo Tanggung Jawab
Kwarda Lampung Sambut Pembentukan Racana UIM
Disdikbud Lampung Kembali Gelar UKG
Yuliana Safitri, Kontraktor Perempuan Lampung yang Kini Menjalani Penahanan, Tetap Teguh Menghadapi Proses Hukum
Fadli Zon Jadikan Lampung Panggung Pernyataan Pentingnya Pelestarian Budaya
Kampanye Anak Indonesia Hebat, Purnama Wulan Sari Mirza Ajak Perkuat Pendidikan Karakter Anak Usia Dini
KPK dan DPRD Lampung Perkuat Sinergi Pencegahan Korupsi
DPP ABRI Gelar Pelatihan Paralegal Nasional 2025

Berita Terkait

Kamis, 19 Februari 2026 - 13:59 WIB

Komisi V DPRD Lampung, MBG Ramadan Tetap Aman dan Terpantau

Rabu, 18 Februari 2026 - 21:11 WIB

Pemprov Lampung Perkuat Sinergi TNI-Polri Lewat NPHD

Rabu, 18 Februari 2026 - 09:34 WIB

Pemprov Lampung Tuntaskan Tunda Bayar 2025 Lebih Cepat

Selasa, 17 Februari 2026 - 16:05 WIB

FLL Ajak Penggiat Perkuat Kolaborasi Literasi

Sabtu, 14 Februari 2026 - 09:04 WIB

DPRD Lampung Dukung Transformasi Taksi Listrik

Jumat, 13 Februari 2026 - 13:51 WIB

Pemprov Lampung Tebar 50 Ribu Benih Ikan dan Bersih Bersih di PKOR Way Halim

Jumat, 13 Februari 2026 - 08:55 WIB

Ketua DPRD Lampung Hadiri Pembukaan Kejuaraan Tinju Amatir

Kamis, 12 Februari 2026 - 18:38 WIB

Wakil Gubernur Lampung Resmikan Penerbangan Internasional Lampung–Kuala Lumpur

Berita Terbaru

Petugas mengevakuasi jasad Aditya yang ditemukan di pinggir Sungai Way Tebu, Dusun 4 Pekon Tanjung Anom, Kecamatan Pringsewu, Kamis (19/2/2026). Foto: Reza/NK.

Pringsewu

Dikira Boneka, Jasad Remaja Ditemukan di Sungai Way Tebu

Jumat, 20 Feb 2026 - 06:46 WIB

Lampung

Komisi V DPRD Lampung, MBG Ramadan Tetap Aman dan Terpantau

Kamis, 19 Feb 2026 - 13:59 WIB

Lampung

Pemprov Lampung Perkuat Sinergi TNI-Polri Lewat NPHD

Rabu, 18 Feb 2026 - 21:11 WIB

Lampung

Pemprov Lampung Tuntaskan Tunda Bayar 2025 Lebih Cepat

Rabu, 18 Feb 2026 - 09:34 WIB

Lampung

FLL Ajak Penggiat Perkuat Kolaborasi Literasi

Selasa, 17 Feb 2026 - 16:05 WIB