Dendi Gratiskan Rawat Inap Pasien DBD

Redaksi

Kamis, 24 Januari 2019 - 14:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesawaran (Netizenku.com): Wabah penyakit endemis Demam Berdarah Dengeu (DBD) di wilayah Kabupaten Pesawaran mengalami peningkatan dari tahun 2018 hingga awal tahun ini.

Pemerintahan Daearah Kabupaten setempat melalui Dinas Kesehatan langsung memberikan langkah cepat untuk penanganannya baik itu pembasmian jentik nyamuk melalui fogging, maupun melakukan sosialisasi terhadap masyarakat tentang bagaimana penanggulangan agar terhindar dari penyakit tersebut dengan melakukan 3 M dan pemberian obat abatte.

Dan sebagai bentuk keseriusan pemkab,  bagi warga yang tidak memiliki BPJS, Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona memberikan pelayanan rawat inap gratis bagi masyarakat yang yang terkena wabah DBD tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

\”Ini adalah bentuk perhatian beliau selaku bupati terhadap masyarakatnya. Akan tetapi, itu hanya untuk yang dirawat di RSUD Pesawaran dan di ruang kelas tiga dan khusus warga yang kurang mampu,\” kata Kadis Kesehatan Harun Tri Joko, di ruang kerjanya usai menggelar rapat bersama seluruh bidan desa yang ada tentang siaga DBD, Kamis (24/1).

Baca Juga  NasDem Pesawaran Bagikan 22 Ribu Masker untuk Warga Terdampak Abu Vulkanik

Akan tetapi Lanjut Harun, apabila ada warga Pesawaran yang terkena wabah DBD tetapi dirawat di rumah sakit diluar Pesawaran seperti RS Bandarlampung, tetap akan diberikan bantuan berupa biaya pendamping minimal Rp2 juta. \”Kalau dirawat di rumah sakit luar Pesawaran bupati tidak akan menanggung biayanya. Akan tetapi tetap selaku pemerintah daerah akan memberi biaya pendamping untuk makan minum selama dirawat mininal dua juta,\” janjinya.

Baca Juga  NasDem Pesawaran Bagikan 22 Ribu Masker untuk Warga Terdampak Abu Vulkanik

Sementara itu, dalam kesempatan tersebut Harun juga menjelaskan untuk wabah penyakit DBD di Kabupaten Pesawaran tahun2019 ini dipastikan bakal mengalami peningkatan ditahun sebelumnya. \”Selama 2018 saja yang terkena DBD itu mencapai 210 orang, sedangkan ditahun ini 2019 baru awal tahun sudah mencapai 120 penderita artinya kedepan untuk tahun ini penderita DPD di wilayah Pesawaran bakal mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya,\” ucapnya.

Lebih lanjut Harun mengutarakan,  ini tugas tenaga kesehatan ab yang berada dimasing-masing puskesmas yang ada dan itu sudah dilakukan.

\”Kalau ada masyakat yang terkena wabah itu segera laporkan dan berikan penanganan dan juga berikan pemahaman tentang DBD itu bukan hanya harus melakukan foging saja akan tetapi dapat dimulai dari diri kita sendiri dengan melakukan 3 M serta membiasakan hidup bersih, karen nyamuk itu suka dengan tempat – tempat yang kotor,\” himbaunya.

  • Sementara itu, berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran untuk tahun 2019 yang terkena wabah DBD itu terjadi di delapan kecamatan, Kecamatan Negeri Katon 50 kasus, Gedongtataan 32 kasus, Tegineng 2 kasus, Punduh Pedada 1 kasus, Padang Cermin 10 kasus,Teluk Pandan 3 Kasus, Waylima 3 kasus dan kecamatan Kedondong 17 kasus. \”Sebenarnya pengobatan untuk penderita DBD itu sangat mudah hanya dengan diimpus dan iberi minum yang banyak itu sudah cukup dan pasti sembuh, serta jangan lupa dikontrol HB nya,\” ungkap Harun. (Soheh).
Baca Juga  NasDem Pesawaran Bagikan 22 Ribu Masker untuk Warga Terdampak Abu Vulkanik

Berita Terkait

NasDem Pesawaran Bagikan 22 Ribu Masker untuk Warga Terdampak Abu Vulkanik
Warga Bernung Keluhkan Bau Limbah Dapur MBG Dekat Permukiman dan Musala
Pemkab Pesawaran Gelar FGD Penyusunan ADEM
Tekan Stunting, Pemkab Pesawaran Sosialisasikan Perencanaan Keluarga
Rakor Kades, Bupati Pesawaran Tekankan Respons Cepat dan Optimalisasi PBB
Ground Breaking Jalan Pesisir Pesawaran Dimulai, Akses Wisata Ditargetkan Lebih Lancar
BPS Pesawaran Canangkan Desa Cantik 2026
Bimtek Posyandu di Pesawaran, Perkuat Sinergi Layanan Kesehatan

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 15:50 WIB

Hari Tani Nasional, Harga Singkong Lampung Mulai Menguat

Kamis, 24 September 2026 - 21:26 WIB

Kemah Bhakti Satya Linmas, Gubernur Mirza Dorong Penguatan Peran Satlinmas

Kamis, 24 September 2026 - 21:10 WIB

Gubernur Lampung: PKH Bukan untuk Ketergantungan, tapi Mendorong Keluarga Mandiri

Kamis, 24 September 2026 - 21:00 WIB

Gubernur Lampung Dorong Petani Lampung Kembangkan Pupuk Hayati Secara Mandiri

Kamis, 24 September 2026 - 20:30 WIB

Gubernur Mirza Launching Perlindungan Jamsostek bagi 98.809 Pekerja Rentan di Lampung

Kamis, 24 September 2026 - 19:46 WIB

Lampung Raih Penghargaan Provinsi Terbaik Regional Sumatera dalam Pengendalian Inflasi

Kamis, 24 September 2026 - 17:21 WIB

Disdikbud Lampung Gulirkan Program Double Teaching

Rabu, 23 September 2026 - 19:35 WIB

Pemprov dan DPRD Lampung Sepakati Perubahan APBD 2026

Berita Terbaru

Lampung Selatan

ASDP Bakauheni Dukung Pelaksanaan HPN dan Porwanas 2027 di Lampung

Jumat, 25 Sep 2026 - 18:42 WIB

Lampung

Hari Tani Nasional, Harga Singkong Lampung Mulai Menguat

Jumat, 25 Sep 2026 - 15:50 WIB