Bisnis Hotel di Lampung Terpapar Kebijakan Setengah Hati dan Tarif Premium yang Membunuh Pasar

Ilwadi Perkasa

Sabtu, 20 September 2025 - 13:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung Marriott Resort & Spa di Hurun, Pesawaran (sekitar Bandar Lampung

Lampung Marriott Resort & Spa di Hurun, Pesawaran (sekitar Bandar Lampung

Industri perhotelan Lampung terpapar melemah akibat kebijakan setengah hati dan tarif premium yang membubuh pasar. Jika berlanjut, bisnis perhotelan bisa terjerembab dalam jurang krisis.

Bukan sekadar angka okupansi yang jeblok, tetapi kombinasi kebijakan pemerintah yang setengah hati dan arogansi tarif hotel premium yang justru membunuh pasarnya sendiri.

Data Badan Pusat Statistik mencatat TPK hotel berbintang Juli 2025 hanya 47%, tertinggal jauh dari nasional 52,79%. Angka ini menegaskan Lampung nyaris tak berdaya mengangkat sektor wisata yang mestinya jadi mesin ekonomi daerah.

Kepala Biro Perekonomian Lampung, Rinva, secara terbuka mengakui larangan penyelenggaraan kegiatan Pemda di hotel sepanjang tahun ini ikut menjadi penyebabnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

‘Blunder’yang dilakukan pemerintah dengan niat baik untuk efisiensi, belakangan dicabut, tetapi terlanjur telah melumpuhkan bisnis hotel.

Baca Juga  PERABOI Gelar Bakti Sosial Deteksi Dini Kanker Payudara di RSUDAM

Sekalipun dibolehkan kembali, pelemahan bisnis hotel tetap terjadi karena kue anggaran atau belanja pemerintah untuk berkegiatan di hotel sudah ditiadakan sejak awal tahun anggaran.
Hotel-hotel yang menggantungkan hidup dari acara resmi pemerintah kehilangan sumber penghasilan paling vital, dan pemerintah tampak tak punya strategi pengganti.

Dari sisi pasar, keluhan datang langsung dari pelaku industri. Manager Hotel Regency Pringsewu, Bambang Suhendri, menegaskan bahwa hotel berbintang tinggi di Lampung telah kehilangan relevansinya.

“Harga terlalu tinggi, masyarakat lokal nggak mampu beli untuk day by day. Jadi tamu ramai hanya di hari tertentu,” tegasnya. Artinya, hotel-hotel premium kini hanya menjadi bangunan mewah kosong yang sesekali terisi, tanpa daya tarik bagi wisatawan domestik yang justru mendominasi kunjungan.

Baca Juga  Elly Wahyuni Nilai Kebijakan Pendidikan Ringankan Beban Masyarakat Lampung

Inilah potret telanjang sektor perhotelan Lampung. Angka okupansi merosot, revenue anjlok bukan hanya dari kamar kosong, tetapi juga dari hilangnya pemasukan meeting room.

Sumber keuntungan ganda yang dulu menopang bisnis kini ikut kering. Akibatnya, hotel-hotel bintang tinggi terjebak dalam lingkaran setan, yakni harga tinggi mengusir tamu, sementara biaya operasional terus menekan.

BPS bahkan mencatat fluktuasi ekstrem tahun ini: dari 40,97% di Januari, anjlok ke 27,10% pada Maret, lalu sempat pulih di Juni. Hanya hotel bintang tiga yang bisa sedikit tersenyum, naik tipis dari 43,82% pada Juni menjadi 48,55% pada Juli. Segmen menengah ini jelas menunjukkan ketahanan yang tidak dimiliki hotel premium.

Baca Juga  Gubernur Lampung Dukung FGD Nasional Jalan Tol Digelar di Lampung

Namun sampai kapan Lampung mau puas dengan predikat “kelas menengah”? Tanpa promosi wisata yang agresif, tanpa diversifikasi event yang konsisten, dan tanpa keberanian hotel premium untuk merombak kualitas serta strategi harga, Lampung akan terus tertinggal. Hotel-hotel mewah akan semakin identik dengan kursi kosong, sementara ekonomi daerah kehilangan miliaran rupiah potensi pemasukan.

Krisis ini harusnya jadi alarm keras. Pemerintah tidak bisa lagi sekadar melempar alasan anggaran, sementara pelaku hotel premium tidak boleh lagi memaksakan tarif yang jelas-jelas tidak sesuai daya beli pasar. Jika Lampung gagal berubah tahun ini, sektor perhotelannya akan dikenang bukan sebagai motor ekonomi, melainkan sebagai bukti gagalnya tata kelola wisata.

Berita Terkait

Komisi V DPRD Lampung Dorong Direktur Baru RSUDAM Lanjutkan Program Pendahulu
Razia Kendaraan di Lampung Sasar Kelengkapan STNK dan Pajak
Pemkot Bandar Lampung Sosialisasikan Bahaya Liquid Vape ke Sekolah Mulai 21 Oktober
Gubernur Lampung Instruksikan Percepatan Penanganan Karhutla dan Penguatan Mitigasi
Jihan Nurlela Perkuat Penanganan Karhutla TNWK, 350 Personel Gabungan Dikerahkan
HUT ke-18 PIRA Lampung, Salurkan 100 Paket Sembako dan Tebar Benih Ikan di Pesawaran
Batin Wulan Promosikan Mocaf dan Ikan Cobia Lampung di Ajang Kuliner Internasional
Rezki Wirmandi: Di Balik Kesibukan Politik, Keluarga Tetap Jadi Rumah untuk Pulang

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 11:15 WIB

Bupati Tanggamus Pastikan Relokasi Pasar Talang Padang Berlanjut, Pedagang Digratiskan Sewa Selama 12 Bulan

Jumat, 24 Juli 2026 - 14:55 WIB

Delapan Siswa SMPN 1 Talangpadang Alami Keluhan, Sampel Makanan Diuji Laboratorium

Jumat, 24 Juli 2026 - 14:52 WIB

Tanggamus Jajaki Beasiswa dan Investasi dengan Turki

Senin, 20 Juli 2026 - 20:35 WIB

RSUD Batin Mangunang Akui Minim Sosialisasi SOP Pelayanan

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:32 WIB

DPRD Tanggamus Setujui LKPj Bupati 2025, Rekomendasikan Perbaikan Kinerja Pemerintahan

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:37 WIB

Sekda Tanggamus Minta Pekon Prioritaskan Layanan Kesehatan Primer

Rabu, 1 Juli 2026 - 11:59 WIB

PBI BPJS Kesehatan Dinonaktifkan, Dinsos Tanggamus Sarankan Warga Beralih Sementara ke Peserta Mandiri

Senin, 22 Juni 2026 - 20:19 WIB

Tanggamus Raih WTP Kedua Berturut-turut, Bupati Dorong Transparansi APBD

Berita Terbaru

Pringsewu

Wabup Pringsewu Imbau Orangtua Hargai Proses Tumbuh Kembang Anak

Selasa, 20 Okt 2026 - 19:13 WIB

Lampung Selatan

HUT ke-62 Golkar, DPD Lampung Selatan Santuni 20 Anak Yatim-Piatu

Selasa, 20 Okt 2026 - 12:49 WIB

Tulang Bawang Barat

Pemkab Tubaba Siapkan Anggaran Pelaksanaan Putusan MA Terkait SDN Pagar Dewa

Senin, 19 Okt 2026 - 19:11 WIB