Demo Kotak Koin NU yang Tak Dibayar Temui Babak Baru

Redaksi

Sabtu, 29 Agustus 2020 - 19:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesawaran (Netizenku.com): Puluhan warga Kabupaten Pesawaran yang tergabung di UMKM Atharizz Gemilang melakukan unjuk rasa di kediaman Andi Warisno, Direktur Program Kotak Koin NU, di Desa Sidoharjo, Kecamatan Jati Agung Lampung Selatan, Sabtu (29/8).

Kedatangan para pengrajin kayu ini menuntut Andi Warisno yang juga Rektor STAI Annur, segera membayar serta melunasi  kotak koin NU Care Lazisnu yang telah dipesan, baik yang telah dikirim atau pun yang belum, bahkan yang sudah proses finishing serta bahan baku yang sudah dirajang pun agar segera dibayar pihak Andi Warisno lantaran mereka sudah merugi akibat program tersebut.

\"\"

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam orasinya mereka para pengrajin kayu ini meneriaki Andi Warisno adalah pembohong dan dzalim. Bahkan para pendemo ini membawa baleho dan kertas karton bertuliskan jika Andi Warisno tidak membayar hutang itu akan mereka kejar hingga akhirat.

Muhlisin selaku koordinator dalam aksi tersebut mengutarakan, aksi yang dilakukan dirinya bersama para pengrajin ini hanya ingin menuntut satu permintaan saja, yakni dari pihak Andi Warisno segera melunasi hutang uang pembayaran kotak koin NU yang telah dibuat oleh pengrajin.

\”Kami hanya minta hak kami, kotak koin yang telah kami buat segera dibayar,\” minta Muhlisin.

Pihaknya mengutarakan, Andi Warisno selaku Direktur Program Kotak Koin NU dianggap tidak komit dengan ucapannya, yang berjanji siap membayar semua kotak koin yang telah di pesannya dari pengrajin yang tergabung di UMKM Atharizz Gemilang yang diketuainya.

\”Andi pesan kotak koin itu 1 juta pcs, dan harus selesai 4 bulan. Kami menyanggupinya akan tetapi baru separo perjalanan tanpa ada konfirmasi program tersebut dihentikan. Sedangkan dikelomon itu masih ada sekitar 96.000 kotak yang sedang proses finishing seperti ngamplas, ngecat, nyablon, dan lain-lain, belum lagi kayu yang sudah kami beli dan sudah dirajang ada sekitar 94 kubik. Nah ini mau dikemanakan,\” ungkap Muhlisin.

Maka untuk itu dia berharap, dengan adanya unjuk rasa ini ada solusi yang jelas dari pihak Andi, jangan malah justru sebaliknya pihak Andi malah buang badan. Konflik internal di tubuh PWNU dijadikan alasan untuk tidak mau membayar kotak koin yang telah dia pesan.

\”Kami tidak mau tahu dengan adanya konflik internal mereka, yang kami mau apa yang dia pesan segera dibayar secepanya,\” minta  Muhlisin.

Sementara itu setelah melalui mediasi yang dilakukan pihak kepolisian setempat, dengan dipertemukannya dari kedua belah pihak antara pihak Andi Warisno dan beberapa perwakilan dari pengrajin ada kesepakan. Pihak Andi siap bertanggung jawab dan akan mengakomodir semua apa yang diharapkan perngrajin.

\”Tadi sudah kita sama-sama musyawarahkan bahwa kotak yang sudah dikirim saya komitmen akan saya bayar.Apa lagi untuk hal ini saya sudah membayar secara bertahap.Kalau yang belum nanti kita carikan solusi maka kotak itu segera dikirim kekantor lagi supaya barang bukti itu ada bahwa ini lo kotaknya yang sudah dibuat supaya kami juga bisa mencarikan solusi \”ucapnya.

Sementara itu, saat ditanya mengapa ada keterlambatan pembayaran kepada pihak pengrajin, Andi mengungkapkan lantaran dipicu ada permasalahan internal di tubuh PWNU.

\”Terhambatnya itu lantaran PWNU membekukan PW Lazisnu, jadi kami sebagai pelaksana untuk penggalangan dana ini setelah dibekukankan nggak boleh lagi, sebenarnya saya ketika masih menjabat Direktur Koin pasti bertanggung jawab sepenuhnya, setelah saya dibekukan sehaharusnya saya tidak ada beban itu, tapi kami masih terus diminta bayar, yang jelas kita akan tanggung jawab yang sudah dikirim akan kita bayar, sedangkan yang belum kirim dulu barangnya dikumpulkan nanti kita carikan solusi,\” janjinya. (Soheh/Len)

Berita Terkait

Warga Bernung Keluhkan Bau Limbah Dapur MBG Dekat Permukiman dan Musala
Pemkab Pesawaran Gelar FGD Penyusunan ADEM
Tekan Stunting, Pemkab Pesawaran Sosialisasikan Perencanaan Keluarga
Rakor Kades, Bupati Pesawaran Tekankan Respons Cepat dan Optimalisasi PBB
Ground Breaking Jalan Pesisir Pesawaran Dimulai, Akses Wisata Ditargetkan Lebih Lancar
BPS Pesawaran Canangkan Desa Cantik 2026
Bimtek Posyandu di Pesawaran, Perkuat Sinergi Layanan Kesehatan
Kejuaraan Pencak Silat Bupati Cup III IPSI Pesawaran Resmi Ditutup

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 20:24 WIB

PAD Tubaba Digenjot, Aset Daerah dan Pajak Mulai Dioptimalkan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:36 WIB

Bupati Tubaba: Hilangkan Sekat, Satukan Komando untuk Percepat Pembangunan

Senin, 17 Agustus 2026 - 19:12 WIB

Bupati Tubaba: Disiplin Kunci Raih Cita-cita

Senin, 17 Agustus 2026 - 11:23 WIB

Naik Vespa Bersama Komunitas Motor, Bupati dan Wakil Warnai Upacara HUT ke-81 RI di Tubaba

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:06 WIB

Bupati-Wabup Tubaba Ikuti Pidato Kenegaraan Presiden

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:45 WIB

Kapolres Tubaba Sambangi Kejari, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:38 WIB

Targetkan Rp50 Miliar Berputar di Tiyuh, Tubaba Genjot Permodalan Lewat TubabaQ Berdaya

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:11 WIB

Gunung Agung Juara Tubaba Football League U-17, Bupati Dorong Pembinaan Talenta Muda Berkelanjutan

Berita Terbaru

Lampung Selatan

PWI Lampung Selatan Dukung Pemanfaatan IKD

Jumat, 21 Agu 2026 - 21:30 WIB

Pringsewu

Diklat Paskibraka Pringsewu 2026 Resmi Ditutup

Jumat, 21 Agu 2026 - 21:25 WIB

Pringsewu

Ombudsman Nilai Pelayanan RSUD Pringsewu

Jumat, 21 Agu 2026 - 21:23 WIB

Tulang Bawang Barat

PAD Tubaba Digenjot, Aset Daerah dan Pajak Mulai Dioptimalkan

Rabu, 19 Agu 2026 - 20:24 WIB