BERBAGI
Gubernur Lampung Minta Paslon Kada Patuhi Pakta Integritas
Rapat Koordinasi Satgas Covid-19 se-Provinsi Lampung di Novotel Bandarlampung, Senin (23/11). Foto: Netizenku.com

Bandarlampung (Netizenku.com): Komisi V DPRD Provinsi Lampung meminta Kepala daerah untuk menyosialisasikan bahaya terinfeksi Covid-19 kepada masyarakat, khususnya yang tinggal di pedesaan.

Ketua Komisi V DPRD Lampung, Yanuar Irawan, menilai selama ini pemerintah daerah hanya fokus pada angka-angka korban Covid-19. Hal ini memunculkan perdebatan tersendiri di kalangan masyarakat bawah yang menyebabkan mereka antara percaya dan tidak dengan adanya virus korona.

“Justru kita lihat akhir-akhir ini kita terfokus pada angka-angka saja. Bicara Covid-19 sudah sedikit jenuh karena yang dibicarakan ini terus. Bahkan ada sebagian masyarakat yang sudah bersikap masa bodoh,” kata Yanuar di hadapan Kepala Satgas Covid-19 se-Provinsi Lampung di Hotel Novotel Bandarlampung, Senin (23/11).

“Kalau di Bandarlampung lebih enak, Pak Herman HN di setiap lampu merah ada pemberitahuan. Tapi bagaimana dengan di desa-desa?”

“Kita lihat semua berkerumun apalagi kalau ada hajatan, enggak pernah mereka berpikir tentang jaga jarak, pakai masker, semua santai-santai saja. Ini tidak kita pikir kan, yang kita pikir kan hanya angka-angka tadi,” ujar dia.

Yanuar mengatakan Kepala Satgas Covid-19 di daerah kabupaten/kota memiliki peranan yang penting untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Kami sedang membahas Pergub Nomor 45 Tahun 2020 bersama Pak Gubernur untuk menjadi Perda. Supaya stakeholder terkait khususnya Polri dan TNI di dalam melaksanakan tugasnya mempunyai payung hukum dalam pelaksanaan teknisnya. Insyaallah minggu ini Perda itu akan segera kita sah kan,” kata politisi PDI Perjuangan ini.

Dia berharap setelah perda disahkan seluruh kepala daerah bisa melakukan hal yang sama dengan menerbitkan perda, surat edaran, atau instruksi, agar lurah, kepala pekon atau peratin bisa mengedukasi masyarakat terkait bahaya Covid-19.

“Teknisnya disesuaikan dengan kultur wilayah kita masing-masing. Kalau ini tidak kita lakukan, masyarakat cuek, ini hanya soal bom waktu saja,” tegas Yanuar.

Sebagai Ketua Komisi V DPRD Lampung, dia meminta agar seluruh pihak melepaskan egosentris masing-masing agar bersama-sama memberikan edukasi kepada masyarakat. “Kuncinya hanya itu, kalau upaya kita menangani penularan Covid-19, saya rasa sudah cukup,” pungkas dia. (Josua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here