DPRD Lampung Dorong Solusi Kemacetan Merak–Bakauheni 

Suryani

Senin, 15 Desember 2025 - 18:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Persoalan kemacetan di lintasan penyeberangan Merak–Bakauheni yang kerap terjadi pada momentum hari besar keagamaan, seperti Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta Idulfitri, kembali menjadi sorotan. Keterbatasan dermaga dinilai sebagai salah satu faktor utama penyebab antrean panjang kendaraan di kedua pelabuhan tersebut.

Lampung (Netizenku.com): Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Lampung, Budi Hadi Yunanto, menegaskan pihaknya mendorong langkah antisipatif dan solusi konkret agar persoalan serupa tidak terus berulang.

Ia menyampaikan, Komisi IV DPRD Lampung bersama Dinas Perhubungan Provinsi Lampung secara rutin melakukan kegiatan bersama dalam rangka persiapan menghadapi Nataru, sebagaimana yang dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Seperti tahun 2024 lalu, ada kegiatan bersama antara Dinas Perhubungan dan Komisi IV. Kita akan turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan kesiapan,” ujar Budi saat diwawancarai di ruang kerjanya, Senin (15/12/2025).

Baca Juga  Pemprov Lampung dan Kejati Perkuat Sinergi Kawal Program Pemerintah dan Pelayanan Publik

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memastikan seluruh aspek operasional berjalan optimal. Apabila ditemukan kendala di lapangan, DPRD bersama pemerintah daerah akan segera mengambil langkah yang diperlukan agar pelayanan penyeberangan tetap berjalan lancar.

“Kalau memang dibutuhkan penambahan kapal, tentu bisa dilakukan. Tetapi semua itu akan dievaluasi secara menyeluruh, baik saat Nataru maupun Lebaran,” jelasnya.

Budi juga menyoroti keterbatasan jumlah dermaga yang hingga kini masih menjadi persoalan klasik. Ia menegaskan, setiap laporan masyarakat terkait keterbatasan infrastruktur pelabuhan akan ditindaklanjuti oleh DPRD.

“Keterbatasan dermaga ini harus menjadi perhatian serius. Jika ada laporan dari masyarakat, tentu akan kami dorong agar segera ditindaklanjuti oleh Pemprov Lampung melalui Dinas Perhubungan atau pihak pengelola dermaga. Tujuannya agar masyarakat merasa aman dan nyaman,” tegasnya.

Baca Juga  Putra Jaya Umar Dorong Gerakan Bersama Berantas Narkoba, Judol dan Pinjol di Lampung

Ia mendorong adanya inovasi dan pengembangan infrastruktur, termasuk penambahan dermaga panjang atau optimalisasi pelabuhan, guna mengurai kepadatan kendaraan saat puncak arus penyeberangan.

Sebelumnya, Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap) menilai akar persoalan kemacetan di lintasan Merak–Bakauheni bukan terletak pada kekurangan kapal, melainkan keterbatasan infrastruktur pelabuhan.

Ketua Umum DPP Gapasdap, Khoiri Soetomo, menyebut jumlah dan kualitas dermaga yang terbatas membuat kapal-kapal yang telah mengantongi izin operasi tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal.

“Masalah di Merak–Bakauheni bukan kekurangan kapal. Kapalnya justru sudah terlalu banyak. Yang gagal disiapkan negara adalah dermaga, baik dari sisi jumlah maupun kualitas,” ujar Khoiri dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (14/12/2025).

Baca Juga  Mukhlis Basri Dukung Trans Sumatra Railways, Nilai Perkuat Konektivitas dan Dongkrak Ekonomi Lampung

Ia mengungkapkan, dari sekitar 70 kapal yang terdaftar dan siap beroperasi di lintasan tersebut, hanya sekitar 28 kapal per hari atau sekitar 30 persen yang dapat beroperasi akibat keterbatasan dermaga. Akibatnya, hari operasi kapal per bulan hanya sekitar 11 hari, jauh dari kondisi ideal.

Kondisi tersebut dinilai tidak hanya merugikan dunia usaha, tetapi juga berpotensi berdampak pada kualitas layanan serta keselamatan penumpang.

Oleh karena itu, Komisi IV DPRD Lampung menegaskan komitmennya untuk terus mendorong percepatan penyelesaian persoalan infrastruktur pelabuhan agar arus penyeberangan Merak–Bakauheni dapat berjalan lebih tertib, lancar, dan manusiawi, terutama pada momentum hari besar nasional dan keagamaan. (Tauriq)

Berita Terkait

RSUD Abdul Moeloek Hadirkan Teknologi DSA untuk Perkuat Layanan Stroke
Kemenag Lampung Tegaskan Tanah 1,72 Hektare di Natar Berstatus Aset Negara
Pemprov Lampung Tangani Ruas Jalan Ketapang-Negara Ratu di Lampung Utara
DPRD Lampung Kejar Penyelesaian 13 Raperda Sebelum 25 November
Wagub Jihan Dorong Mahasiswa Jadi Versi Terbaik Diri di Era Digital
Komisi I DPRD Lampung Dorong Polisi Tingkatkan Pengusutan Kasus Narkoba
Pemprov Lampung Kantongi Rp12,3 Miliar dari Retribusi Pemanfaatan Rumija
Pemprov Lampung dan PTA Bandar Lampung Perkuat Sinergi Tekan Angka Perceraian

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 17:59 WIB

RSUD Abdul Moeloek Hadirkan Teknologi DSA untuk Perkuat Layanan Stroke

Selasa, 29 September 2026 - 11:06 WIB

Kemenag Lampung Tegaskan Tanah 1,72 Hektare di Natar Berstatus Aset Negara

Senin, 28 September 2026 - 20:10 WIB

Pemprov Lampung Tangani Ruas Jalan Ketapang-Negara Ratu di Lampung Utara

Senin, 28 September 2026 - 18:26 WIB

Wagub Jihan Dorong Mahasiswa Jadi Versi Terbaik Diri di Era Digital

Senin, 28 September 2026 - 16:25 WIB

Komisi I DPRD Lampung Dorong Polisi Tingkatkan Pengusutan Kasus Narkoba

Sabtu, 26 September 2026 - 16:44 WIB

Pemprov Lampung Kantongi Rp12,3 Miliar dari Retribusi Pemanfaatan Rumija

Jumat, 25 September 2026 - 20:27 WIB

Pemprov Lampung dan PTA Bandar Lampung Perkuat Sinergi Tekan Angka Perceraian

Jumat, 25 September 2026 - 15:50 WIB

Hari Tani Nasional, Harga Singkong Lampung Mulai Menguat

Berita Terbaru

Pringsewu

Jambret Tas Berisi Rp1,6 Juta di Gadingrejo Terjatuh Saat Kabur

Senin, 28 Sep 2026 - 19:56 WIB