Menyusul rangkaian erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) yang masih berstatus Level III (Siaga), Anggota Komisi V DPRD Lampung, Andika Wibawa, meminta pemerintah daerah, khususnya Dinas Kesehatan (Dinkes), meningkatkan kesiagaan.
Lampung (Netizenku.com): Langkah tersebut dinilai penting untuk mengantisipasi dampak kesehatan akibat sebaran abu vulkanik yang masih dirasakan masyarakat, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.
Andika mengatakan, kondisi di lapangan sejauh ini relatif terkendali dan belum menimbulkan dampak fatal yang signifikan. Namun, paparan debu vulkanik tetap perlu diwaspadai karena dapat mengganggu kesehatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sampai saat ini kondisi relatif masih aman dan belum ada dampak yang begitu signifikan, tetapi memang kondisi debu masih banyak dirasakan di luar ruangan,” ujar Andika saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (9/9/2026).
Seiring aktivitas vulkanik GAK yang masih melontarkan material vulkanik, Andika mendorong Dinkes memastikan kesiapan layanan kesehatan, baik di tingkat puskesmas maupun rumah sakit.
Menurutnya, kesiapan fasilitas dan tenaga kesehatan harus dibarengi dengan edukasi yang masif kepada masyarakat mengenai bahaya abu vulkanik serta langkah penanganannya.
“Imbauan kita agar Dinas Kesehatan memastikan kesiapan dari tim kesehatan, baik di puskesmas ataupun di rumah sakit. Selain itu, harus gencar melakukan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya abu vulkanik untuk kesehatan dan penanganannya,” tegas politisi Gerindra tersebut.
Andika juga mendukung kebijakan pembelajaran secara daring bagi pelajar sebagai upaya mengurangi aktivitas anak-anak di luar ruangan. Namun, ia meminta orang tua meningkatkan pengawasan terhadap anak agar tidak beraktivitas di luar rumah ketika intensitas debu vulkanik meningkat.
“Aktivitas lain saat ini memang anak sekolah belajar daring dan mendorong orang tua untuk melakukan pengawasan terhadap anak-anaknya,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Andika mengimbau masyarakat untuk disiplin menerapkan langkah perlindungan diri, khususnya ketika harus beraktivitas di luar ruangan. Penggunaan masker dan pelindung mata dinilai penting untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan maupun iritasi mata akibat paparan abu vulkanik.
“Mengimbau masyarakat saat beraktivitas di luar ruangan harus menggunakan masker dan pelindung mata. Karena memang kondisi debu masih terasa. Imbauan kepada warga untuk memahami protokol kesehatan yang disampaikan, memakai masker dan lain sebagainya, serta selalu menjaga diri masing-masing,” pungkasnya. (*)








