dr Aditya: Covid-19 unpredictable masyarakat harus sabar

Redaksi

Minggu, 28 November 2021 - 14:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polresta Bandarlampung melakukan penyekatan ruas jalan di Masjid Al-Furqon Lungsir selama penerapan PPKM Level 4 Covid-19, Sabtu (14/8). Foto: Netizenku.com

Polresta Bandarlampung melakukan penyekatan ruas jalan di Masjid Al-Furqon Lungsir selama penerapan PPKM Level 4 Covid-19, Sabtu (14/8). Foto: Netizenku.com

Bandarlampung (Netizenku.com): Dewan Pembina Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kota Bandarlampung, dr Aditya M.Biomed, meminta masyarakat untuk tetap menjalankan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19.

Imbauan ini disampaikan mengingat pemerintah pusat menerapkan kebijakan PPKM Level 3 saat Natal dan Tahun Baru, 24 Desember 2021-2 Januari 2022, di seluruh daerah Indonesia.

“Saya setuju (PPKM Level 3), terus terang itu pilihan yang tidak enak. Apalagi geliat ekonomi sedang tumbuh. Covid-19 ini unpredictable, jadi kemungkinan terburuk yang sudah diambil, harus sabar,” kata dia di Bandarlampung, Minggu (28/11).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dengan sesuatu yang tidak bisa diprediksi, kita semua harus pandai menjaga diri,” lanjut dia.

Aditya berharap masyarakat Indonesia, khususnya Kota Bandarlampung, bisa melewati fase PPKM Level 3 hingga akhir Januari 2022.

“Mudah-mudahan ini dari pandemi menjadi endemi. Kalau sudah endemi rasa-rasanya kita sudah biasa saja,” ujar dia.

Aditya yang juga Tim Pemeriksa Labkesda Provinsi Lampung menuturkan, saat ini, kasus aktif Covid-19 di Lampung sudah melandai.

Hal ini ditandai dengan menurunnya sampel dari daerah untuk diperiksa di Labkesda.

“Sekarang saya kalau memeriksa sampel itu paling banyak 30 sehari plus yang mau jalan, bukan cuma sampel rumah sakit. Dari 30 sampel yang positif cuma satu dua, sedikit sekali,” kata dia.

PPKM Level 3 dengan syarat perjalanan yang lebih ketat untuk mengurangi mobilitas warga diharapkan bisa mencegah penyebaran Covid-19 varian baru, B.1.1.529 atau Omicron.

“Siapa yang bisa garansi kalau (terjadi lonjakan kasus). Kita lihat negara-negara tetangga sedang kewalahan, ada yang gelombang ketiga dan keempat. Mudah-mudahan ini bisa kita lalui,” ujar dia. (Josua) 

Baca Juga: Omicron Mewabah, Pemerintah Diminta Tegas Melarang WNA Masuk Indonesia

Berita Terkait

Pompa Air di Perum Bukit Beringin Raya Rusak, Kadis Perkim Minta PT Sinar Waluyo Tanggung Jawab
Kwarda Lampung Sambut Pembentukan Racana UIM
Disdikbud Lampung Kembali Gelar UKG
Yuliana Safitri, Kontraktor Perempuan Lampung yang Kini Menjalani Penahanan, Tetap Teguh Menghadapi Proses Hukum
Fadli Zon Jadikan Lampung Panggung Pernyataan Pentingnya Pelestarian Budaya
Kampanye Anak Indonesia Hebat, Purnama Wulan Sari Mirza Ajak Perkuat Pendidikan Karakter Anak Usia Dini
KPK dan DPRD Lampung Perkuat Sinergi Pencegahan Korupsi
DPP ABRI Gelar Pelatihan Paralegal Nasional 2025

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 18:21 WIB

Ground Breaking Jembatan Perintis Garuda Perkuat Akses Desa Sukaraja

Senin, 30 Maret 2026 - 20:06 WIB

Bupati Pesawaran Sampaikan LKPJ 2025

Senin, 30 Maret 2026 - 18:43 WIB

Halal Bihalal Pemkab Pesawaran, Bupati Ajak ASN Tingkatkan Pelayanan

Rabu, 25 Maret 2026 - 18:22 WIB

Bupati Pesawaran Tinjau Destinasi Wisata Lokal Saat Libur Lebaran

Kamis, 19 Maret 2026 - 21:03 WIB

Pemkab Pesawaran Anggarkan Dana untuk Rehabilitasi Gedung DPRD

Kamis, 19 Maret 2026 - 12:18 WIB

Takbir Keliling Dilarang di Jalan Protokol, Pemkab Pesawaran Imbau Warga

Kamis, 19 Maret 2026 - 12:07 WIB

Bupati Pesawaran Tinjau Pospam Mudik

Sabtu, 14 Maret 2026 - 12:04 WIB

Pemkab Pesawaran Gelar Musrenbang RKPD 2027

Berita Terbaru

Lampung Selatan

Bupati Egi Tinjau Longsor Gunung Rajabasa

Sabtu, 4 Apr 2026 - 15:39 WIB

Lampung

Pemprov Lampung Mulai Perbaikan Jalan Prioritas 2026

Jumat, 3 Apr 2026 - 20:56 WIB