Boom! Ekonomi Lampung Tumbuh 9,33%, Waspadai 4 Tantangan (Anomali) Tersembunyi

Ilwadi Perkasa

Rabu, 6 Agustus 2025 - 02:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infografis Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Lampung Triwulan II-2025. (BPS LAMPUNG)

Infografis Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Lampung Triwulan II-2025. (BPS LAMPUNG)

Lampung, provinsi yang penuh harapan. Dengan pertumbuhan ekonomi 9,33% (qtq) dan penurunan kemiskinan 0,62%, semakin menunjukkan bahwa Lampung merupakan salah satu provinsi terdepan di Indonesia.

***

Perekonomian Provinsi Lampung triwulan II-2025 tumbuh 9,33% dibandingkan triwulan I-2025. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa PDRB atas dasar harga berlaku mencapai Rp134.395,60 miliar, sedangkan PDRB atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp76.047,84 miliar.

Pertumbuhan ekonomi Lampung terjadi pada semua komponen pengeluaran. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) sebesar 16,65%, diikuti oleh Ekspor Barang dan Jasa sebesar 7,93%, dan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 5,54%.

Baca Juga  DPRD Lampung Mengingatkan Pengusaha Tak Ambil Untung Berlebihan saat Ramadan

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lapangan usaha yang memiliki pertumbuhan tertinggi adalah Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan dengan pertumbuhan sebesar 29,26%. Ini diikuti oleh Industri Pengolahan sebesar 9,97% dan Jasa Lainnya sebesar 9,41%.

Pertumbuhan ekonomi Lampung juga terjadi pada triwulan II-2025 dibandingkan triwulan II-2024 (yOY) sebesar 5,09%, dan pada semester I-2025 dibandingkan semester I-2024 (ctc) sebesar 5,27%.

Tantangan Tersembunyi

Dengan perekonomian Provinsi Lampung yang sangat tinggi, yaitu 9,33 persen terdapat beberapa anomali yang sekaligus menjadi tantangan.

Anomali pertama adalah pertumbuhan pertanian yang sangat tinggi di lapangan usaha pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 29,26%. Ini menunjukkan bahwa sektor pertanian menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi Lampung.

Baca Juga  KONI Lampung Intensif Pantau Atlet Berprestasi Jelang PON 2028 dan Persiapan Tuan Rumah PON 2032

Kondisi ini memunculkan pertanyaan apakah pertumbuhan ini dapat dipertahankan dalam jangka panjang.

Anomali kedua adalah terjadi kontraksi pada beberapa lapangan usaha. Contohnya, lapangan usaha Real Estat mengalami kontraksi sebesar 2,52%, Informasi dan Komunikasi sebesar 1,97%, dan Jasa Pendidikan sebesar 0,21%. Ini menunjukkan bahwa masih ada tantangan yang perlu diatasi dalam beberapa sektor.

Anomali ketiga, dominasi atau peran ekspor yang sangat besar pada komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 54,09%. Ini menunjukkan bahwa ekonomi Lampung sangat bergantung pada ekspor hingga memunculkan pertanyaan apakah Lampung dapat mengurangi ketergantungannya pada ekspor dan meningkatkan konsumsi domestik.

Baca Juga  Mustika Bahrum Tekankan Silaturahmi dan Pengamalan Pancasila di Parerejo

Anomali keempat pertumbuhan Ekonomi Sumatera yang relatif rendah. Dilaporkan, pertumbuhan ekonomi Sumatera pada triwulan II-2025 dibandingkan triwulan II-2024 (yoy) hanya sebesar 4,96%. Ini menunjukkan bahwa Lampung memiliki pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan dengan provinsi-provinsi lain di Sumatera. Namun, pertanyaan yang muncul adalah apakah Lampung dapat mempertahankan pertumbuhan ekonominya dalam jangka panjang?

Dengan memahami anomali-anomali ini, Lampung dapat meningkatkan pertumbuhan ekonominya dalam jangka panjang dan mengurangi ketergantungannya pada ekspor.

Berita Terkait

DPRD Lampung Mengingatkan Pengusaha Tak Ambil Untung Berlebihan saat Ramadan
DPW PKB Lampung Gelar Bukber Perdana, Luncurkan Lamban Zakat
Pemprov Lampung Percepat Integrasi Lampung In, Fokus SAIBARA dan SP4N LAPOR
Komisi V DPRD Lampung, MBG Ramadan Tetap Aman dan Terpantau
Pemprov Lampung Perkuat Sinergi TNI-Polri Lewat NPHD
Pemprov Lampung Tuntaskan Tunda Bayar 2025 Lebih Cepat
FLL Ajak Penggiat Perkuat Kolaborasi Literasi
Lewat Mini Soccer, Pemprov Lampung dan Jurnalis Perkuat Sinergi Pembangunan Daerah

Berita Terkait

Sabtu, 21 Februari 2026 - 07:43 WIB

Polisi Ungkap Dua Pelaku Perampokan di Tiyuh Daya Asri Masih Diburu

Senin, 2 Februari 2026 - 20:02 WIB

Forkopimda Tubaba Ikuti Rakornas 2026 di Bogor

Kamis, 29 Januari 2026 - 21:11 WIB

Kecamatan Tumijajar Gelar Musrenbang, Serap Aspirasi Warga untuk Pembangunan

Rabu, 28 Januari 2026 - 21:56 WIB

Pemkab Tubaba Gelar Rakor KMP, Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Rabu, 28 Januari 2026 - 21:48 WIB

DPC PDIP Tubaba Gelar Musancab, Target 10 Kursi Pemilu 2029

Rabu, 28 Januari 2026 - 18:11 WIB

Joko Kuncoro Resmi Pimpin NasDem Tubaba Periode 2025-2029

Rabu, 21 Januari 2026 - 19:05 WIB

Kejari Tubaba Imbau Warga Waspadai Penipuan Catut Nama Pejabat

Selasa, 20 Januari 2026 - 12:16 WIB

Pastikan Layanan Merata, Wabup Tubaba Tinjau Pengobatan Gratis Tubaba Q Sehat

Berita Terbaru

Lampung

DPW PKB Lampung Gelar Bukber Perdana, Luncurkan Lamban Zakat

Minggu, 22 Feb 2026 - 22:34 WIB

Petugas menunjukkan barang bukti senjata api dalam rilis kasus perampokan Rp800 juta di Mapolres Tubaba, Jumat (20/2/2026). Foto: Arie/NK.

Tulang Bawang Barat

Polisi Ungkap Dua Pelaku Perampokan di Tiyuh Daya Asri Masih Diburu

Sabtu, 21 Feb 2026 - 07:43 WIB