Sebanyak 413 jemaah calon haji asal Kabupaten Lampung Selatan dipastikan siap diberangkatkan pada musim haji 2026. Para jemaah yang tergabung dalam Kloter 17 dijadwalkan berangkat pada 5 Mei 2026, setelah mengikuti seremoni pelepasan pukul 09.30 WIB sebelum menuju Asrama Haji Bandar Lampung.
Lampung (Netizenku.com): Kepastian tersebut disampaikan dalam audiensi antara Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, dengan Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Lampung Selatan, Marwiyah Amin, di ruang kerja bupati, Rabu (29/4/2026).
Dalam pertemuan itu, Marwiyah mengungkapkan mayoritas jemaah didominasi kelompok lanjut usia, sehingga memerlukan perhatian khusus guna memastikan kelancaran dan kenyamanan selama proses keberangkatan. Ia berharap pemerintah daerah dapat turut hadir, termasuk mengantar jemaah hingga ke Asrama Haji.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami berharap Pak Bupati dapat hadir sekaligus mengantarkan jemaah ke Asrama Haji di Bandar Lampung,” ujar Marwiyah.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Radityo Egi Pratama menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan ibadah haji dan membuka peluang untuk hadir dalam pelepasan jemaah.
“Insyaallah saya hadir, selama tidak ada agenda kementerian yang bersamaan,” kata Egi.
Selain kesiapan keberangkatan, audiensi juga menyoroti keterbatasan fasilitas pendukung pelayanan haji di daerah. Marwiyah menyebut akses masuk kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Lampung Selatan belum ramah bagi kendaraan besar, terutama bus pengangkut jemaah.
Sebagai solusi, pihaknya mengusulkan hibah lahan di samping Kantor Kesbangpol untuk dijadikan akses jalan masuk sekaligus fasilitas pendukung manasik haji. Lahan tersebut juga direncanakan untuk pembangunan miniatur Ka’bah sebagai sarana latihan manasik, khususnya bagi jemaah lanjut usia.
Menanggapi usulan itu, Bupati Egi menegaskan akan meminta kajian lebih lanjut agar proses hibah sesuai dengan mekanisme dan regulasi yang berlaku, serta memberikan manfaat maksimal bagi pelayanan jemaah.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan Kementerian Haji dan Umrah guna meningkatkan kualitas layanan, terutama bagi jemaah yang membutuhkan perhatian khusus.
Sementara itu, Marwiyah menambahkan bahwa koordinasi teknis telah dilakukan melalui rapat persiapan pada 22 April 2026. Seluruh tahapan, kata dia, terus dimatangkan demi memastikan pelayanan optimal bagi jemaah. (*)








