Dinas Perhubungan Provinsi Lampung menegaskan kesiapan penyelenggaraan Angkutan Lebaran (Angleb) Tahun 2026 dengan memperkuat strategi pengendalian arus mudik dan balik.
Lampung (Netizenku.com): Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung Bambang Sumbogo, menjelaskan lonjakan penumpang di Pelabuhan Bakauheni saat puncak lebaran 2025 mencapai 170.994 penumpang dalam sehari.
“Pada tahun 2025 itu jumlah angleb sebesar 1.694.484 penumpang jadi naik sekitar 0,03% dari tahun sebelumnya, dan untuk penyebrangan bakauheni melonjak 41 kali lipat dibandingkan hari normal,” ujar Bambang, pada Senin (23/2/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menambahkan, Dishub melakukan evaluasi dari Angkutan Nataru pada tahun 2025/2026 dengan mengusung sejumlah strategi diantaranya yaitu :
1. Optimalisasi Buffer Zone
2. Optimalisasi Geofencing Tiket Ferizy
3. Sinkronisasi Pembatasan Angkutan Barang dengan Penjualan Tiket Ferizy
4. Optimalisasi TBB dan Penyamaan tarif Tiket
5. Sanksi tegas pelanggaran pembatasan Angkutan Barang
6. Larangan Tegas Truk Sumbu 3+ Parkir Menginap
7. Mudik Gratis Sepeda Motor Rute Tj. Priok-Panjang (PP)
8. Penyebrangan Alternatif Pel. Panjang-Cigading.
Bambang menegaskan, mengenai permasalahan permasalahan penyelenggaraan Angkutan Lebaran di Provinsi Lampung salah satunya seperti Terdapat banyaknya kendaraan truk yang parkir menginap di Rest Area (KM 20B) Tol Bakauheni – Terbanggi Besar pada masa pembatasan angkutan barang.
“Hal ini menyebabkan berkurangnya kapasitas kendaraan pada rest area tersebut sehingga fungsi rest area tidak dapat berfungsi secara optimal pastinya,” tegasnya.
Dalam hal ini, Perkembangan Moda Transportasi di Provinsi Lampung sendiri terdapat 5 Kapal Baru dari total 66 Kapal, Pada Angkutan Kereta Api terdapat Penambahan Layanan PSO pada KA Rajabasa (TNK-Kertapati) dari 5 kereta me jadi 8 kereta dari 530 seat menjadi 848 seat meningkat 318 seat.
“Ada juga di Angkutan daratan yaitu penambahan 4 terminal tipe B yang beroperasi yaitu, gading rejo, gaya baru, tulang bawang dan Liwa dari 3 terminal tipe b yang sudah beroperasi yaitu mulyojati, simpang propau, Bakauheni dan untuk Angkutan udara telah di tetapkan nya kembali Bandara Radin Inten II menjadi berstatus internasional,” pungkasnya. (*)








