Apindo Gelar FGD, Bahas Optimalisasi Peran Pelabuhan Panjang dalam Ekspor-Impor

Suryani

Senin, 19 Mei 2025 - 21:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FGD yang berlangsung di Aula IIB Darmajaya, Senin (19/5/2025), Foto: Ist.

FGD yang berlangsung di Aula IIB Darmajaya, Senin (19/5/2025), Foto: Ist.

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Lampung menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk membahas optimalisasi peran Pelabuhan Panjang dalam mendukung aktivitas ekspor-impor dan sistem logistik nasional. Kegiatan ini berlangsung di Aula Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, Senin (19/5/2025).

Bandar Lampung (Netizenku.com): Ketua Umum Apindo Lampung, Ary Meizari Alfian mengatakan optimalisasi Pelabuhan Panjang memerlukan sinergi lintas sektor. Menurutnya, saat ini pelabuhan utama di Provinsi Lampung tersebut belum berfungsi maksimal akibat sejumlah kendala.

“Perlu keterlibatan semua pihak untuk mengatasi hambatan-hambatan yang ada. Jika peran Pelabuhan Panjang dapat dioptimalkan, dampaknya akan sangat positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya saat membuka kegiatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ary menekankan, FGD ini diharapkan tidak hanya menghasilkan rekomendasi tertulis, tetapi juga menjadi pijakan strategis bagi pengambil kebijakan untuk memperkuat fungsi Pelabuhan Panjang dalam mendukung perekonomian daerah maupun nasional.

Baca Juga  Pemkot Bandar Lampung Salurkan Bantuan Beras untuk Warga Terdampak Kemarau

Menurutnya, ada beberapa persoalan yang menjadi penghambat utama. Pertama, kebijakan nasional yang membatasi aktivitas impor melalui Pelabuhan Panjang justru meningkatkan biaya logistik dan memperlambat distribusi barang. “Kondisi ini bisa mengurangi daya saing dan minat investasi di Lampung,” jelasnya.

Kedua, hingga akhir 2023, Rencana Induk Pelabuhan (RIP) Panjang masih dalam tahap akhir peninjauan dan belum disahkan oleh pemerintah pusat. Hal ini berdampak pada ketidakpastian arah pembangunan infrastruktur pelabuhan.

“Keterlambatan ini bisa menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan bagi Provinsi Lampung karena menghambat perkembangan pelabuhan sebagai gerbang logistik strategis di Pulau Sumatera,” tegasnya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan sektor transportasi dan pergudangan di Lampung tumbuh 16,66 persen pada 2023. Namun, pembatasan kegiatan impor justru bisa menghambat pertumbuhan sektor ini, mengurangi efisiensi distribusi barang, serta menambah beban biaya logistik.

Baca Juga  Cuaca Panas dan Angin Kencang, Eva Dwiana Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

“Kita perlu langkah konkret dan kebijakan yang tepat agar potensi besar Pelabuhan Panjang bisa dimanfaatkan secara maksimal,” tambah Ary.

Sementara itu, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdaprov Lampung, Mulyadi Irsan, yang hadir mewakili Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Apindo.

“Kita patut bersyukur karena Lampung memiliki Pelabuhan Panjang yang sangat strategis. Daerah lain seperti Sumsel dan Bengkulu bahkan berupaya keras membangun pelabuhan sekelas ini, tapi tidak mudah,” katanya.

Ia juga menyoroti posisi Pelabuhan Panjang yang dekat dengan jalan tol, sehingga menjadi pilihan efisien bagi pelaku usaha, termasuk dari luar daerah. “Karena itu, perlu upaya serius untuk meningkatkan kontribusi pelabuhan ini terhadap kemajuan ekonomi daerah dan nasional,” ujarnya.

Baca Juga  APBD Perubahan Bandar Lampung Disepakati, Pemkot Kejar Realisasi Program dalam Tiga Bulan

FGD ini menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Direktur GGP Welly Sugiono, GM Pelindo Panjang Imam Rahmayadi, Kepala Bea Cukai Lampung Arif, dan Kadis Perindustrian dan Perdagangan Lampung Evie.

Adapun para pembahas dalam forum tersebut antara lain: Dr. Andi Desfiandi, S.E., M.A (Apindo), Sekretaris Umum Apindo Lampung Dr. Yanuar Irawan, Ketua Dewan Pembina Apindo Ardiansyah, Dr. Faurani I Santi Singagerda (Darmajaya), Dr. Arivina Ratih Y.T. (Unila), Arif Darmawan (Unila), Dr. Asih Murwiati (Unila), Herman Saputra (Apindo), Prof. Dr. Ayi Ahadiat (Unila), Fiskara Indawan Ph.D (Bank Indonesia), serta sejumlah perwakilan dari Bea Cukai, Pelindo, Bappeda, dan BPS. (*)

Berita Terkait

Cuaca Panas dan Angin Kencang, Eva Dwiana Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Gerak Jalan Beregu Pramuka Bandar Lampung Dorong Semangat Kebersamaan
APBD Perubahan Bandar Lampung Disepakati, Pemkot Kejar Realisasi Program dalam Tiga Bulan
Pemkot Bandar Lampung Salurkan Bantuan Beras untuk Warga Terdampak Kemarau
PPM Bandarlampung Gandeng Kodim 0410/KBL Gelar LKBB Tingkat SMP
Bunda Eva Siapkan 5 Sumur Bor untuk Atasi Kekeringan, Tahun Depan Tambah 50 Titik
LVRI, PIVERI, dan PPM Bandar Lampung Gelar Gathering, Rawat Semangat Perjuangan Antargenerasi
HUT Ke-81 RI, Pemkot Bandar Lampung Gelar Upacara dan Lomba Bersama Forkopimda

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:26 WIB

Andhika Wibawa Dukung Standar Akademik untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:36 WIB

Pendaftaran Ditutup, Wirahadikusumah dan Adi Kurniawan Jadi Pendaftar Tunggal Ketua PWI Lampung

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:24 WIB

Karhutla TNWK Mulai Mereda, Asap Masih Tersisa di Lahan Gambut

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:45 WIB

Andika Wibawa Dukung Larangan Vape di Sekolah, Waspadai Penyalahgunaan Narkoba

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Mikdar Ilyas Sebut Harga Singkong Rp3.150 per Kg Hasil Perjuangan Pansus

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:29 WIB

Wamenaker Ajak JARNAS.INDO Perkuat Sinergi Pembangunan Ketenagakerjaan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Demokrat Lampung Siapkan Muscab, Edy Irawan Bidik Kursi Pimpinan DPRD

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Gubernur Lampung Fokus Tangani Karhutla TNWK, Lima Hektare Dipadamkan per Hari

Berita Terbaru