oleh

Di Lambar, Setiap Lampu Padam, Signal Hilang

Lampung Barat (Netizenku.com): Pemadaman listrik oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) ranting Liwa Lampung Barat, dikeluhkan bahkan membuat geram masyarakat setempat.

Pasalnya, pemadaman selama lima jam tersebut tidak hanya merugikan pengusaha yang menggunakan aliran listrik, tetapi juga secara otomatis menggangu komunikasi masyarakat setempat.

\”Saat ini mati lampu sudah lima jam, dan ini berpengaruh langsung dengan sarana komunikasi, khususnya pengguna provider Telkomsel, karena setiap ada pemadaman lampu, signal handpone juga lenyap,\” kata Anton warga Lampung Barat, Kamis (5/7).

Baca Juga  Ombudsman Dukung PLN Sosialisasi Masif Stimulus Tenaga Listrik

Menurut Anton, provider yang paling banyak digunakan warga Way Mengaku adalah Telkomsel, tetapi dirinya menyayangkan setahun terakhir apabila ada pemadaman listrik, signal Telkomsel ikut lenyap.

\”Kalau di daerah lain lampu padam tidak berpengaruh terhadap signal Telkomsel, tetapi di wilayah Way Mengaku yang sebagian besar warganya pengguna Telkomsel tidak bisa berkomunikasi karena signal tidak ada,\” jelasnya.

Untuk itu, kata Anton, dirinya meminta pihak manageman Telkomsel untuk melakukan perbaikan pelayanan, karena saat ini lampu sering padam, kalau ini tidak ada perbaikan bisa saja pelanggan setia Telkomsel beralih pilihan.

Baca Juga  Hari Libur pun, Parosil Tak Berhenti Matangkan Persiapan Festival Kopi Lambar

\”Mungkin pihak pengelola tower Telkomsel di wilayah Way Mengaku tidak peduli ketika ada pemadaman lampu untuk menghidupkan genset yang ada di lingkungan tower, sehingga tidak berfungsi, jadi sudah selayaknya pihak managemen melakukan perbaikan,\” harap Anton.

Karena menurut sumber ini, Way Mengaku merupakan pusat perkotaan dan pemerintahan, jadi komunikasi sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari, selain untuk menunjang pekerjaan juga banyak pelaku bisnis yang membutuhkan komunikasi aktif.

Baca Juga  Tak Ada Rolling, Bupati Lambar Minta Jajaran Tingkatkan Kinerja

\”Kalau lampu padam berjam-jam seperti saat ini, berarti komunikasi terputus juga selama berjam-jam, sementara ada pihak pemerintah dalam melakukan pekayanan menggunakan jasa telekomunikasi, dan juga pengusaha secara otomatis akan terganggu dalam menjalankan bisnisnya,\” urai Anton, seraya mengatakan ada wilayah lain di Lambar ketika mati lampu signal tidak ikut hilang. (Iwan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *