Dua siswa dari keluarga tidak mampu asal Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) berhasil lolos seleksi ketat untuk menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat tingkat SMA yang dikelola Dinas Sosial Provinsi Lampung.
Tulangbawang Barat (Netizenku.com): Mereka akan menjalani pendidikan berasrama selama tiga tahun penuh di Gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Daerah Bandarlampung, dengan seluruh biaya pendidikan ditanggung melalui beasiswa.
Kedua siswa tersebut adalah Fadglan Aditya Ramadhan, putra pasangan Dedi Deri dan Fatma Yeni, warga Tiyuh Daya Asri, Kecamatan Tumijajar; serta Maulana Adi Febrena, putra pasangan Tumari dan Sumiyem, warga Tiyuh Candra Mukti, Kecamatan Tulang Bawang Tengah. Keduanya terpilih setelah melewati seleksi yang mencakup penilaian akademik, prestasi, dan data kesejahteraan dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Wakil Bupati Tubaba, Nadirsyah, melepas keberangkatan keduanya di Rumah Dinas Wakil Bupati, Kelurahan Panaragan Jaya, Kamis (14/8/2025). Ia menegaskan, kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin.
“Kalian membawa nama baik Tubaba di sekolah unggulan Sekolah Rakyat dari Pemerintah Pusat. Belajarlah dengan giat, tingkatkan pengetahuan, dan jauhi hal-hal negatif yang dapat mencoreng daerah kita,” pesannya.
Menurut Nadirsyah, kedua siswa ini memiliki niat baik dan tekad kuat untuk memperbaiki kehidupan. Setelah lulus, mereka berpeluang melanjutkan studi di Universitas Pertahanan (UnHan) atau mendapat penugasan sesuai kebutuhan nasional.
“Program ini langka karena seluruh biaya pendidikan, asrama, dan pembinaan ditanggung pemerintah pusat. Siswa akan dibina secara intensif, termasuk kegiatan ekstrakurikuler wajib, dengan pemantauan berkala dari pemerintah daerah,” jelasnya.
Ia juga mengajak orang tua untuk terus memotivasi anak selama menempuh pendidikan di asrama.
“Kepada orang tua, iringi mereka dengan doa, beri semangat, dan pantau proses belajar serta pergaulannya. Mereka membawa nama Tubaba,” ujarnya.
Pelepasan dua siswa ini turut dihadiri perwakilan BAZNAS Tubaba yang memberikan dukungan moral dan material, termasuk beasiswa sebesar Rp500 ribu per tahun.
“Kami belum bisa berkontribusi banyak karena ini program baru. Selama ini, fokus bantuan ada pada jenjang SD dan SMP melalui beasiswa untuk 275 siswa, sesuai kewenangan pemerintah daerah,” ujar perwakilan BAZNAS.
Kepala Dinas Sosial Tubaba, Aprizal PH, menambahkan tahap pertama program Sekolah Rakyat Provinsi Lampung hanya menerima 75 siswa dari 15 kabupaten/kota se-Lampung.
“Awalnya kami mengusulkan empat pelajar—dua siswa dan dua siswi—namun yang lolos hanya dua siswa sesuai SK Gubernur Lampung Nomor G/413/V.07/HK/2025 tentang Penetapan Peserta Didik Sekolah Rakyat Provinsi Lampung Tahun Ajaran 2025/2026, tertanggal 19 Juni 2025,” jelasnya.
Ia menyebutkan, sebelum penetapan, tim dari provinsi meninjau langsung rumah dan kondisi keluarga calon peserta.
“Alhamdulillah, dua siswa ini dinyatakan lolos,” pungkasnya. (*)








