Ada Rindu di Pohon Bambu (Pringsewu)

Ilwadi Perkasa

Kamis, 15 Agustus 2024 - 12:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pohon bambu (foto: pixabay)

Ilustrasi pohon bambu (foto: pixabay)

Oleh: Iwa Perkasa

SELALU ada rindu di pohon bambu. Rindu kepada nyanyian dedaunannya yang berbisik. Rindu kepada dentumannya ketika di sulut api. Rindu kepada rebung, bambu muda yang dimasak ibu.

Rindu serindu-rindunya kepada rumpunan bambu yang menjadi saksi perikatan janji cinta sepasang kekasih. Rindu kepada gemeretak percintaan pohon bambu yang beradu, seolah-olah
mengatakan, “Lupakanlah dia yang telah mengkhinati mu dulu. Duhai anak manusia yang berhati rapuh, perjuangkanlah cinta mu yang baru.”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Juga ada rindu dalam suara minor yang dihasilkan dari lubang segede upil di bambu kecil. Nadanya menyihir, mengundang perantau untuk pulang kampung. Rindu mencium bau tanah makam leluhur atau nyeburin diri ke sungai atau empang tempat bermain saat masa kecil dulu.

Baca Juga  Bupati Riyanto Ajak Sekolah Cegah Perundungan dan Kekerasan terhadap Anak

Indonesia merdeka juga karena bambu. Dulu, tentara penjajah Belanda sangat amat takut dengan bambu runcing yang ditenteng para pejuang.

Bambu atau buluh yang diruncingkan mengandung sembilu. Leluhur kita dulu biasa menggunakan kulit buluh yang tajam untuk meretas perut ayam dan memotong tali pusat bayi-bayi yang baru lahir.

Para pejuang kemerdekaan mengandalkan sembilu ini untuk berperang. Sekali ‘cus’ bisa melahirkan suara erangan yang panjang.

Rasanya, sakit bukan kepalang. Lebih sakit dari pada peluru bedil milik Jepang atau Belanda atau tentara NICA. Apalagi dilakukan sembari meneriakkan Allahu Akbar: Tentara penjajah ketakutan lari tunggang langgang.

Bambu runcing telah memberi jalan kepada bangsa ini untuk menang. Memberi alternatif sebagai tentengan senjata untuk membela diri hingga meraih kemerdekaan.

Baca Juga  Kapolres Pringsewu Bawa Tumpeng ke Kejari, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum

Kini, di masa pembangunan, pohon bambu sulit dicari. Rumpunannya yang dulu biasa tumbuh liar dan ada di mana-mana jarang terlihat. Dampak pembangunan yang pesat telah menggeser peradabannya.

Bambu yang berukuran kecil ditebang untuk jemuran. Pohon bambu yang berukuran besar dipotong, direbahkan lalu dipakai untuk material ‘rumah’rumahan’ seperti gazebo atau saung kuring buat makan bersama teman-teman atau handai taulan. Paling asyik pula buat berkencan.

Rindu bambu mengingatkan kita kepada Negeri Seribu Bambu, Pringsewu. Sebuah kabupaten di Lampung yang memiliki icon Tugu Selamat Datang dengan desain indah bambu melengkung berwarna kuning bermahkota siger.

Baca Juga  Polisi Tetapkan FD Tersangka Kasus Pelajar di Kos

Tapi itu bukan bambu. Itu cuma cor-coran semen. Pohon bambu sebenarnya tidak ada di situ.

Bambu adalah takdir Pringsewu. Takdir itulah yang hendak dihadirkan kembali oleh Pemkab Pringsewu. PJ Bupati Marindo Kurniawan telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) No.031/630/U.06/2024 pada 17 Juli 2024 lalu. Surat Edaran ditujukan kepada direktur BUMD, PDAM, RSUD dan RS swasta, camat dan kapekon serta Lurah, pelaku usaha wisata, hotel dan restoran, serta UMKM.

Isi suratnya tersirat keras tentang rindu. Rindu kepada pohon bambu. Tanamlah di pekarangan atau lingkungan kantor masing-masing. Manfaatkan lahan yang kosong menjadi hutan bambu yang kelak bermanfaat sebagai tanaman ekonomis dan ketahanan ekologis.

Sudahkah kalian menanam bambu di situ!

Berita Terkait

Wabup Pringsewu Imbau Orangtua Hargai Proses Tumbuh Kembang Anak
Pemkab dan DPRD Pringsewu Sahkan Empat Perda, Atur Aset hingga Pesantren
Polisi Gerebek Enam Lokasi di Margakaya Pringsewu, Dua Pria Diamankan
Lantik Delapan Pejabat, Bupati Pringsewu Ingatkan Pentingnya Kerja Nyata
Bupati Riyanto Ajak Sekolah Cegah Perundungan dan Kekerasan terhadap Anak
Pemkab Pringsewu Gelar Penetrasi Pasar untuk Kendalikan Inflasi
6.149 SKCK Diterbitkan Polres Pringsewu hingga September 2026
Pemkab Pringsewu Gelar Gerakan Penetrasi Pasar untuk Kendalikan Harga dan Inflasi
Tag :

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 11:15 WIB

Bupati Tanggamus Pastikan Relokasi Pasar Talang Padang Berlanjut, Pedagang Digratiskan Sewa Selama 12 Bulan

Jumat, 24 Juli 2026 - 14:55 WIB

Delapan Siswa SMPN 1 Talangpadang Alami Keluhan, Sampel Makanan Diuji Laboratorium

Jumat, 24 Juli 2026 - 14:52 WIB

Tanggamus Jajaki Beasiswa dan Investasi dengan Turki

Senin, 20 Juli 2026 - 20:35 WIB

RSUD Batin Mangunang Akui Minim Sosialisasi SOP Pelayanan

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:32 WIB

DPRD Tanggamus Setujui LKPj Bupati 2025, Rekomendasikan Perbaikan Kinerja Pemerintahan

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:37 WIB

Sekda Tanggamus Minta Pekon Prioritaskan Layanan Kesehatan Primer

Rabu, 1 Juli 2026 - 11:59 WIB

PBI BPJS Kesehatan Dinonaktifkan, Dinsos Tanggamus Sarankan Warga Beralih Sementara ke Peserta Mandiri

Senin, 22 Juni 2026 - 20:19 WIB

Tanggamus Raih WTP Kedua Berturut-turut, Bupati Dorong Transparansi APBD

Berita Terbaru

Pringsewu

Wabup Pringsewu Imbau Orangtua Hargai Proses Tumbuh Kembang Anak

Selasa, 20 Okt 2026 - 19:13 WIB

Lampung Selatan

HUT ke-62 Golkar, DPD Lampung Selatan Santuni 20 Anak Yatim-Piatu

Selasa, 20 Okt 2026 - 12:49 WIB

Tulang Bawang Barat

Pemkab Tubaba Siapkan Anggaran Pelaksanaan Putusan MA Terkait SDN Pagar Dewa

Senin, 19 Okt 2026 - 19:11 WIB