Toko “Mapan” Inovasi TPID Metro Untuk Jaga Stabilitas Inflasi

Leni Marlina

Jumat, 28 Juni 2024 - 16:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandarlampung (Netizenku.com): Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Metro berupaya memastikan inflasi terjaga dalam sasaran 2,5±1% dengan membentuk Toko Pengendalian Inflasi.

Pembentukan toko yang disebut Toko Mapan (Metro Maju Antisipatif Pengendalian Harga Pangan) ini bertujuan untuk untuk memastikan ketersediaan bahan pangan untuk masyarakat, dengan harga yang wajar dan tidak bertentangan dengan HET.

“Kota Metro bukan daerah produsen bahan pangan, tapi memiliki kedekatan dengan para distributor, Oleh sebab itu, kita perkuat kemitraan dengan para distributor dan bentuk Toko MAPAN agar masyarakat dapat dengan mudah menjangkau bahan pangan dengan harga yang murah danwajar” disampaikan oleh Walikota Metro, dr. Wahdi Sp.OG (K), pada acara Grand Opening Toko Mapan di Pasar Cendrawasih, Kota Metro, Jumat (28/06).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan ini juga secara resmi membuka Toko MAPAN yang berlokasi di Pasar Cendrawasih, Kota Metro, untuk melayani masyarakat.
Bank Indonesia turut mendukung pembentukan Toko MAPAN sebagai inovasi dan langkah konkret pengendalian inflasi TPID Kota Metro. Sinergi TPID se-Provinsi Lampung yang semakin baik mendukung penguatan stabilisasi laju inflasi yang pada Mei 2024 tercatat 3,09% (yoy).

Baca Juga  Baru 50 Persen SPPG di Bandar Lampung Kantongi SLHS

Namun demikian, inovasi TPID sangat diperlukan untuk memitigasi risiko instabilitas ke depan.

“Pembentukan Toko Pengendalian Inflasi merupakan salah satu program unggulan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Provinsi Lampung tahun 2024, untuk meminimalisir transmisi risiko inflasi akibat gangguan produksi, perubahan iklim, dan ketidakpastian perekonomian global. Kami sampaikan
apresiasi kepada Bapak Walikota Metro beserta jajaran TPID Kota Metro karena Toko MAPAN menjadi yang pertama,” disampaikan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Junanto
Herdiawan, dalam sambutannya.

Baca Juga  Smart BRT Itera, Model Transportasi Masa Depan Lampung

Junanto menambahkan, Toko MAPAN akan berperan sebagai katalis pelaksanaan program-program GNPIP lainnya, seperti operasi pasar yang dilakukan setiap hari,kerjasama antar daerah (KAD), subsidi ongkos angkut, dan penetrasi pasar.
Pemerintah Provinsi Lampung mendorong agar TPID kabupaten/kota lainnya segera merealisasikan inovasi program pengendalian inflasi di daerahnya.

“Dalam sisa waktu pada tahun berjalan, inovasi-invoasi yang telah dicanangkan oleh TPID kabupaten/kota perlu segera dilaksanakan. Kami sampaikan apresiasi atas komitmen kuat TPID Kota Metro, laju inflasi Kota Metro pada Mei 2024 yang tercatat 2,25% (yoy) juga merupakan yang terbaik di Provinsi Lampung” disampaikan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung, Evie Fatmawaty.

Dengan pelaksanaan inovasi pengendalian inflasi yang sinergis dalam kerangka GNPIP, besar harapan agar stabilitas inflasi
Provinsi Lampung tahun 2024 menjadi yang terbaik di Sumatera dan Nasional.

Baca Juga  Solusi Banjir Kota Bandar Lampung, Forum DAS Siapkan 1.500 Titik Prioritas

“Perkuat komitmen,sinergi,daninovasi kita, raihkembaligelar TPID terbaik Sumatera, seperti yangdiperoleh TPID Provinsi Lampung, Kota Metro, dan Kabupaten Mesuji pada tahun 2022” lanjut Evie.

Sejak Jumat (28/06), Toko Mapan telah aktif beroperasi melayani pembelian bahan pangan untuk masyarakat. Lokasinya yang strategis, terletak di Pasar Cendrawasih yang terhubung dengan Pasar Kopindo, akan memudahkan seluruh kalangan masyarakat dalam memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau.

Pada kegiatan grand opening ini, Toko Mapan menyediakan berbagai pasokan bahan pangan yang dijual dengan harga penjualan distributor, yaitu 500kg beras, 100 kg aneka cabai,100kg bawang merah,100kgbawangputih, 300kg telur ayam ras, 500kg minyak goreng, 350 kg gula pasir, dan 400 kg tepung terigu.

Mengutamakan kenyamanan saat bertransaksi, Toko Mapan juga telah dilengkapi dengan instrumen pembayaran nontunai QRIS yang difasilitasi oleh Bank Lampung. (Rls)

Berita Terkait

Solusi Banjir Kota Bandar Lampung, Forum DAS Siapkan 1.500 Titik Prioritas
Smart BRT Itera, Model Transportasi Masa Depan Lampung
Baru 50 Persen SPPG di Bandar Lampung Kantongi SLHS
3 Konstituen Dewan Pers di Lampung Bentuk Sekretariat Bersama
Pompa Air di Perum Bukit Beringin Raya Rusak, Kadis Perkim Minta PT Sinar Waluyo Tanggung Jawab
Kwarda Lampung Sambut Pembentukan Racana UIM
Disdikbud Lampung Kembali Gelar UKG
Yuliana Safitri, Kontraktor Perempuan Lampung yang Kini Menjalani Penahanan, Tetap Teguh Menghadapi Proses Hukum

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 08:19 WIB

Bau Ikan Busuk dari Dapur MBG

Rabu, 27 Mei 2026 - 11:38 WIB

BGN Kelewat Pede, KPK Dengungkan “Tanda Bahaya”

Sabtu, 23 Mei 2026 - 11:39 WIB

Dramaturgi Geleng-Angguk MBG

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:53 WIB

Bunda Eva (Memang) Bukan Margaret Thatcher

Kamis, 7 Mei 2026 - 08:55 WIB

Sekber Pantau MBG Lampung, “Nggak Ada Gunanya?”

Rabu, 29 April 2026 - 13:27 WIB

Porsi Menu MBG Lampung Jauh Panggang dari Api

Senin, 27 April 2026 - 10:28 WIB

Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Minta MBG Berlanjut Puluhan Tahun, Gurih ya?

Minggu, 26 April 2026 - 13:20 WIB

Saat Keputusan Gubernur Tentang MBG Lampung Diteken, Ratusan Siswa Keracunan

Berita Terbaru

Lampung

Koni, Tenis Meja Jadi Cabor Andalan Lampung

Sabtu, 6 Jun 2026 - 19:38 WIB

Lampung

Gubernur Mirzani Gandeng PTS Tingkatkan SDM Lampung

Jumat, 5 Jun 2026 - 18:47 WIB