Kepala Bidang Energi Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Lampung Sopian Atiek memastikan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) di Lampung dalam kondisi aman menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 2026.
Lampung (Netizenku.com): Ia menjelaskan, pengawasan BBM dan LPG dilakukan secara rutin setiap triwulan. Pada triwulan pertama tahun ini, fokus pengawasan diarahkan pada kesiapan pasokan menghadapi Ramadhan dan Lebaran.
“Pengawasan BBM dan LPG biasanya memang kita lakukan per triwulan. Kebetulan pada triwulan I ini bertepatan dengan persiapan Ramadhan dan Idul Fitri. Dari hasil high level meeting dengan Pertamina juga sudah disampaikan bahwa mereka membentuk Satgas Rafi untuk persiapan Ramadhan,” ujar Sopian, pada Kamis (26/2/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Melalui Satgas Ramadhan dan Idul Fitri (Rafi), PT Pertamina (Persero) menyiapkan tambahan pasokan BBM dan LPG sebesar 5 hingga 10 persen guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat.
Sopian menambahkan, pada periode tersebut diperkirakan terjadi pergeseran konsumsi BBM. Konsumsi Biosolar diprediksi menurun selama masa Satgas akibat pembatasan operasional kendaraan tertentu. Sebaliknya, konsumsi Pertalite dan BBM nonsubsidi seperti Pertamax diperkirakan meningkat.
Ia juga menyampaikan bahwa kuota BBM dan LPG di Lampung tahun ini relatif sama dengan tahun sebelumnya, meskipun terdapat beberapa penyesuaian. Bahkan, pada Januari dan Februari 2026 terjadi kenaikan konsumsi LPG hingga 10 persen, yang kini tercatat mencapai 13 persen.
“Artinya masyarakat tidak perlu khawatir. Pertamina dan Pemprov selalu siap menyediakan kebutuhan, terutama saat Ramadhan. Kita tidak hanya berpatokan pada kuota. Jika kuota habis dan kebutuhan masyarakat memang riil, maka tetap akan disalurkan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Sopian memprediksi puncak peningkatan konsumsi akan terjadi pada H-15 hingga H+15 Lebaran. Meski terdapat potensi penurunan konsumsi Biosolar di ruas tol, pihaknya tetap mewaspadai peningkatan di jalur lintas tengah dan lintas timur yang banyak dilalui kendaraan kecil. (*)








