Dinas PPPA Balam: Kota Layak Anak Bukan Jaminan Bersih Kekerasan

Redaksi

Selasa, 10 Januari 2023 - 21:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandarlampung (Netizenku.com): Kepala Bidang (Kabid) Pemenuhan Hal dan Perlindungan Anak dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bandarlampung ungkap kenaikan pelecehan terhadap anak di Kota Bandarlampung merupakan bentuk kesadaran masyarakat Bandarlampung mengenai permasalahan pelecehan seksual.

 

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kabid Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak dari PPPA Bandarlampung, Ruth Dora Nababan, mengatakan sebelumnya kasus pelecehan seksual di Kota Bandarlampung seolah-olah ditutupi lantaran menurut keluarga korban itu merupakan bagian dari aib, akan tetapi saat ini mereka sudah mau melaporkannya.

Baca Juga  65 Ribu Siswa Bandar Lampung Jadi Sasaran BIAS

 

“Pelecehan seksual biasanya terjadi disekitar kita, seperti seorang ayah tiri, maupun keluarga sekitar. Masalah utama terjadinya hal seperti itu umumnya karena faktor ekonomi,” ujarnya saat diwawancarai di Kantor PPPA Bandarlampung, Selasa (10/1).

 

Lebih lanjut, ia menerangkan kendati Kota Bandarlampung merupakan Kota Layak Anak (KLA) akan tetapi tidak menjamin kota tersebut bebas kasus kekerasan seksual.

Baca Juga  BPBD Tangani Evakuasi Pohon Tumbang di Rajabasa Raya

 

“Kasus meningkat bukan berarti kita tidak ada upaya, akan tetapi kasus seperti tidak ada yang bisa memperkirakan. Tidak ada jaminan saat kita menjadi kota layak anak semua merata bagus semua,” terangnya.

 

Ia menambahkan, pihaknya melakukan penekanan kasus pelecehan seksual dengan melakukan sosialisasi terhadap masyarakat di Kota Bandarlampung.

 

Baca Juga  Pemkot Bandar Lampung Kembali Serahkan Alat Kesehatan bagi Warga

Terbaru kasus pada tahun 2023, yakni persetubuhan paksa ayah tiri yang terjadi di Kecamatan Panjang, Kota Bandarlampung.

 

“Mengenai itu kita sudah ada upaya kesana, tinggal pendampingan ke psikolog. Yang terpenting anaknya yang kita selamatkan,” tambahnya.

 

Diketahui, sebanyak 78 kasus kekerasan terhadap anak pada tahun 2022 yang ditangani oleh Dinas PPPA Bandarlampung. Terbanyak kasus kekerasan seksual sejumlah 55 kasus. (Luki)

 

 

Berita Terkait

Gerak Jalan Beregu Pramuka Bandar Lampung Dorong Semangat Kebersamaan
APBD Perubahan Bandar Lampung Disepakati, Pemkot Kejar Realisasi Program dalam Tiga Bulan
Pemkot Bandar Lampung Salurkan Bantuan Beras untuk Warga Terdampak Kemarau
PPM Bandarlampung Gandeng Kodim 0410/KBL Gelar LKBB Tingkat SMP
Bunda Eva Siapkan 5 Sumur Bor untuk Atasi Kekeringan, Tahun Depan Tambah 50 Titik
LVRI, PIVERI, dan PPM Bandar Lampung Gelar Gathering, Rawat Semangat Perjuangan Antargenerasi
HUT Ke-81 RI, Pemkot Bandar Lampung Gelar Upacara dan Lomba Bersama Forkopimda
Eva Dwiana jadi inspektur upacara HUT ke-81 RI

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:08 WIB

Manajer Minisocer PWI Lampung Dorong Tim Perkuat Fisik dan Mental Jelang Porwanas

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:55 WIB

RSUDAM Pastikan Pembayaran Remunerasi Pegawai Sesuai Verifikasi

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:53 WIB

Pemprov Lampung Perkuat SDM Desa Lewat Program Satu Desa Satu Sarjana dan Hafiz Quran

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:45 WIB

Putra Jaya Umar Dorong Penindakan Tegas Jaringan Narkoba yang Libatkan Anak

Minggu, 4 Oktober 2026 - 11:53 WIB

Cegah Rabies, Petugas Jemput Bola Vaksinasi Hewan Peliharaan di Lampung Selatan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 11:51 WIB

Sampah Organik Lampung Dibidik Jadi Pupuk, Dorong Ekonomi Pertanian

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 22:40 WIB

Forum Ekosistem Jaringan Jalan Tol MTI Resmi Dikukuhkan di Lampung

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 21:21 WIB

RSUDAM Siapkan Fertility Center, Perkuat Layanan Kesehatan Reproduksi

Berita Terbaru

Pringsewu

Bupati Pringsewu Ajukan R-APBD 2027 Senilai Rp1,138 Triliun

Senin, 5 Okt 2026 - 18:09 WIB