Hari Anak dan Masalah yang Tak Kunjung Tuntas

Luki Pratama

Selasa, 23 Juli 2024 - 12:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Logo HAN 2024. (Foto: Kemen PPPA)

Logo HAN 2024. (Foto: Kemen PPPA)

23 Juli, Hari Anak Nasional (HAN), kembali hadir di tengah hiruk pikuk realita pahit yang menyelimuti anak-anak Indonesia.

Meski hampir setengah abad merayakan HAN, Namun apakah permasalahan anak di RI telah usai? Tentu belum, masih banyak PR terkait perlindungan dan hak anak. Mari sedikit penulis ulas! .

Pertama, permasalahan Kekerasan seksual. bagaikan monster yang terus mengintai, menghantui masa depan anak-anak kekerasan seksual setiap tahun tak kunjung “surut”.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setidaknya, pada tahun 2023 berdasarkan Data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA) terdapat 15.120 kasus kekerasan terhadap anak.

Mirisnya, kekerasan seksual menempati urutan pertama, dengan korban terbanyak anak berjenis kelamin perempuan. Parahnya, “predator” seksual tak jarang berasal dari orang terdekat, semisal paman, guru, bahkan orang tua. Mereka menjelma menjadi “monster” seksual yang merenggut rasa aman dan menyisakan trauma mendalam terhadap anak.

Baca Juga  Tahun Baru di Bawah Bayang Siklon: Lampung Diminta Waras di Tengah Euforia

Kedua, minimnya tontonan yang menuntun. Era digitalisasi, alih-alih menjadi gerbang ilmu pengetahuan, justru menjadi lubang hitam bagi anak-anak. Konten dewasa yang mudah diakses bagaikan racun yang menggerogoti moral dan mental mereka.

Minimnya tontonan edukatif di televisi dan kurangnya pengawasan orang tua terhadap gawai anak, membuat mereka terpapar konten yang tidak sesuai dengan usia dan perkembangannya.

Padahal berdasarkan teori empirisme John Locke, “Anak-anak bagaikan kertas putih” yang bermakna anak-anak digambarkan seperti halnya kertas kosong yang karakternya bisa ditulis oleh berbagai pengalaman yang ia rasakan.

Baca Juga  Penghargaan dan Anomali Fiskal Lampung (Bagian 1 in 3)

Di sinilah, orang tua menjadi penulis kertas kosong pertama bagi anak. Namun, alih-alih menulis hal baik, orang tua anak saat ini malahan kebanyakan telah memodali gawai terhadap anak sejak umur 3 tahun.

Tidak masalah jika orang tua anak beralasan menyesuaikan perkembangan zaman. Tetapi Peranan dan pengawasan orang tua selama anak memainkan gawai sangat dibutuhkan, bukan hanya dibiarkan semata.

Ketiga, fasilitas ramah anak masih menjadi mimpi bagi banyak daerah di Indonesia. Di kota-kota yang menyandang predikat Kota Layak Anak saja, infrastruktur dan layanan untuk anak masih jauh dari memadai.

Baca Juga  Refleksi Akhir Tahun Lampung 2025: "Cemomot" dari APBD ke BUMD, Jejak Korupsi Terbuka

Penulis merangkum tiga permasalahan tersebut. Besar harapan HAN 2024 yang mengangkat tema “Anak Terlindungi, Indonesia Maju” tidak hanya menjadi seremoni dan slogan belaka, HAN harus menjadi momen evaluasi dan titik balik untuk mewujudkan Indonesia Ramah Anak.

Bersama-sama, kita harus bahu membahu menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak-anak untuk tumbuh dan berkembang dengan penuh potensi.

Sebab, masa depan bangsa terletak pada kualitas anak-anak hari ini. Visi Indonesia Emas 2045 hanya akan terwujud ketika mampu melindungi dan memberdayakan generasi penerus. (Luki)

 

Berita Terkait

Pabrik Etanol di Lampung: Antara Optimisme Hilirisasi dan Ujian Kenyataan
Di Bawah Larangan Kembang Api, Dini Menjajakan Harapan di Ujung Tahun
Refleksi Akhir Tahun Lampung 2025: “Cemomot” dari APBD ke BUMD, Jejak Korupsi Terbuka
Ekonomi Tumbuh, Upah Tertahan: Lampung Kalah Berani dari Sumatera Lain
Tahun Baru di Bawah Bayang Siklon: Lampung Diminta Waras di Tengah Euforia
Ekonomi Lampung dan Ilusi Stabilitas (Bagian 3in3)
Kadalistik Kebijakan dan Produksi Citra di Lampung (Bagian 2 in 3)
Penghargaan dan Anomali Fiskal Lampung (Bagian 1 in 3)

Berita Terkait

Jumat, 16 Januari 2026 - 11:46 WIB

Papa Rock n Roll Gelar Tubaba Berirama, UMKM Berjaya

Kamis, 8 Januari 2026 - 17:03 WIB

ADD Tubaba 2026 Menyusut, Siltap Kepala Tiyuh dan Aparatur Ikut Terpangkas

Kamis, 8 Januari 2026 - 16:07 WIB

Kementerian PUPR Survei Lahan Usulan Sekolah Rakyat di Tubaba

Rabu, 7 Januari 2026 - 19:34 WIB

Kejari Tubaba Naikkan Kasus Dugaan Penyimpangan Dana Revolving Sapi ke Pidsus

Rabu, 7 Januari 2026 - 13:30 WIB

Sejumlah Pejabat Resmi Dilantik, Bupati Tubaba Minta ASN Bekerja Profesional

Kamis, 1 Januari 2026 - 11:58 WIB

Kapolres Tubaba Ungkap Capaian Penanganan Kamtibmas Selama 2025

Minggu, 28 Desember 2025 - 10:44 WIB

Pemerintah Tiyuh Pulung Kencana Salurkan BLT Dana Desa Tahap IV

Sabtu, 27 Desember 2025 - 22:35 WIB

Capai Rp1,35 Miliar, Tiyuh Panaragan Realisasikan Program Dana Desa 2025

Berita Terbaru

Tulang Bawang Barat

Papa Rock n Roll Gelar Tubaba Berirama, UMKM Berjaya

Jumat, 16 Jan 2026 - 11:46 WIB

Lampung Selatan

Bupati Egi Resmikan Jalan Kota Baru–Sinar Rejeki

Kamis, 15 Jan 2026 - 21:42 WIB

Lampung

Pemprov Lampung Perkuat Pengawasan Daerah di Rakorwasda 2026

Kamis, 15 Jan 2026 - 13:03 WIB