Irham Jafar: Kita Patut Bersyukur Punya Pancasila Sebagai Perekat
Anggota MPR RI Irham Jafar Lan Putra menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, di Balai Desa Tulusrejo Kecamatan Pekalongan Lampung Timur, Selasa (29/07/2025).
Di hadapan sekitar 150 warga Lampung Timur, Irham menyebutkan bahwa bangsa Indonesia patut bersyukur memiliki ideologi Pancasila. Dengan dihuni lebih dari 700 suku dan dipisahkan ribuan pulau, rakyat Indonesia tetap utuh bersatu di bawah Bendera Merah Putih.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Berbeda dengan negara-negara di Timur Tengah yang berisi hanya sedikit suku tetapi terus dilanda perang saudara,” ujar Irham Jafar.
Bangsa Indonesia yang majemuk bisa utuh bersatu karena diikat oleh sebuah ideologi, yakni Pancasila. “Itulah mengapa nilai-nilai Pancasila penting untuk terus ditanamkan di sanubari rakyat Indonesia. Sebab, ideologi ini sudah terbukti ampuh sebagai alat perekat bangsa,” kata dia.
Wakil Rektor III Universitas Tulang Bawang (UTB) Lampung Riza Yudha Patria yang juga menjadi narasumber dalam kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, menyebutkan saat ini sudah terjadi pergeseran nilai di tengah masyarakat.
Anggota MPR RI Irham Jafar Lan Putra mengatakan sosialisasi empat Pilar Kebangsaan (UUD ’45, Pancasila, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika) penting dilakukan. Kegiatan ini dimaksudkan untuk menangkal pegeseran-pergeseran nilai yang terjadi di masyarakat.
Irham Jafar mengemukakan hal tersebut pada Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Pendopo kediaman Anggota DPRD Provinsi Lampung Abdullah Sura Jaya, Kelurahan Gunung Sugih, Kecamatan Gunung Sugih, Lampung Tengah, Rabu (26/02/2025).
Irham menyebut, sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang nilai-nilai yang terkandung dalam UUD ’45, Pancasila, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Pemahaman tersebut akan memberi bobot kepada masyarakat untuk hidup dalam realitas nilai-nilai masyarakat yang terus berubah dengan tetap memegang teguh jati diri.
Menurut Irham, masyarakat Indonesia wajib bersyukur dengan adanya Pancasila sebagai ideologi bangsa. Sebab, Pancasila terbukti ampuh mempersatukan bangsa Indonesia yang terdiri dari beragam suku, agama, dan golongan. “Dengan Pancasila, sekitar 730 suku di Indonesia dapat hidup rukun dalam bingkai NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.
Riza Yudha Patria, Wakil Rektor 3 Universitas Tulang Bawang (UTB) Lampung mengakui, dewasa ini telah terjadi pergeseran nilai di tengah masyarakat.
Pada beberapa dasawarsa lalu, istri biasa menyambut kedatangan suami sepulang kerja dengan melepaskan sepatu suami. Lalu menyiapkan kopi dan memasakkan air panas untuk mandi suaminya. Tetapi sekarang, kebanyakan istri menyambut kedatangan suami dengan biasa-biasa saja, sembari memainkan handphone. “Itu bukan karena istri tidak lagi cinta kepada suami, tetapi pola relasi antara suami dan istri sudah berubah,” kata Riza.
Pergeseran-pergeseran nilai itu lazim terjadi seiring dengan kemajuan zaman. Tetapi perubahan pola prilaku masyarakat itu harus dipandu pada tingkat yang masih dapat ditoleransi. Maka, harus ada standar untuk mengukur kepatutan prilaku masyarakat dalam berbangsa dan bernegara. Standar tersebut adalah Empat Pilar Kebangsaan: UUD ’45, Pancasila, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.








