Akademisi Unila: BKSDA dan TNBBS Lembaga Eksklusif, Tak Inklusif

iwan

Jumat, 11 Juli 2025 - 16:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Akademisi Universitas Lampung, Dr. Yusdianto. Foto: Iwan/NK.

Akademisi Universitas Lampung, Dr. Yusdianto. Foto: Iwan/NK.

Kritik keras terhadap kinerja Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) tak hanya datang dari politisi senior Mukhlis Basri. Akademisi Universitas Lampung, Dr. Yusdianto, juga menyampaikan hal senada.

Lampung Barat (Netizenku.com): “BKSDA dan TNBBS adalah lembaga eksklusif, tidak inklusif,” tegas Yusdianto, Jumat (11/7/2025).

Menurutnya, sebagai leading sector dalam penanganan konflik antara manusia dan satwa liar, kinerja kedua lembaga tersebut patut dipertanyakan. Ia menilai, tidak ada aksi nyata yang dilakukan sehingga korban terus berjatuhan.

Baca Juga  Yusrin : Pesta Demokrasi Selesai, Warga Tetap Guyub Dan Lingkungan Makin Kompak

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Anggaran besar yang diberikan negara kepada mereka jadi tidak ada manfaatnya. Mereka hanya seperti tukang arsip, mencatat jumlah satwa, tanaman, dan cakupan hutan, tanpa ada dampak langsung ke masyarakat,” kritiknya.

Yusdianto menilai, BKSDA dan TNBBS seharusnya menjadi pelopor dalam membangun kerja sama multipihak, mulai dari pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, TNI, Polri, LSM, hingga masyarakat, untuk menyelesaikan konflik manusia dan satwa liar.

Baca Juga  Dari Senam Bareng Ribuan Warga hingga Bagikan Alsintan, Parosil Mabsus: Jangan Jadi Pajangan

“BKSDA dan TNBBS harus proaktif dan progresif dalam menggalang dukungan seluruh pihak, lalu merumuskan langkah-langkah strategis untuk mengakhiri konflik ini,” ujarnya.

Ia juga mendesak kedua lembaga tersebut segera menyusun peta zona rawan konflik secara detail, disertai edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat serta aturan yang jelas.

“Dengan adanya peta zona konflik, masyarakat bisa mengetahui titik-titik rawan yang telah disepakati bersama. Selanjutnya dilakukan edukasi, sosialisasi, dan pemberian sanksi tegas jika ada pelanggaran,” pungkasnya. (*)

Baca Juga  10 Pendaftar Lolos Seleksi Administrasi Calon Pimpinan BAZNAS Lampung Barat

Berita Terkait

Pemilihan OSIS SMAN 1 Liwa, Menjadi Pemimpin Tidak Harus Dengan Kampanye Hitam Dan Serangan Fajar
Yusrin : Pesta Demokrasi Selesai, Warga Tetap Guyub Dan Lingkungan Makin Kompak
Dari Senam Bareng Ribuan Warga hingga Bagikan Alsintan, Parosil Mabsus: Jangan Jadi Pajangan
10 Pendaftar Lolos Seleksi Administrasi Calon Pimpinan BAZNAS Lampung Barat
Punya Golden Tiket ke Istana, Mukhlis Malah Pilih Upacara Bersama Rakyat
Dorong Kawasan Kuliner Makin Hidup, Bambang Kusmanto Usulkan Parkir Resmi
Reses di Pesisir Barat, Mukhlis Basri Kawal dan Awasi Program Pembangunan APBN
Henry Yosodiningrat Khawatir Keselamatan Tersangka Febri Adriansyah

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:26 WIB

Andhika Wibawa Dukung Standar Akademik untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:36 WIB

Pendaftaran Ditutup, Wirahadikusumah dan Adi Kurniawan Jadi Pendaftar Tunggal Ketua PWI Lampung

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:24 WIB

Karhutla TNWK Mulai Mereda, Asap Masih Tersisa di Lahan Gambut

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:45 WIB

Andika Wibawa Dukung Larangan Vape di Sekolah, Waspadai Penyalahgunaan Narkoba

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Mikdar Ilyas Sebut Harga Singkong Rp3.150 per Kg Hasil Perjuangan Pansus

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:29 WIB

Wamenaker Ajak JARNAS.INDO Perkuat Sinergi Pembangunan Ketenagakerjaan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Demokrat Lampung Siapkan Muscab, Edy Irawan Bidik Kursi Pimpinan DPRD

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Gubernur Lampung Fokus Tangani Karhutla TNWK, Lima Hektare Dipadamkan per Hari

Berita Terbaru