Mayoritas anak yang masuk daftar suspek campak di Bandar Lampung ternyata belum menerima imunisasi lengkap. Temuan itu mendorong Dinas Kesehatan menggencarkan vaksinasi sekaligus memperluas edukasi kepada masyarakat.
(Netizenku.com): Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Temenggung, mengatakan hingga kini tercatat 51 kasus suspek campak dari 31 puskesmas. Sementara laporan rumah sakit mencapai 169 kasus, meski belum seluruhnya dipastikan berasal dari warga Bandar Lampung.
Seluruh pasien masih berstatus suspek. Kepastian diagnosis menunggu hasil pemeriksaan laboratorium yang dikirim ke laboratorium rujukan di Palembang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Data Dinkes menunjukkan sebagian besar suspek berasal dari anak yang belum mendapat imunisasi. Sebanyak 104 kasus ditemukan pada kelompok ini. Kemudian 24 kasus terjadi pada anak dengan imunisasi tidak lengkap, sedangkan 30 kasus tercatat pada anak yang telah menerima imunisasi lengkap.
Muhtadi menilai kondisi tersebut menjadi pengingat pentingnya imunisasi campak. Menurutnya, vaksin memiliki tingkat perlindungan yang sangat tinggi dalam mencegah penularan penyakit.
Selain memberikan penanganan medis, petugas kesehatan juga memperkuat pelacakan kasus dan edukasi melalui puskesmas, posyandu, kader kesehatan, serta Tim Penggerak PKK. Orang tua diminta segera membawa anak ke fasilitas kesehatan jika mengalami demam disertai ruam.
Di saat yang sama, Dinkes terus mendata balita yang belum mendapat imunisasi. Program jemput bola disiapkan agar cakupan vaksinasi meningkat dan risiko penyebaran campak dapat ditekan.(*)








