Thomas Amirico Tekankan Kompetensi Guru di Tengah Wacana Penghapusan Kenaikan Kelas Otomatis

Tauriq Attala Gibran

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wacana penghapusan sistem kenaikan kelas otomatis mulai tahun ajaran 2027 menjadi perhatian berbagai kalangan. Kebijakan tersebut dinilai perlu diiringi evaluasi terhadap kualitas tenaga pendidik agar proses pembelajaran di sekolah berjalan optimal.

Lampung (Netizenku.com): Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung, Thomas Amirico, menyambut baik kebijakan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa keputusan menaikkan atau tidak menaikkan siswa kelas harus melalui proses evaluasi menyeluruh.

Menurut Thomas, keputusan tersebut tidak boleh diambil secara terburu-buru tanpa mempertimbangkan berbagai aspek yang memengaruhi perkembangan dan kemampuan siswa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Yang perlu menjadi catatan bersama bahwa untuk memutuskan anak itu tidak naik kelas atau naik kelas prosesnya panjang. Tak boleh serta-merta dengan dasar yang tidak utuh tiba-tiba diputuskan tidak naik kelas,” kata Thomas, Jumat (15/10/2026).

Baca Juga  Warga Bandar Lampung Diimbau Waspada Paparan Debu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Thomas menilai, kualitas proses pembelajaran dan kompetensi guru menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan siswa. Karena itu, sekolah perlu memastikan metode pengajaran yang diterapkan sudah berjalan optimal sebelum menilai capaian akademik peserta didik.

“Persoalannya, selama gurunya bisa mengajar dengan baik dan pintar mengajar, saya kira enggak mesti tidak naik kelas. Karena pandainya anak itu tergantung bagaimana kualitas dan kompetensi guru,” ujarnya.

Ia meyakini setiap anak memiliki potensi untuk berkembang apabila memperoleh metode pembelajaran dan pendampingan yang tepat. Oleh sebab itu, peningkatan kompetensi guru perlu menjadi perhatian utama dalam upaya memperbaiki mutu pendidikan.

“Artinya yang harus kita dorong adalah kompetensi guru. Sepanjang kompetensi gurunya bagus, insya Allah anaknya akan cerdas. Karena menurut saya anak itu enggak ada yang bodoh,” kata Thomas.

Baca Juga  Marindo Kurniawan Tekankan Penguatan Forum Penataan Ruang untuk Dukung Investasi Lampung

Meski demikian, Thomas menegaskan bahwa aspek kedisiplinan dan tingkat kehadiran siswa tetap perlu diperhatikan dalam proses evaluasi kenaikan kelas. Siswa yang memiliki tingkat kehadiran rendah, misalnya, perlu mendapatkan penilaian khusus dengan mempertimbangkan kondisi dan faktor yang melatarbelakanginya.

Perkuat Kompetensi Guru

Sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran, Disdikbud Lampung saat ini mendorong pelaksanaan program in-house training bagi para guru. Pelatihan tersebut diwajibkan berlangsung minimal empat kali dalam setahun.

Program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas tenaga pendidik melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari guru senior, mentor berpengalaman, akademisi, konsultan pendidikan, hingga psikolog.

Baca Juga  Fraksi PKB Soroti Penurunan PAD dan Minta Pemprov Lampung Optimalkan Pajak Air Permukaan

“Kita hadirkan guru-guru terbaik untuk memberikan pencerahan kepada guru-guru lain di sekolah. Kemudian mentor-mentor terbaik untuk best practice-nya. Kemudian dosen-dosen terbaik untuk bisa memberikan pencerahan. Ada konsultan pendidikan juga, ada psikolog juga,” ungkapnya.

Selain pelatihan berkala, Disdikbud Lampung juga menerapkan metode double teaching atau pembelajaran dengan melibatkan dua guru di dalam kelas.

Melalui metode tersebut, dua guru dapat mengajar secara bergantian dan saling mendukung dalam menyampaikan materi. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif serta mendorong keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran.

“Jadi di dalam kelas itu mengajarnya berdua, saling bergantian, saling support. Supaya di kelas itu terjadi diskusi dua arah. Interaktif, ada dialog, ada proses belajar,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Lampung Perkuat Hilirisasi Kakao Pesawaran untuk Tingkatkan Kesejahteraan Petani
Gubernur Lampung Raih Penghargaan Pendukung Zakat Terbaik di Grand BAZNAS Awards 2026
Budiman AS Minta Kapolda Baru Lanjutkan Pemberantasan Narkoba di Lampung
Marindo Buka Evaluasi Pembinaan Bahasa Indonesia, Enam Lembaga Raih Apresiasi
Batin Wulan Lantik Pengurus PMI Kota Metro 2026–2031, Tekankan Kesiapsiagaan Bencana
Marindo Kurniawan Raih Peringkat Kedua ADLG Awards 2026
Gubernur Lampung Dorong Tahura WAR Jadi Destinasi Unggulan Ekowisata Lampung
Gubernur Lampung Dorong ASITA Travel Fair 2026 Perkuat Konektivitas Wisata Lampung-Malaysia

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:44 WIB

Bukan karena Anggaran, Gaji PPPK Paruh Waktu Lamsel Tertunda Tunggu SK

Rabu, 30 September 2026 - 20:09 WIB

PWI Lampung Selatan Jalin Sinergi dengan Grand Elty Krakatoa untuk Promosi Wisata

Rabu, 30 September 2026 - 20:05 WIB

Got Talent 2026 Jadi Panggung Talenta Muda Lampung Selatan

Senin, 28 September 2026 - 15:31 WIB

Tim Domino PWI Lampung Juara Turnamen 101 Piala Panglima TNI

Jumat, 25 September 2026 - 18:42 WIB

ASDP Bakauheni Dukung Pelaksanaan HPN dan Porwanas 2027 di Lampung

Rabu, 23 September 2026 - 20:40 WIB

PWI Lampung Selatan Jenguk Sodu Sinaga, Beri Dukungan di Masa Pemulihan

Kamis, 17 September 2026 - 15:45 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Lampung Selatan 5,71 Persen, Egi Dorong Dampaknya Dirasakan Masyarakat

Rabu, 16 September 2026 - 12:11 WIB

Kejari Lampung Selatan Tetapkan Yayasan Bussaina sebagai Wali Sah Delapan Anak

Berita Terbaru

Sekretaris Daerah Kabupaten Tulang Bawang Barat, Iwan Mursalin

Tulang Bawang Barat

Sekda Tubaba Pimpin Evkin ASN, Peringkat OPD Bakal Diumumkan Tiap Semester

Kamis, 15 Okt 2026 - 20:49 WIB