BERBAGI

Tulangbawang Barat (Netizenku.com): Belanja Daerah Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) dalam APBD Perubahan tahun 2019 diproyeksi naik sebesar Rp6,230 miliar.

Kenaikan Belanja Daerah tersebut guna terus mengimbangi tercapainya beberapa target pembangunan, terutama dalam pembangunan infrastuktur. Sehingga Pemkab Tubaba terus berupaya untuk mempercepat penyelesaian program-program tersebut.

“Pemda memandang perlu untuk melakukan perubahan Belanja Daerah dengan menata kembali Belanja Langsung dan Belanja Tidak Langsungnya,” ungkap Bupati Tubaba Umar Ahmad,SP saat menyampaikan KUA-PPAS APBD Perubahan kepada DPRD dalam rapat paripurna di gedung DPRD, di komplek perkantoran di Tiyuh Panaragan, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Selasa (16/7) siang.

Perubahan kenaikan tersebut, lanjut bupati, dilakukan dengan menata dan  mengurangi Belanja Tidak Langsung sebesar 2,88% atau Rp14,369 miliar menjadi Rp483,906 Miliar. Sedangkan Belanja Langsung mengalami penambahan sebesar 3,58% atau Rp20,600 miliar menjadi Rp596,083 miliar.

“Total belanja secara keseluruhan pada Perubahan APBD 2019 menjadi Rp1.079 triliun,” paparnya.

Bupati menambahkan, pada sisi Pendapatan mengalami penambahan pada Pendapatan  Asli Daerah (PAD) sebesar Rp384 juta lebih yang berasal dari penambahan pajak daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, serta rasionalisasi lain-lain PAD yang sah. Sementara, pada Dana Perimbangan, yaitu mengalami pengurangan sebesar Rp115 juta lebih, ini merupakan pengurangan dari Bagi Hasil Pajak/Bukan Pajak.

“Sementara pada pos lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah, tidak mengalami perubahan yaitu tetap  sebesar Rp210.430 miliar. Dengan demikian secara keseluruhan Pendapatan Daerah Kabupaten Tubaba mengalami penambahan sebesar Rp384.612.000,” jelasnya.

Pada Pembiayaan Daerah, kata bupati, sisi Penerimaan Pembiayaan terjadi kenaikan sebesar  Rp1.073 miliar atau naik 0,70%, menjadi sebesar Rp154.448 miliar. Kenaikan   tersebut disebabkan adanya akumulasi kelebihan sisa lebih perhitungan anggaran tahun anggaran sebelumya (silpa) sebesar Rp24,073 miliar.

Selanjutnya pada sisi Pengeluaran Pembiayaan mengalami pengurangan sebesar Rp4,772 Miliar menjadi Rp6,227 miliar.

“Pengeluaran pembiayaan ini dipergunakan untuk pembayaran pokok hutang sebesar Rp5,727 miliar,” kata dia.

Umar Ahmad berharap DPRD Tubaba dapat mendiskusikan dan membahas dokumen KUPA dan PPAS-P oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah dan Badan Anggaran DPRD.

“Dengan harapan ini dapat disepakati bersama antara pihak legislatif dan pihak eksekutif dalam waktu yang sesegara mungkin,” pungkasnya.

Rapat paripurna dua agenda yakni Pembicaraan tingkat II atas Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Tubaba tahun 2019, dan Penyampaian KUA PPAS APBD-P tahun anggaran 2019 dimpimpin langsung oleh Ketua DPRD Tubaba Busroni, SH juga dihadiri Wakil Bupati Tubaba Fauzi Hasan, SE.MM, Waka II Ponco Nugroho, ST, Sekdakab Tubaba Herwan Sahri, SH.MAP, Forkopimda Tubaba, pejabat eselon, serta dihadiri 21 orang anggota DPRD dari jumlah keseluruhan sebanyak 30 orang anggota. (Arie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here