Bupati Tulang Bawang Barat (Tubaba), Lampung, Ir. Novriwan Jaya, S.P., mengikuti Rapat Persiapan Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Angkatan III Tahun 2026 secara virtual melalui Zoom Meeting dari Ruang Kerja Bupati, Selasa (7/7/2026).
Tulang Bawang Barat (Netizenku.com): Rapat tersebut menjadi bagian dari persiapan pelaksanaan KPPD yang akan diikuti sejumlah kepala daerah sebagai upaya memperkuat kapasitas kepemimpinan, wawasan kebangsaan, serta kemampuan merumuskan strategi pembangunan daerah berbasis tantangan global.
Program KPPD Angkatan III Tahun 2026 dijadwalkan berlangsung pada 15–28 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut Nota Kesepahaman antara Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI, dan Yayasan Purnomo Yusgiantoro Center (PYC), dengan pelaksanaan teknis melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemendagri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam rapat tersebut, panitia menjelaskan bahwa KPPD bertujuan membentuk pimpinan daerah yang memiliki wawasan strategis, adaptif terhadap perubahan, inovatif, serta memiliki karakter kebangsaan yang kuat dalam menghadapi perkembangan global.
Peserta KPPD Angkatan III akan mengikuti pembelajaran awal di Lemhannas RI sebelum melaksanakan kegiatan eksekutif (policy learning) di Singapura pada 19–25 Juli 2026.
Kegiatan di Singapura menjadi bagian dari studi banding tata kelola pemerintahan dan pembangunan perkotaan, khususnya terkait ketahanan nasional, geostrategi, inovasi pelayanan publik, serta pengelolaan pembangunan berbasis teknologi.
“Peserta dibekali terlebih dahulu di Lemhannas agar ketika menerima materi geopolitik global di Singapura, tetap memiliki perspektif kebangsaan dan nasionalisme sebagai bangsa Indonesia,” ujar perwakilan penyelenggara dalam rapat tersebut.
Salah satu target utama dalam pelaksanaan KPPD adalah penyusunan Rencana Aksi (Renaksi) Kepala Daerah selama tiga tahun hingga 2029. Renaksi tersebut akan difokuskan pada tiga bidang strategis, yakni inovasi pelayanan publik, infrastruktur dan lingkungan hidup, serta smart city.
Dalam penyusunan Renaksi tersebut, Kepala Bappeda Tubaba bersama tim teknis akan terlibat aktif untuk memastikan rencana yang disusun sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik daerah.
Sebelum keberangkatan ke Singapura, dokumen Renaksi ditargetkan telah mencapai sekitar 80 persen melalui rangkaian rapat koordinasi teknis serta sesi pembinaan. Setelah kegiatan selesai, dokumen tersebut akan disempurnakan dan dipresentasikan kepada jajaran Kemendagri pada acara penutupan KPPD, Selasa (28/7/2026).
Penyelenggara menekankan bahwa hasil pembelajaran dari Singapura tidak akan diterapkan secara langsung, melainkan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat masing-masing daerah.
Selain materi pembelajaran, peserta juga diwajibkan mengikuti aturan penyelenggaraan secara ketat. Salah satunya larangan membawa keluarga, ajudan, maupun pendamping selama mengikuti kegiatan di Singapura.
Seluruh kebutuhan peserta selama pelaksanaan program, mulai dari akomodasi, konsumsi, hingga transportasi internasional dan domestik, difasilitasi oleh pihak penyelenggara dan sponsor. Pemerintah daerah hanya menyiapkan uang harian peserta sesuai ketentuan peraturan yang berlaku.(*)








