Tulangbawang Barat (Netizenku.com): Masyarakat Tiyuh Gunung Menanti, Kecamatan Tumijajar geger lantaran seorang warga RT012 RK004 inisial EH (31), ditemukan istrinya meninggal dan tergeletak bersimbah darah di dalam rumahnya dengan luka sayatan di lehernya.
Kejadian tersebut diketahui istrinya sekitar pukul 13.00 WIB setibanya di rumah seusai diminta suaminya untuk membeli ikat pinggan anaknya.
Istri korban Ay (29) menceritakan sebelum kejadian sekira pukul 12.00 WIB, korban EH pulang ke rumah dari kerja harian sebagai buruh di salah satu perusahaan nanas. Sesampainya di rumah korban EH menyuruhnya keluar rumah untuk membeli ikat pinggang sekolah anaknya. Tak menunggu lama Ay bersama anaknya berangkat untuk membeli ikat pinggang di kios/warung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Setelah selesai membeli ikat pinggang, saya bersama anak kembali ke rumah dan sesampainya di rumah pintu depan dan belakang dalam keadaan terbuka, setelah masuk ke dalam rumah didapati suami telah meninggal dalam keadaan tengkurap bersimbah darah dan leher tersayat/tergorok dengan sebilah pisau berada di dekatnya,” ungkapnya.
Selanjutnya istri korban memberitahukan kejadian tersebut kepada kepalo Tiyuh Gunung Menanti.
Setelah mendapatkan laporan itu Kepalo Tiyuh Gunung Menanti Hariyanto langsung datang ke rumah korban/TKP untuk mengecek kebenaran atas kejadian tersebut.
“Setelah mendapat laporan itu, saya langsung turun ke rumah korban dan melaporkan kejadian ini ke pihak Polsek dan Koramil setempat. Menurut keterangan dari istri korban, korban EH sudah 3 hari ini banyak melamun,” singkat Hariyanto.
Setelah kejadian tersebut tim inafis Polres Tubaba melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Untuk mencari data, bahan keterangan dan mengambil dokumentasi berikut barang bukti sebilah pisau dan celana pendek warna merah.
Selanjutnya korban dibawa oleh tim kesehatan Polres Tubaba ke RS Asy-Syifa Daya Asri Kecamatan Tumijajar, untuk dilakukan pembersihan dan pemeriksaan guna pengecekan adanya luka lain sebagai penyebab meninggalnya korban. (Arie/Leni)








